Rabu, 11 April 2018

Lagi Kangen Terbang…….



Sebagai kalender perusahaan di thh 2012


Gaaaiiiis……lagi pada ngapain kah?...

Aku lagi kangen sama kerjaan dulu, alias kangen terbang. Liat para yunior  yang masih terbang dan sama yang lagi pada  training untuk ikut  terbang haji…..huhuhuuhhu.

Kalau lagi inget  perjalanan masa muda,  bagaimana harus berjuang  membantu orangtua mencari biaya sekolah adik-adik karena  Bapak sudah pensiun dan uang pensiunnya  hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari.  4 orang kakak sudah menikah dan  hal itu ngga bisa aku hindari.  Sedih?...pasti, bahkan  aku begitu shock menerima kenyataan ini.  Aku menangis selama dua hari dan ngga tau harus berbuat apa. Mimpi dapat berkuliah, pupus sudah.

Saat itu aku benar-benar  bingung mau berbuat apa dan kerja apa.  Maklum belum seperti sekarang yang hanya tinggal berselancar  mencari info yang begitu mudah.  Dulu cari kerja harus ada uang pelicin dan  ngga gratis tentunya, apalagi  aku ngga punya kemampuan apa-apa selain hanya selembar ijasah walau dengan nilai memuaskan.   
 
Teman 1 course yg lulus ground course & instruktur
Untungnya aku masih waras dan punya semangat tinggi. Aku padangi adikku yang enam orang itu satu-persatu, tak tega rasanya kalau mereka harus putus sekolah hanya karena mengikuti keinginanku untuk kuliah.  Akhirnya aku mulai bangkit untuk mencari pekerjaan, walau ngga tau apa yang harus disipakan. Alhamdulillah ada tetangga yang berbaik hati memberitahu langkah-langkah menccari pekerjaan, salah satunya sarannya untuk mencari lowongan pekerjaan di Koran Pos Kota. Namun alamat yang tertulis ngga semuanya aku ketahui lokasinya. Mulailah aku membuat surat lamaran dan mengirimkannya ke beberapa perusahaan yang membuka lowongan, ada beberapa yang membalas. Tapi setelah diskusi dengan Bapak, tidak direkomendasikan ke perusahaan yang memintaku untuk menjalani tes.

Setelah pelantikan sebagai Awak Kabin
Ternyata Allah itu pasti memberi jalan kepada umatnya yang tulus dan sungguh-sungguh mau berusaha. Ketika mengantarkan sahabatku di rumah ke rumah temannya, aku melihat kerumunan orang di salah satu kantor di daerah tersebut. Ternyata  penerimaan pegawai front liner, yaitu pramugari udara. Aku ikut peruntungan dan langsungg  mendaftar, memang   aku selalu membawa  ijasah di tas.  Hanya copy ijasah yang aku serahkan, tapi aku sudah mendapat nomor tes. Hanya nanti tetap harus melengkapi surat-surat yang dipersyaratakan.  


Sampai di rumah aku langsung cerita ke Bapak dan semua surat Bapak yang urus & pendek cerita semua tes  dapat aku lalui dengan mulus, begitu juga dengan tes kesehatan lengkap. Aku dinyatakan sehat dan diterima sebagai siswa calon pramugari, berhak mengikuti pendidikan calon pramugari selama 6 bulan. 3 bulan ground course dan 3 bulan flight training, kalau ground coursenya lulus. Itu pun dapat aku lalui dengan baik, bahkan aku masuk 5 besar lulusan terbaik.

Cover majalah internal perusahaan
Ada cerita lucu saat mengikuti pendidikan tersebut. Aku yang sehari-hari hanya menggunakan celana pendek & kaos di rumah atau celana panjang, sementara punyak rok hanya rok sekolah. Bingung saat mengikuti pendidikan karena ngga punya baju yang pantas, begitu juga dengan sepatu hanya ada sepatu kets. Ibu ngomel-ngomel, karena aku kalau mau dibelikan baju selalu ditukar dengan buku. Kalaupun mau hanya celana panjang, kemeja atau kaos. Hehehe…akhirnya sepatu ibu yang bisa aku pakai, karena ukuran kakinya sama dengan ku. Sementara baju aku dapat lungsuran dari kakakku yang pertama, yang kebetulan ukurannya sama tapi lebih tinggi aku. Alhamduulillah….semua siap dan akhirnya setiap dapat uang saku, aku beli baju. Dulu uang sakunya hanya Rp. 10.000,- lho, tapi itu udah gede banget di tahun 80. Akhirnya aku dapat predikat pramugari setelah dilantik dan siap untuk terbang. Wooow…..semua ini diluar  mimpiku, tapi Allah lah yang menunjukan jalan ini untukku.

