Rabu, 13 April 2016

W A N I T A




Wanita, engkau di puja. Tetapi engkau juga di hina.
Wanita, engkau di manja. Tetapi engkau juga di nista.



Wanita  yang juga sering disebut bersifat feminine yang kurang lebih artinya    perjuangan emansipasi wanita, yaitu suatu gerakan pemahaman memperjuangkan hak-hak perempuan dari ketidakadilan dan ketertindasan.
Sejak jaman dahulu sampai sekarang  wanita selalu menjadi warga kelas dua atau warga marjinal, hal ini berlaku diseluruh dunia. Di dunia barat wanitapun masih dipandang sebelah mata, sehingga hanya 10 % saja wanita barat dapat menduduki jabatan di parlemen. Bahkan di Kuawit wanita tidak diberikan hak pilih dan di Arab Saudi seorang wanita tidak diperbolehkan menyetir mobil sendiri walaupun ditemani oleh muhrimnya.

Ketidakadilan
Ketidakadilan terus berlanjut hingga saat ini, coba  telusuri berapa perusahaan yang memberikan  hak yang sama kepada karyawan pria dan wanita. Sementara  kewajiban  seorang karyawan dan karyawat tidak  berbeda, mereka dituntut sama bekerja dengan baik. Namun  kesempatan yang diberikan tidaklah sama, apalagi menyangkut hak karyawan wanita. Salah satu contoh saja, seorang karyawan pria mendapat hak pengobatan bagi dirinya, istri dan  anak-anaknya.  Tetapi seorang karyawan wanita yang sudah menikah, hanya mendapatkan hak pengobatan bagi dirinya sendiri, tidak bagi suami dan anak-anaknya. Padahal mereka dituntut sama dalam bekerja.

Bahkan sebuah pekerjaan yang merupakan bidang wanita, tetapi kaum pria lebih nyaman mendapatkan fasilitas dibanding wanita. Contohnya :  Dibeberapa perusahaan penerbangan yang mempekerjakan  pramugari, justru  status pramugari hanya temporary saja dan hanya sebagai tenaga kontrak. Tetapi seorang pramugara (pramugari pria) dapat menjadi  karyawan  tetap sampai usia pensiun. Lalu  siapa  yang  harus memperjuangkan ketidakadilan ini  ?  Tentu kaum wanita itu sendiri, dengan lebih giat belajar dan meningkatkan kemampuan dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan. 

Apakah Anda  pernah mengikuti  film dari Korea yang berjudul Jewel in the Palace ? Film ini mengisahkan bagaimana seorang wanita berjuang tanpa mengenal lelah agar diakui bahwa dirinya adalah seorang tabib yang dapat melampaui kemampuan tabib pria. Tetapi  kenyataannya tradisi begitu kuat melarang seorang wanita tampil lebih baik dari seorang pria, toh dirinya tidak pernah putus asa dan akhirnya berhasil.


Ketertindasan
Hampir seluruh kaum pria melihat fungsi seorang istri adalah untuk mengandung, melahirkan anak, mengurus suami, memasak, mencuci dan mengurus anak. Sementara menurut ketentuan hukum, suami boleh menceraikannya jika salah satu fungsi tidak dapat dilaksanakan sang istri.  Tidak dapat diajak bergaul, boleh dicerai. Tidak melayani dengan baik, boleh dicerai. Tidak dapat mengandung, boleh dicerai. Alangkah tragisnya nasib istri. Lalu apa yang dapat diperbuat seorang istri, jika suami tidak dapat memberikan  nafkah   atau  tidak dapat memberikan keturunan karena suami yang mandul  ?.

Untuk itu Kartini begitu gigih berjuang walau hanya melalui tulisan, agar kaumnya dapat bersekolah dan menjadi pintar. Kartini hanyalah seorang istri yang hidup didalam  rumah, tetapi perjuangannya  dapat menjebol dinding tembok yang membatasi geraknya walau hanya melalui surat-surat yang ditulisnya. Lalu kenapa kini kaum wanita tidak dapat berbuat lebih baik  di alam yang cukup memberikan kebebasan untuk bergerak dan berfikir ini !.

Jadilah wanita yang kuat

Wanita adalah mahluk yang luwes dan dapat menjadi awan yang meneduhkan jika musim panas. Dapat menjadi payung yang melindungi dari tetes-tetes air jika musim hujan. Dapat menjadi mata air yang menyuburkan, jika musim kering tiba. Dapat menghangatkan suasana yang dingin dan dapat mendinginkan  suasana yang panas.

Wanita harus bisa hidup mandiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus bergantung kepada kaum pria. Jangan menjadi wanita yang cengeng dan menangis jika menghadapi masalah. Jangan mudah panik disaat  masalah datang tiba-tiba.  Tingkatkan kemampuan dan ketrampilan, tunjukan jatidiri dan kepandaian dihadapan kaum pria.

 Wanita  adalah mahluk  Allah yang paling di puji. Wanita  merupakan tiang   negara, karena baik-buruknya generasi manusia tergantung dari  tangan ibu.  Wanita juga merupakan mahluk paling mulia dimata Sang Maha Pencipta dengan sebutan ibu. Wanita jadilah seperti setangkai rumput yang jika tercabut, dia akan tumbuh dan berkembang kembali dan tidak mengenal kata putus asa.   

Wanita Masa Kini

            Wanita di era digital berkembang dengan mengagumkan, pendek kata tidak kalah dengan kaum pria. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang lebih memilih karyawan wanita karena lebih teliti dan loyal, namun tidak sedikit pula perusahaan yang memilih karyawan wanita karena dapat dibayar lebih murah dari karyawan pria. Tidak salah kalau dikatakan kaum adam sekarang memiliki rasa cemburu, karena wanita lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibandingkan kaum pria.

            Namun kemajuan kaum wanita masa kini cukup melenakan, sehingga tidak sedikit yang melupakan kodratnya. Menjadi Wanita Karier adalah pilihan, tapi menjadi seorang  ibu adalah kodrat yang harus tetap dijalanin dengan konsekwen. Mengurus rumah tangga, suami dan anak-anak merupakan tugas utama yang sangat mulia. Walau dapat dikerjakan oleh asisten rumah tangga, tapi mengurus suami dan anak tentu mutlak ditangan kaum ibu. Ga sedikit loh para ibu yang malah menghindari tugas utamanya, sehingga anak-anak lebih dekat dengan pengasuhnya. Apalagi diera gadget, sampai ke desa-desa tidak sedikit wanita yang   menggenggam hp, bahkan dapat asik berselancar di dunia maya tanpa mengenal waktu dan melupakan tugas rumah tangganya. Memang  masih banyak wanita yang multi tasking, sebagai wanita karier yang sukses tapi juga berhasil menjadi ibu rumah tangga. Namun tidak sedikit pula ibu-ibu muda yang bergaya sosialita melupakan urusan rumah tangganya.

Berita terhangat minggu minggu ini, dua orang anak tewas  sabtu lalu karena tenggelam di kolam renang sebuah hotel di surabaya dan ironisnya si ibu yang menemaninya tidak mengetahui kalau anak-anaknya telah tenggelam, karena asyik dengan hpnya. Dia menyadari setelah seorang pegawai hotel memberitahukan, tapi sudah terlambat. Anak-anaknya sudah tidak bernyawa, walau dia langsung terjun ke kolam renang berniat menolongnya. Ternyata teriakan minta tolong dari kedua anak tersebut, sama sekali tidak terdengar. Anda mau jadi wanita yang seperti apa?. Semua pilihan ada ditangan masing-masing. 

#ALUMNI_SEKOLAHPEREMPUAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar