Rabu, 11 April 2018

Lagi Kangen Terbang…….



Sebagai kalender perusahaan di thh 2012


Gaaaiiiis……lagi pada ngapain kah?...

Aku lagi kangen sama kerjaan dulu, alias kangen terbang. Liat para yunior  yang masih terbang dan sama yang lagi pada  training untuk ikut  terbang haji…..huhuhuuhhu.

Kalau lagi inget  perjalanan masa muda,  bagaimana harus berjuang  membantu orangtua mencari biaya sekolah adik-adik karena  Bapak sudah pensiun dan uang pensiunnya  hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari.  4 orang kakak sudah menikah dan  hal itu ngga bisa aku hindari.  Sedih?...pasti, bahkan  aku begitu shock menerima kenyataan ini.  Aku menangis selama dua hari dan ngga tau harus berbuat apa. Mimpi dapat berkuliah, pupus sudah.

Saat itu aku benar-benar  bingung mau berbuat apa dan kerja apa.  Maklum belum seperti sekarang yang hanya tinggal berselancar  mencari info yang begitu mudah.  Dulu cari kerja harus ada uang pelicin dan  ngga gratis tentunya, apalagi  aku ngga punya kemampuan apa-apa selain hanya selembar ijasah walau dengan nilai memuaskan.   
 
Teman 1 course yg lulus ground course & instruktur
Untungnya aku masih waras dan punya semangat tinggi. Aku padangi adikku yang enam orang itu satu-persatu, tak tega rasanya kalau mereka harus putus sekolah hanya karena mengikuti keinginanku untuk kuliah.  Akhirnya aku mulai bangkit untuk mencari pekerjaan, walau ngga tau apa yang harus disipakan. Alhamdulillah ada tetangga yang berbaik hati memberitahu langkah-langkah menccari pekerjaan, salah satunya sarannya untuk mencari lowongan pekerjaan di Koran Pos Kota. Namun alamat yang tertulis ngga semuanya aku ketahui lokasinya. Mulailah aku membuat surat lamaran dan mengirimkannya ke beberapa perusahaan yang membuka lowongan, ada beberapa yang membalas. Tapi setelah diskusi dengan Bapak, tidak direkomendasikan ke perusahaan yang memintaku untuk menjalani tes.

Setelah pelantikan sebagai Awak Kabin
Ternyata Allah itu pasti memberi jalan kepada umatnya yang tulus dan sungguh-sungguh mau berusaha. Ketika mengantarkan sahabatku di rumah ke rumah temannya, aku melihat kerumunan orang di salah satu kantor di daerah tersebut. Ternyata  penerimaan pegawai front liner, yaitu pramugari udara. Aku ikut peruntungan dan langsungg  mendaftar, memang   aku selalu membawa  ijasah di tas.  Hanya copy ijasah yang aku serahkan, tapi aku sudah mendapat nomor tes. Hanya nanti tetap harus melengkapi surat-surat yang dipersyaratakan.  


Sampai di rumah aku langsung cerita ke Bapak dan semua surat Bapak yang urus & pendek cerita semua tes  dapat aku lalui dengan mulus, begitu juga dengan tes kesehatan lengkap. Aku dinyatakan sehat dan diterima sebagai siswa calon pramugari, berhak mengikuti pendidikan calon pramugari selama 6 bulan. 3 bulan ground course dan 3 bulan flight training, kalau ground coursenya lulus. Itu pun dapat aku lalui dengan baik, bahkan aku masuk 5 besar lulusan terbaik.

