Minggu, 23 Oktober 2022

REUNI MERPATI NUSANTARA AIRLINES 2022

 

KEBERSAMAAN YANG GUYUB, RUKUN, SEJAHTERA DAN BAHAGIA


Kebersamaan di acara puncak


Mengetahui akan diadakan Reuni Akbar dari  teman jaman terbang dulu, dia salah satu tehnisi pesawat VC-8. Juga mantan tetangga, karena sekarang sudah pindah ke daerah.  Bahkan kita punya cerita tersendiri saat terbang ke BIK dan nyaris mendarat di danau bosnik BIK.  Tangan Allah  bermain melalui Pak Kopil yang tetiba melihat landasan diderasnya hujan yang gelap gulita.  2 hari kita RTB ke UPG karena AMQ tidak dapat ditembus,  cuaca benar-benar sedang tidak bersahabat. Namun hari itu Pak Kapten holding di udara AMQ,  sayangnya  landasan tetap close karena hujan deras.  Beliau memutuskan langsung menuju BIK. Hal ini ternyata  menjadi masalah baru, apalagi sepanjang penerbangan cuaca tidak bersahabat. Siang hari terlihat seperti malam sepanjang perjalanan dan kita bergoyang-goyang di perut pesawat., sesekali terlihat kilatan petir. Sementara teman saya ini seperti orang bingung  mondar-mandir di kabin dan pantry, ternyata menurut perhitungannya bahan bakar ngga cukup untuk sampai ke tujuan. Apalagi dalam kondisi cuaca seperti ini daaan….katanya kita diminta divert ke sorong karena BIK close. Teman saya ini makin gelisah sambil memegang kepalanya dan mendengus kesal sesekali. 

Kegiatan Senam Bersama

Alhamdulillah…digelapnya cuaca yang hujan deras, Pak Kopil melihat landasan. Mendaratlah kita walau tidak ada petugas yang menyambut kedatangan kita, karena sudah bersiap di danau bosnik. Sementara 2 pesawat garuda on the way divert ke SOQ. Teman saya ini mungkin kesalnya sudah diubun-ubun dan menarik Pak Kapten turun, untuk melihat tangki bahan bakar yang sudah kosong. Hai…..Mas Bambang, tentu ngga lupa dengan kejadian tersebut ya. Saya juga sudah preparation cabin for emergency, penumpang sudah bersila dikursinya sambil komat-kamit menbaca doa. Alhamdulillah Allah masih menolong kita. Berbagai cara penumpang mengucapkan terima kasihnya. Ada yang memeluk, menjabat tangan dan mengucapkan terima kasih dengan tulus. Walau aku sudah basah kuyup, karena membantu penumpang turun di derasnya hujan malam itu. 

Wajah-wajah bugar selepas senam

Mas Bambang Sumarsono, teman-teman saya biasanya menyebut Mas Bambang kecil, karena banyaknya tehnisi bernama Bambang dan memang orang kecil tapi gesit. Oh…maaf kenapa  cerita jadi berbelok ya, tapi itulah salah satu gunanya reuni bernostalgia dengan mengulang cerita lama antara tahun 1982 atau 1983. Mari kembali ke laptop.


 

Saya mendaftar setelah menimbang-nimbang beberapa minggu dan saat melihat daftar peserta, tergelitik juga ingin ikut apalagi diadakan di yogya. Seperti kata Ketua Panitia, Pak Sudar pada paparannya diacara puncak. Bahwa memilih yogya bukan tanpa sebab, tapi lokasinya  ada di tengah-tengah sehingga mudah dijangkau dengan transportasi darat dan udara. Juga merupakan kota wisata, kota pendidikan, kota budaya dan kota perjuangan dengan wisata kulinernya yang tentu kita semua  sudah mengetahuinya. Daftarlah saya, sudah terbayang bertemu teman-teman pasti heboh. Sementara ngobrol di WAG aja sudah ramai, rasanya jadi ngga sabar menunggu  hari pertemuan…..hehehe

Ayooo...semangat....mana suaranyaaa...

Reuni artinya adalah kembalinya mereka yang pernah berkumpul, bekerjasama dan hidup bersama senasib sepenanggungan dan kemudian berpisah. Begitu menurut penjelasan Ketua Panitia, sementara menuru psikolog Kasandra Putranto dari Kasandra Associate, Jakarta, momen reuni menjadi penting, terutama di usia matang.

Semangaaaaat.......sehat.