Istilahnya aku kecebur di dunia penerbangan tanpa pernah ada terlintas dibenakku. Inilah duniaku sekarang dan setiap tugas aku jalani dengan baik, hanya  masalah utama adalah dandan. Aku yang ngga pernah mengenal make up, setiap hari harus berhias. Seringnya dandanan dari rumah ngga pernah aku perbaiki sampai aku selesai tugas…hehehe. Aku pernah lho sampai di panggil oleh Chief Cabin, karena masalah make up ini. 

Dandan ala kadarnya & biasa dandan di mobil jemputan
Padahal aku sudah diajarin juga bagaimana bermake up yang di tentukan dan pada saat selesai  training poise & Grace, kita diujinya, menggunakan  baju seragam lengkap dengan make up dan sepatu high heels tentunya. Lalu berlenggak-lenggok di atas catwalk dengan karpet merah, layaknya pragawati. Karena selama ini ngga pernah pakai sepertu seperti itu, padahal  hanya 5 cm tingginya. Aku ngga bisa jalan dan 2 orang teman memegangi tanganku di kanan kiri…hahaha.  Semua  tertawakan termasuk   Dewi Motik, yang merupakan salah satu instruktur saat itu…  Itulah  sekelumit  kelucuan perjalanan hidupku. Bayangkan yang seumur hidup berpakaian seperti cowok, memegang ban biru karate dan ngga kenal make up. Sekarang harus berdandan cantik dan perempuan banget gitu.

Ujian kenaikan tingkat, gaya ya..hehehe
Namun sejak SMP  hari-hari aku diisi dengan kegiatan olahraga, lari, basket, volley, renang dan silat serta karena sejak SMA. Yaa beginilah jadinya aku…hehehe. Entah kenapa Bapak seneng banget masukin aku ke pelatihan bela diri, walau ibu beberapakali protes. Tapi ternyata aku seneng hahaha…..  Munggkin ibu takut anak perempuannya jadi kaya cowok, akhirnya aku dimasukin ke kursus menari, nari jawa pula. Yaa..wis aku manut, dari pada disuruh berhenti les beladiri. Lalu aku di kursusin tari nasional, ada jaipong, tari melayu dan tari makasar. Ternyata saat SMA aku sering  nongol di TVRI untuk menari dan ngga enaknya kalau lagi shooting out door, tiba-tiba ujan. Yaaa….shooting berhenti, karena sumber cahaya dari matahari yang dipandul dengan papan tulis yang dilapisi  alumunium foil. Nginepnya juga di TMII itu….lumayan dapat uang jajan.

Tari angin mamiri dr makasar
Kembali ke laptop ya….dulu jaman aku terbang, bandara belum semua bisa didarati sampai malam, ada yang jam 14.00 atau jam 15.00 udah close & sangat jarang yang buka sampai malam. Biasanya hanya kota-kota besar tertentu yang bisa didarati malam hari, bahkan di beberapa kota propinsi belum ada hotel. Para crew disediakan mess oleh perusahaan untuk tempat kita bermalam. Karena bandara itu close untuk bisa didarati di waktu tersebut diatas, maka kita berangkatnya pagi hari. Untuk long distance ETD (estimate time departure) itu jam 05.00 kita udah take off. Apalagi yang hanya pulang pergi, karena kita harus bisa berangkat dari tempat tujuan sebelum bandara close. Gitu, jadi jam 11.00-17.00 wib kita udah tiba lagi di Jakarta. Kalua berangka dari Jakarta udah siang, berarti kita bermalam di kota tersebut untuk berangkat kembali besok pagi-pagi sekali.