Cover majalah internal perusahaan
Ada cerita lucu saat mengikuti pendidikan tersebut. Aku yang sehari-hari hanya menggunakan celana pendek & kaos di rumah atau celana panjang, sementara punyak rok hanya rok sekolah. Bingung saat mengikuti pendidikan karena ngga punya baju yang pantas, begitu juga dengan sepatu hanya ada sepatu kets. Ibu ngomel-ngomel, karena aku kalau mau dibelikan baju selalu ditukar dengan buku. Kalaupun mau hanya celana panjang, kemeja atau kaos. Hehehe…akhirnya sepatu ibu yang bisa aku pakai, karena ukuran kakinya sama dengan ku. Sementara baju aku dapat lungsuran dari kakakku yang pertama, yang kebetulan ukurannya sama tapi lebih tinggi aku. Alhamduulillah….semua siap dan akhirnya setiap dapat uang saku, aku beli baju. Dulu uang sakunya hanya Rp. 10.000,- lho, tapi itu udah gede banget di tahun 80. Akhirnya aku dapat predikat pramugari setelah dilantik dan siap untuk terbang. Wooow…..semua ini diluar  mimpiku, tapi Allah lah yang menunjukan jalan ini untukku.

Istilahnya aku kecebur di dunia penerbangan tanpa pernah ada terlintas dibenakku. Inilah duniaku sekarang dan setiap tugas aku jalani dengan baik, hanya  masalah utama adalah dandan. Aku yang ngga pernah mengenal make up, setiap hari harus berhias. Seringnya dandanan dari rumah ngga pernah aku perbaiki sampai aku selesai tugas…hehehe. Aku pernah lho sampai di panggil oleh Chief Cabin, karena masalah make up ini. 

Dandan ala kadarnya & biasa dandan di mobil jemputan
Padahal aku sudah diajarin juga bagaimana bermake up yang di tentukan dan pada saat selesai  training poise & Grace, kita diujinya, menggunakan  baju seragam lengkap dengan make up dan sepatu high heels tentunya. Lalu berlenggak-lenggok di atas catwalk dengan karpet merah, layaknya pragawati. Karena selama ini ngga pernah pakai sepertu seperti itu, padahal  hanya 5 cm tingginya. Aku ngga bisa jalan dan 2 orang teman memegangi tanganku di kanan kiri…hahaha.  Semua  tertawakan termasuk   Dewi Motik, yang merupakan salah satu instruktur saat itu…  Itulah  sekelumit  kelucuan perjalanan hidupku. Bayangkan yang seumur hidup berpakaian seperti cowok, memegang ban biru karate dan ngga kenal make up. Sekarang harus berdandan cantik dan perempuan banget gitu.

Ujian kenaikan tingkat, gaya ya..hehehe
Namun sejak SMP  hari-hari aku diisi dengan kegiatan olahraga, lari, basket, volley, renang dan silat serta karena sejak SMA. Yaa beginilah jadinya aku…hehehe. Entah kenapa Bapak seneng banget masukin aku ke pelatihan bela diri, walau ibu beberapakali protes. Tapi ternyata aku seneng hahaha…..  Munggkin ibu takut anak perempuannya jadi kaya cowok, akhirnya aku dimasukin ke kursus menari, nari jawa pula. Yaa..wis aku manut, dari pada disuruh berhenti les beladiri. Lalu aku di kursusin tari nasional, ada jaipong, tari melayu dan tari makasar. Ternyata saat SMA aku sering  nongol di TVRI untuk menari dan ngga enaknya kalau lagi shooting out door, tiba-tiba ujan. Yaaa….shooting berhenti, karena sumber cahaya dari matahari yang dipandul dengan papan tulis yang dilapisi  alumunium foil. Nginepnya juga di TMII itu….lumayan dapat uang jajan.