Di fase ini, menurut Kasandra, seseorang biasanya telah mencapai peak performance. Mereka berada di puncak karier dan kondisi keluarga pun sudah mapan. Ada kalanya kita lelah dengan segala kesibukan menjalankan rutinitas sehari-hari. Tentunya ada waktunya kita butuh break sejenak dan mengisinya dengan sesuatu yang menyenangkan, salah satu  menghadiri reuni. “Kita bisa bebas bercanda lepas dengan para sahabat lama. Meski hanya beberapa jam, ini betul-betul sebuah refreshing yang luar biasa,” ujar Kasandra.  Apalagi sampai 2 hari berkumpulnya….makin seru kan.

Kita akan city tour: Keraton & Pantai Goa Cemara

Karena itu, luangkan waktu untuk datang ke acara reuni sesekali, karena reuni itu memang perlu. Ini 3 alasan utama perlunya reuni :

1. Mempererat  persahabatan

Reuni tak sekadar membangkitkan nostalgia. Hasil studi Wildschut, psikolog sosial dari University of Southampton, Inggris, menunjukkan bahwa pengalaman nostalgia dapat memperkuat jalinan ikatan dengan orang lain (social bonding) dan percaya diri seseorang.

Terbukti, melalui reuni kita bisa membangun kembali jalinan pertemanan yang mungkin sempat terputus. Sahabat masa sekolah pun biasanya sudah lebih mengenal diri kita luar-dalam. “Di depan mereka, kita bebas menjadi diri sendiri tanpa harus jaim. Mau curhat apa pun lebih leluasa,” kata Kasandra.

Maklum saja, masalah-masalah yang dihadapi di usia matang basanya sudah mencapai tingkat dewa, kan, he he. Entah itu urusan ABG, kejenuhan dalam perkawinan, hingga memasuki masa puber kedua. Juga pamer cucu, karena cerita tentang cucu itu tidak ada habisnya. Kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah saat bercertia tentang cucu.

Perjalanan ke Keraton & Pantai Goa Cemara

 2. Memberikan dukungan emosional

Kasandra menambahkan, menjalin hubungan kembali dengan sahabat lama juga akan memberi dukungan emosional kepada kita di saat memasuki fase empty nest, yaitu usia pensiun dan satu per satu anak-anak menikah serta membangun keluarga sendiri.

“Di fase inilah biasanya kita merasa kesepian dan tidak berharga lagi. Sahabat lama akan menerima kita apa adanya, tanpa memandang status sosial.”


Keraton

 3. Mengajarkan tetap memakai logika

Reuni juga mengajak kita untuk melatih akal sehat alias logika. Ini terutama terjadi ketika di suasana nostalgia, tak jarang emosi masa lalu kembali ikut bermain.  Akan terjalin silaturahmi yang lebih erat. Tidak kapok datang lagi dalam reuni berikutnya. Merasa bangga memiliki teman lama yang masih ramah bersahabat dan merasa dihargai sebagai teman atau sahabat.  

Itu menurut ahli, namun sederhananya reuni itu mempererat tali silaturahmi. Dengan bersilaturahmi kita dapat panjang umur, sehat, bahagia  dan tambah imum. Karena kita dapat bersenda gurau, tertawa lepas dan bertukar cerita lama yang indah bila diceritakan kembali sambil mengenang kejadian tersebut, dikala kita masih usia muda. Perlu digarisbawahi bahwa reuni dengan teman sekantor, tidak sama dengan reuni bersama teman sekolah atau kuliah yang semuanya seusia.

 

  Capt. diantara Awak Kabin

Pada dasarnya acara kemarin memang semua melepas atribut jabatan dan lainnya, tapi tentunya kita tetap harus menghormati yang lebih tua, dengan menjaga adab kesopanan dan etika yang berlaku, walau sudah sama-sama pensiun.  Apalagi tujuan reuni ini adalah untuk “Melestarikan Kekeluarga Merpati Nusantara Airlines,” yang mengusung tema: “Guyup rukun, Sejahtera dan Bahagia.”

Paling tidak kita senang melihat teman-teman masih dalam kondisi sehat, dapat hadir dan berbahagia dalam kebersamaan walau dalam waktu yang terbatas. Untungnya dengan bantuan tehnologi kita masih bisa bertegur sapa setiap waktu via WAG.

      

Bergembira di keraton

      Perjalanan menuju yogya begitu santai dan lancar, kali ini Capt Sutanta bertindak sebagai pilot darat. Kopilotnya Irene alias nyonya Capt, Paxnya Bu Niniek dan saya. Start jam 5 pagi dari rumah Bu Niniek dan mendarat di asrama haji, more less jam 14.00. DIsambut Pak Subagyo, Mas Jarot dan Ketua Panitia Reuni, Pak Sudar yang sedang mengawasi pembagian kaos kepada peserta yang datang. Satu persatu rombongan peserta datang dan keseruan sudah mulai terasa. Bahagia bertemu teman-teman sejawat yang biasa ngobrol di wag, saat ini benar-benar berhadapan.