Terbang bersama purser
Kangen di jemput jam 03.00 pagi, karena setiap crew member minimal 2 jam before udah siap dijemput. Naik mobil langsung tidur, bangun dandan dulu, baru turun. Lumayan udah agak segar kan. Sesuai SOP minimal 45 menit sebelum pesawat berangkat, para cabin crew harus mengecheck peralatan emergency dan berbekalan makanan,  itu bisa memakan waktu 30 menit untuk seorang cabin. Selesai kita lapor ke Capt Pilot & ready for boarding.

siap menyambut penumpang
Aku ngga pernah memikirkan gaji, karena memang tidak pernah menerima setiap bulannya. Kenapa? Karena gaji sudah aku serahkan ke ibu, setiap bulan adikku yang mengambilnya ke kantor untuk biaya adik-adikku sekolah. Laah…aku dapat apa? Aku masih punya penghasilan dari jam terbang yang setiap bulannya bisa 2-3 kali gaji besarnya. Penghasilan lain adalah allowance yang di dapat setiap aku menyelesaikan tugas terbang. Asyik kan?  Alhamdulillah..itu  ketentuan Allah untukku. Makanya dalam jangka waktu satu tahun, aku dapat membayar uang muka rumah.

diatas kota malang, menuju Denpasar
Schedul yang diberkan setiap minggu, hanya 1 hari aku dapat libur. Kadang setelah 10 hari aku baru dapat libur, biasanya terjadi karena aku terbang di suatu daerah selama lebih dari satu minggu. Biasanya kita sebut Manado supplai, Surabaya supplai atau Papua supplai. Kalau selesai tugas masih siang, biasanya kami bisa mengunjungi obyek wisata di suatu daerahh gitu.

Menunggu Mensos masa itu, Ibu Nani Soedarsono untuk kembali ke Jakarta
Ada beberapa pengalaman yang menyenangkan, kalau terbang ke daerah yang sedang panen. Seperti ke Menado tapi sedang panen cengkeh, ada aja penumpang yang memberikan kita amplop yang isisnya lumayan woow….begitu juga dengan daerah lain, sering kali kita dikasih buah atau makanan khas sana juga. Dukanya?  Kalau saya sih ngga pernah merasa ada duka, tapi pernah  yang bikin aku sedih. Saat itu aku baru satu tahun terbang dan tetap tugas di hari pertama Idul Fitri. Bapak ku sampai  bilang, “berapa kamu dibayar untuk tugas hari ini? Biar Bapak ganti uangnya”  Bapak sampai memohon-mohon. Tentu saja aku ngga bisa memenuhinya, karena kalau sampai aku bolos hari ini. Aku akan di grounded, hal ini merupakan pelanggaran berat. Karena di hari besar seperti itu, cabin crew yang reserve juga ngga ada. Hal ini bisa membatalkan penerbangan. Urusannya panjang kan, kalau sampai batal…hehee  Waktu itu saya masih baru, jadi ngga bisa minta libur walau hari besar sekalipun. Itu salah satu dukanya, duka lainnya ya kalau ada penumpang yang rese atau kurang ajar. Namun biasanya kita bisa mengatasinya. Serunya kalau terbang di musin hujan, kita seperti dikocok perut pesawat. Bahkan pernah mengalami keadaan darurat, karena cuaca. Tapi aku percaya kalau maut itu ditangan Allah dan kita hanya bisa pasrah & berserah diri padaNya.
Terbang terakhir ke Australia krn sudah hamil 3 bln

Aku juga beberapa kali tugas terbang dengan membawa anak, waktu itu si Ade masih 5 tahun. Dia diam aja di pesawat, aku kasih buku bacaan dan kertas untuk mewarnai. Ternyat tuh anak masih inget suka dibawa emaknya terbang.

Terbang setelah punya melahirkan si bungsu
Aah….tapi senengnya itu ngga kebayar lah…walau lelah  dan kadang harus sholat di pantry pesawat, ya itulah resiko tugas. Bayangin kita kerja tanpa modal, berangkat-pulang diantar jemput. Makan  tersedia, seragam dari ujung kepala sampai kaki diberikan, tas tangan dan travel bag juga dapat. Cuti, mau jalan-jalan tiket gratis dan hotel kita bisa dapat diskon sampai separuh harga, bahkan sering hanya bayar 25 % dari harga normal. Begitu juga di duty free dan di luar negeri hanya menunjukan ID card atau passport bisa dapat diskon sampai 40% kalau belanja.  
 