Tari angin mamiri dr makasar
Kembali ke laptop ya….dulu jaman aku terbang, bandara belum semua bisa didarati sampai malam, ada yang jam 14.00 atau jam 15.00 udah close & sangat jarang yang buka sampai malam. Biasanya hanya kota-kota besar tertentu yang bisa didarati malam hari, bahkan di beberapa kota propinsi belum ada hotel. Para crew disediakan mess oleh perusahaan untuk tempat kita bermalam. Karena bandara itu close untuk bisa didarati di waktu tersebut diatas, maka kita berangkatnya pagi hari. Untuk long distance ETD (estimate time departure) itu jam 05.00 kita udah take off. Apalagi yang hanya pulang pergi, karena kita harus bisa berangkat dari tempat tujuan sebelum bandara close. Gitu, jadi jam 11.00-17.00 wib kita udah tiba lagi di Jakarta. Kalua berangka dari Jakarta udah siang, berarti kita bermalam di kota tersebut untuk berangkat kembali besok pagi-pagi sekali.

Terbang bersama purser
Kangen di jemput jam 03.00 pagi, karena setiap crew member minimal 2 jam before udah siap dijemput. Naik mobil langsung tidur, bangun dandan dulu, baru turun. Lumayan udah agak segar kan. Sesuai SOP minimal 45 menit sebelum pesawat berangkat, para cabin crew harus mengecheck peralatan emergency dan berbekalan makanan,  itu bisa memakan waktu 30 menit untuk seorang cabin. Selesai kita lapor ke Capt Pilot & ready for boarding.

siap menyambut penumpang
Aku ngga pernah memikirkan gaji, karena memang tidak pernah menerima setiap bulannya. Kenapa? Karena gaji sudah aku serahkan ke ibu, setiap bulan adikku yang mengambilnya ke kantor untuk biaya adik-adikku sekolah. Laah…aku dapat apa? Aku masih punya penghasilan dari jam terbang yang setiap bulannya bisa 2-3 kali gaji besarnya. Penghasilan lain adalah allowance yang di dapat setiap aku menyelesaikan tugas terbang. Asyik kan?  Alhamdulillah..itu  ketentuan Allah untukku. Makanya dalam jangka waktu satu tahun, aku dapat membayar uang muka rumah.

diatas kota malang, menuju Denpasar
Schedul yang diberkan setiap minggu, hanya 1 hari aku dapat libur. Kadang setelah 10 hari aku baru dapat libur, biasanya terjadi karena aku terbang di suatu daerah selama lebih dari satu minggu. Biasanya kita sebut Manado supplai, Surabaya supplai atau Papua supplai. Kalau selesai tugas masih siang, biasanya kami bisa mengunjungi obyek wisata di suatu daerahh gitu.

Menunggu Mensos masa itu, Ibu Nani Soedarsono untuk kembali ke Jakarta
Ada beberapa pengalaman yang menyenangkan, kalau terbang ke daerah yang sedang panen. Seperti ke Menado tapi sedang panen cengkeh, ada aja penumpang yang memberikan kita amplop yang isisnya lumayan woow….begitu juga dengan daerah lain, sering kali kita dikasih buah atau makanan khas sana juga. Dukanya?  Kalau saya sih ngga pernah merasa ada duka, tapi pernah  yang bikin aku sedih. Saat itu aku baru satu tahun terbang dan tetap tugas di hari pertama Idul Fitri. Bapak ku sampai  bilang, “berapa kamu dibayar untuk tugas hari ini? Biar Bapak ganti uangnya”  Bapak sampai memohon-mohon. Tentu saja aku ngga bisa memenuhinya, karena kalau sampai aku bolos hari ini. Aku akan di grounded, hal ini merupakan pelanggaran berat. Karena di hari besar seperti itu, cabin crew yang reserve juga ngga ada. Hal ini bisa membatalkan penerbangan. Urusannya panjang kan, kalau sampai batal…hehee  Waktu itu saya masih baru, jadi ngga bisa minta libur walau hari besar sekalipun. Itu salah satu dukanya, duka lainnya ya kalau ada penumpang yang rese atau kurang ajar. Namun biasanya kita bisa mengatasinya. Serunya kalau terbang di musin hujan, kita seperti dikocok perut pesawat. Bahkan pernah mengalami keadaan darurat, karena cuaca. Tapi aku percaya kalau maut itu ditangan Allah dan kita hanya bisa pasrah & berserah diri padaNya.
Terbang terakhir ke Australia krn sudah hamil 3 bln

Aku juga beberapa kali tugas terbang dengan membawa anak, waktu itu si Ade masih 5 tahun. Dia diam aja di pesawat, aku kasih buku bacaan dan kertas untuk mewarnai. Ternyat tuh anak masih inget suka dibawa emaknya terbang.