 

  Dapat oleh-oleh kalender
Masya Allah…..rasa bahagia itu tidak dapat disembunyikan, bahagia bisa bertegur sapa langsung dengan teman-teman. Teriakan senang, jabat erat  dan pelukan hangat sebagai pelepas rasa rindu mewarnai pertemuan hari itu. Mungkin juga gerak kita selama dua tahun terbatas karena wabah covid, kini semua dapat bertemu walau tetap menjaga prokes. Sambil menikmati minuman hangat dan snack yang disediakan Mba Suci dan panitia lainnya, menambah panjang cerita disetiap kelompok duduk. Ada juga yang ribut mengurus kunci kamar dan pembagian kaos. Pak Sudar begitu serius mengawasi pembagian kaos, sambil menyampa peserta yang keluar masuk ruang pembagian kaos.

            Maaf kepada panitia, utamanya sekretaris  banyak yang kecewa dengan buku kenangan. Cukup banyak peserta yang telah menyerahkan foto dan data yang diminta via wag, tapi sayang tidak di file dengan baik. Akhirnya tidak tercantum dibuku kenangan tersebut, tapi kebanyakan yang menyerahkan diawal-awal pertama diminta. Awal diminta peserta antusias membuat tribon tersebut, tapi diminta untuk mencantumkan nama difoto masing-masing. Itu pun sudah dilakukan, tapi mungkin harusnya dikirim japri ke sekretaris atau bagaimana peserta tidak mengetahui. Namun salut kepada Pak Sudar selaku ketua panitia yang meminta maaf dengan kesalahan tersebut. Saya tidak mengetahui berapa orang yang akhirnya mengembalikan buku kenangan tersebut, kecewa karena buku kenangan tersebut tidak menyimpan kenangan  seperti yang dijanjikan.

Ngeriung makan bersama di pantai

            Sayang sore itu yogya diguyur hujan deras, sehingga peserta yang akan keluar penginapan membatalkan kepergiannya dan melanjutkan bercengkrama dengan teman-teman. Saya pun kembali ke kamar setelah menghabiskan snack yang diberikan Mba Suci dan batal makan malam, karena sudah kenyang makan kue. Matur suwun Mba Suci, kue yang dibungkus daun itu enak luar biasa. Saya dan Bu Niniek memutuskan untuk beristirahat dan besok bertemu kembali dalam senam bersama.

Menikmati makan siang di pantai

Pak Ridwan diantara teman-teman

            Dari pantauan saya melihat dua mantan Dirut MZ telah hadir dipenginapan. Pak Suratman yang selalu mengabadikan setiap moment dengan camera hpnya, terus saja berkeliling menshoot dan sesekali memphoto. Pak Suratman yang didampingi ibu dr. Ruly, sementara Pak Ridwan hadir tanpa didampingi Bu Ridwan, tiba bersamaan rombongan Mas Udin dan Mba Mary. Senangnya bertemu Mba Anna Tri, Mba Niniek S dan yang masih gesit dan lincah Mba Mary. Saya pun baru pertama kali bertemu Mba Asthy CO 8 yang datang dari magetan, padahal kita sudah sering mengobrol dan bertegur sapa di wag. Bertemu rombongan CO 7 dibawah komando Mba Emiria, ada Mba Jeki, Mba Manik, Mba Yeti Amir,  Mba Indeawani, juga yunior-yunior  terkasih, Leslie, Ari, Elly & Ani Nur. Juga bertemu dua adik berambut perak yang seperti anak kembar,  Ririn dan Woro. Etny, Eva, Puji, Tuti dan bapak pramugari dari malang asli papua dan lainnya. Jumpa Bang Binsar, Mas Hardo, Mas Yunus yang sudah melebar dan Bang Wilmar (alm).

Para senior yg menguras dompet di ps. bringharjo

       Akhirnya bertemu Mas Hendro yang sudah heboh di wag, Mas Masykur, Mas Agus Purnomo. Ternyata peserta dari surabaya tiba dengan menggunakan bus, berkapasitas 50 seats atau lebih. Rasanya terbayang kembali dipelupuk mata, saat terbang bersama teman-teman di masa lalu. Indahnya mengenang masa-masa itu, sampai mengantar saya ke alam mimpi.  Cukup banyak peserta yang tidak bermalam di asrama haji saja sudah heboh, tidak kebayang  kalau semua berkumpul di satu tempat.

            Di hari kedua, cuaca begitu cerah dan suara musik pun sudah terdengar dari bawah, seakan membangunkan  peserta. Saya menyibak kordeng jendera dan melihat keadaan dibawah, sudah ada beberapa peserta disana. Saya dan Bu Niniek bersiap-siap turun untuk mengikuti senam bersama. Untuk menjaga kebugaran dan kejernihan pikiran kita berolahraga bersama. Dilanjut dengan sarapan bersama, lalu bersiap untuk berangkat city tour ke Keraton dan Pantai Goa Cemara. Saya bergabung dengan peserta lain yang sudah berfoto bersama dengan kaos birunya. Terlihat semua sama dan kereen. Tiga bus telah siap mengangkut kita menuju keraton.

 Ada penyanyi juga di bus

Kita harus menyambung mobil wisata ke keraton yang ada, setelah turun dari mobil. Satu persatu mobil berangkat membawa peserta menuju keraton. Saya salut dengan teman-teman yang begitu peduli dengan teman lainnya. Mas Herman yang tinggi besar dan agak sulit untuk melangkah, apalagi naik ke mobil, tapi teman-teman dengan sigap membantu menaikan dan menurunkannya.  Suatu pertunjukan kepedulian yang luar biasa dalam kebersamaan kepada teman, tanpa perlu diminta. Kereeen Bro. 

B'gaya di dalam keraton

Memasuki pintu keraton kita dihadang fotografer dadakan, tapi hasilnya cukup bagus dan kreatif. Pengunjung saat pulang bisa membawa oleh-oleh kalender 2023 dengan foto kita sebagai modelnya. Saya mencari foto diri yang berbingkai kalender ternyata tidak menemukannya. Namun kalau masih rejeki memang tidak kemana, keesokan harinya selesai senam pagi kalender 2023 yang terpampang foto diri ternyata ada. Abang Binsar yang baik hati  menghadiahkannya, mauliate Abang. Peserta sibuk masing-masing dengan berfoto ria dan sesekali mendengarkan penjelasan pemandu tamu.  Keraton yang sudah berusia puluhan, bahkan ratusan tahun tersebut masih berdiri kokoh dengan segala kisah sejarah negeri ini. Sayangnya kita tidak mendapat arahan dari panitia, ya wis pokoknya masuk keraton berfoto ria, lihat-lihat sekeliling keraton dan keluar  karena melihat yang lain kembali. 

Keisengan setelah tukar kado, Mas Hardo mendapat celana perempuan,


lalu diminta untuk langsung dipakai...hehehe

Tidak beda jauh saat di Pantai Goa Cemara, tentu panitia bisa mengestimasi waktu tiba di sana. Waktunya salat dhuzur, memberi info tempat salat dan kamar kecil. Juga lokasi acara, makan siang dan pembagian kado.  Maaf setelah tiba di lokasi, peserta hanya mengetahui ada satu musolah dekat parkiran. Sayangnya kamar kecilnya terkunci, walau akhirnya bisa kita buka. Setelahnya kita tidak mendapat info dimana lokasi acara akan berlangsung, padahal informasi bisa diberikan diatas bus saat berangkat dan menjelang sampai ditujuan. Tukar kado pun, tidak semua peserta mengikuti. Saya mengetahui setelah diberikan 2 buah kado untuk berdua dengan Bu Niniek, begitu masuk ke tempat acara ikut tertawa melihat Mas Hardo dipaksa menggunakan kado yang didapat, berupa celana panjang perempuan….wkwkwkwkw.  Memang semua berjalan aja, tapi tentu akan lebih berkesan andai ada panitia yang memandunya. Saya juga tidak melihat ada TOA atau pengeras suara, tentu akan lebih terkoordinasi kalau ada. Karena pengeras suara akan membantu panitia dalam mengkoordinasi peserta. Iya ga sih?.........boleh tanya kan… hehehe.

Ayooo….pulang biar bisa istirahat untuk acaranya puncak nanti malam, di bus kita dapat suguhan lemper yang masih agak hangat dan rasanya luar biasa eundeees. Mari pulang…….