Mengantar Megawati ke Makasar
Kangeeeen bau kabin pesawat, kangeeen makanan pesawat, kangeeen jalan, kangeeen becanda…pokoknya kangen semuaaaa… I belief I can"t fly, but I can flying..Miss all so much 


Bersama teman sejawat

19 komentar:

  1. wah mbaaa, pengalaman seru yah. Sekarang tulisannya aja yang terbang mba, nih tulisan mba terbang sampe ke Batam dan sudah aku nikmati hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah....batam, klo menginap di sana saya hanya memandangi gedung2 tinggi singapore...& ngeborong lego buat anak...
      Makasih sudah mampir Mba Henee

      Hapus
  2. Wah mbak, keren nih poto2nya masih tersimpan rapi. Cantiiiiik mbak :D
    Keren ya nulis masa lalu, dan akhirnya memunculkan banyak kenangan. Jadi bisa bayangin dunia penerbangan kayak apa hihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Septi, klo kangen berat beginih..hehehe...alhamdulillah saya sedang menulis tetang awak kabin, krn buku seperti itu hanya sebelah jari jumlahnya.
      Iya Mba, album foto tsb yg digunakan perusahaan untuk beberapa kegiatan di divisi customer service..
      Makasih sudah mampir ya Mba

      Hapus
    2. Kereennn jeng Srie... sya kagum dan salud dgn jeng Srie 👍

      Hapus
  3. Wah benarkah begitu mba keuntungan menjadi cabin crew? Asyik banget yaa... Saya malah galfok sama fotonya, masih ada dan masih bagus ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget Mba Dwi tapi kabin sekarang mungkin ga seperti dulu. Tapi di dunia kerja manapun semua sama, hanya kita yg bisa menjaga diri & ga terhanyut dg hal negatif. Alhamdulillah..saya masih menyimpan foto2 tsb dg baik..
      Makasih sdh mampir Mba..

      Hapus
  4. Masya Allah Mbak Srie...senengnya ya..Selalu senang lihat penampilan pramugari yang rapi, jali dan ramah sekali.
    Wah sudah kemana saja tuh terbangnya..pasti sudah jadi berapa bab kalau diceritakan.
    Itulah ya, kadang ada rencana terindah yang disiapkan Allah untuk kita, di awal sudah putus harapan untuk bisa kuliah ternyata Mbak malah bisa membantu sekolah adik-adiknya..Rejeki keluarga lewat Mbak Srie berarti.
    Btw, fotonya ketje..ceritanya ngalir jadi tahu saya seperti apa kehidupan seorang cabin crew itu.
    Terima kasih sharingnya ya Mbak:)

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah Mba Dian, indonesia hampir seluruhnya. Negara lain blm sampe eropa & AS.
    Alhamdulillah..setelah menikah & waktu luang saya bisa kuliah. Ibu menangis saat menghadiri wisuda saya & meminta maaf.
    Mohon doa, saya akan menulis buku tentang awak kabin. Ternyata buku ttg awak kabin baru 1 buku yg ada...makasih sdh mampir Mba Dian.

    BalasHapus
  6. Pengalaman menyenangkan jadi crew cabin maskapai ya,kak.
    Bisa ke banyak tempat dan penampilannya terlihat keren dengan seragamnya.

    Kudoakan kak Ningsih sukses dengan project bukunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yra. Makasih doanya &.makasih.sdh.mampir

      Hapus
  7. Waah..ternyata Mbak Ningsih itu pernah jadi pramugari ya.. Kayaknya pekerjaan yang seru! Bisa keliling dunia, ya, Mbak. Apalagi fasilitas yang didapat wah..mupeng! Tapi resikonya cukup besar juga ya..kadang gak bisa merayakan hari Raya bersama keluarga. Yah, semua pekerjaan ada kelebihan dan kekurangannya, ya, Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Mba Nurul, semua.pekerjaan ada.plus-mimusnya. Makasih adh mampir ya mba Nurul

      Hapus
  8. Makbun... keren pengalamannya ihh.. salut! Sehat terus ya

    BalasHapus
  9. Sayaaa takut terbang hihi. Bunda Srie sampai sekarang cantiknya gak berubah, cantiiik. Seru banget yaa Bunda pengalaman kerja jadi pramugari,bisa cerita ke anak cucu. Terima kasih sudah berbagiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terbang itu asyik Mba Dira...asyik banget malah...hahah. kenapa mesti takut? Kita.pasrah aja sama Yg Kuasa. Alahamdulillah...makasih jg sdh mampir

      Hapus
  10. Wah, ternyata Mbak Sri Ningsih itu mantan pramugari to? Keren banget, tahun 80an udah wira wiri naik pesawat. Itu profesi idaman perempuan banget euy. Ayu, rapi, cekatan, ramah wis pokoknya asoy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah....iya pramugari jadul Mba Dawiah..hehehe. makasih sdh mampir ya

      Hapus