Serunya Acara Puncak

Acara puncak diawali dengan makan malam. Menu yang terhidang bervariatif dan menggugah selera….perlahan ruang acara mulai penuh, karena peserta yang tidak bermalam di asrama haji, semua hadir. Disamping mantan direksi, mantan pejabat dan pegawai, juga  hadir  mantan awak kabin course pertama sampai ke delapan belas. Course  empat -  enam yang dikomandoi oleh Mba Herning. Course tujuh dipimpin Mba Emiria, course delapan hadir 4 orang : Mba Asthy, Mba Yuli Ertata, Mba Irma, Mba Wiwiek. Sementara  Co 10 ada Mba Suci, Co 11 saya sendiri, Co 12, Leslie yang enerjik, Elly, Ani Nur, Ani Sis dan Ari.Co 13 dikembar berambut perak, Ririn dan Woro, Co 14, 15- Co 18. Sorry Nita course 18 atau 19 ya?.

Panitia, Ketua Panitia dan Pemotongan tumpeng ulang tahun

Para tehnisi seperti Mas Hardo, Mas Bambang Sumarsono, Mas Yunus, Bang Binsar dan staff kantor. Ada Mba Anna Tri, Mba Asih, Mba Sulastri, Mas Udin dan lainnya masing-masing mengelilingi round table yang telah disediakan. Acara dibuka dengan tarian nirboyo yang menghangatkan suasana dengan teriakan dan gerakan yang atraktif. Dilanjut dengan sambutan dan penjelasan ketua panita dengan bahasa jawanya, yang terus terang kulo mboten ngertos artinya…hihihi… maaf Pak Sudar. Alhamdulillah......akhirnya menggunakan bahasa indonesia.

Jajaran Mantan Direksi yang hadir & lainnya

Dilanjut dengan kejutan bagi yang berulang tahun di bulan september, bahkan ada peserta yang bertepatan ulang tahunnya ditanggal 24 september, yaitu Mas Agus Feriyatno mendapat kejutan untuk memotong tumpeng. Potongan tumpeng diberikan kepada Ibu Niniek. Suasana makin ramai karena peserta sudah banyak yang hadir, ruangan pun semakin meriah. Mantan direksi hampir semua hadir dan bergembira bersama, ada Pak Soeratman, Pak Ridwan, Pak Wahyu, Pak Hotasi, Pak Masykur, Pak Yusuf, Pak Jaka dan Pak Kadirun. Semua nampak bersilaturahmi, saling bertegur sapa dan ruang menjadi meriah dengan kegembiraan peserta yang hadir.

Para artis Merpati

 
Penonton tak tahan untuk ikut menyanyi

Suasana pecah saat penyanyi andalan Merpati tampil, siapa lagi kalau bukan Pak Wahyu. Suasana pun bertambah hangat  dengan goyangan badan mengikuti alunan musik. Ternyata Merpati memiliki begitu banyak penyanyi hebat yang terpendam bakatnya. Ada artis dari Ambon, Medan, Manado,  Jakarta, Surabaya yang semuanya luar biasa. Lantai  ruangan pun tidak pernah kosong oleh peserta yang  bergoyang mengikuti irama musik. Ternyata bahagia itu sederhana ya, namun tak ada pesta yang tak usai. Rangkaian acara reuni akbar MZ pun ditutup, tak ada gading yang tak retak karena kesempurnaan hanya milik Allah. Namun setiap yang hadir tentunya menyimpan kesan  mendalam pada reuni ini.


           

Memanaskan badan dengan bergoyang

Larut dalam kebersamaan

Pagi 25 september 2022, asrama haji pelan tapi pasti mulai ditinggalkan dan berangsur kembali sunyi. Selamat jalan bapak, ibu dan teman-teman semua selamat sampai di rumah dan berkumpul kembali dalam kehangat pelukan keluarga. Semoga kita dapat dipertemukan kembali diacara lain dalam keadaan sehat.

Kemeriahan diacara puncak yg terekam

            Sayangnya beberapa hari setelah pertemuan, kita kehilangan seorang teman yang begitu perhatian. Memberikan postingan setiap pagi di wag yang selalu menyejukan. Selamat jalan Bang Wilmar Manurung, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. 

Pertemuan yang membahagiakan

Juga ikut prihatin dengan dirawatnya Pak Sudar yang kelelahan karena ingin mewujudkan acara yang baik, sempuran dan dapat membahagiakan semua peserta. Sehat selalu ya Pak Sudar, juga Bapak dan Ibu  yang lain. In shaa Allah  di  waktu yang lain dapat berjumpa kembali dalam kebahagiaan kebersamaan.

 

Sampai jumpa

 

 NOTE

Tulisan ini hanya untuk menyimpan kenangan dalam kebersamaan yang rukun, guyup dan penuh kebahagiaan. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dan silakan memberi komentar sebagai kenangan penulis. Terima kasih.