Terbang setelah punya melahirkan si bungsu
Aah….tapi senengnya itu ngga kebayar lah…walau lelah  dan kadang harus sholat di pantry pesawat, ya itulah resiko tugas. Bayangin kita kerja tanpa modal, berangkat-pulang diantar jemput. Makan  tersedia, seragam dari ujung kepala sampai kaki diberikan, tas tangan dan travel bag juga dapat. Cuti, mau jalan-jalan tiket gratis dan hotel kita bisa dapat diskon sampai separuh harga, bahkan sering hanya bayar 25 % dari harga normal. Begitu juga di duty free dan di luar negeri hanya menunjukan ID card atau passport bisa dapat diskon sampai 40% kalau belanja.  
 
Mengantar Megawati ke Makasar
Kangeeeen bau kabin pesawat, kangeeen makanan pesawat, kangeeen jalan, kangeeen becanda…pokoknya kangen semuaaaa… I belief I can"t fly, but I can flying..Miss all so much 


Bersama teman sejawat

Senin, 09 April 2018

9 MANFAAT LAIN LIDAH BUAYA




Pasti semua mengenal dengan tanaman berlendir ini, karena  dapat tumbuh di mana saja.  Tumbuhan ini merupakan    tanaman  beriklim tropis dengan bentuk menyerupai kaktus.  Itulah   Lidah Buaya  yang  nama latinnya disebut “ Aloe Vera”  Tahu kah Anda manfaat dan khasiat tanaman ini?  

Redaksi mencoba menurunkan 9  manfaat dan khasia Lidah Buaya, siapa tahu  suatu saat  Anda membutuhkannya. Untuk mendapatkan berbagai manfaat dari tanaman ini, Anda dapat langsung mengkonsumsinya atau   menjadikannya sebagai obat oles untuk pemakaian luar tubuh. Berikut  9   manfaat lidah buaya yang wajib   Anda ketahui dan tidak boleh dilewatkan:

1.       Mengobati jerawat

Sebagai obat jerawat, Lidah buaya mengandung senyawa aktif yang disebut polifenol sebagai agen anti bakteri. Komponen ini dapat membantu menghilangkan jerawat pada wajah anda dengan mencegah pertumbuhan bakteri yang memicu terbentuknya jerawat.  Caranya:   Cuci wajah Anda terlebih dahulu, lalu oleskan kandungan gel lidah buaya pada bagian wajah yang berjerawat setiap pagi dan sore.

2.       Mempercepat penyembuhan luka di kulit

Lidah buaya memiliki senyawa yang dapat mempercepat penyembuhan luka di kulit yang disebut dengan glukomanan dan gliberelin. Senyawa ini akan meningkatkan sirkulasi darah dan pembentukan kolagen di area sekitar luka sehingga pembentukan jaringan baru dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, senyawa aktif ini juga dapat mencegah kematian sel di daerah sekitar luka sehingga mengurangi munculnya bekas luka.  Caranya : Cuci luka hingga bersih.   Pastikan perdarahan pada luka sudah berhenti.  Jika luka sayatan masih berdarah, hentikan perdarahan terlebih dahulu dengan menekan luka menggunakan kasa.   Oleskan gel lidah buaya ke bagian luka secara merata.
Perlu diingat bahwa penanganan luka terbuka harus selalu dalam keadaan bersih, begitu pula dengan lidah buaya yang digunakan harus dicuci terlebih dahulu.


3.       Mempercepat penyembuhan sariawan atau luka di mulut

 Tak jarang kita mendapati mulut kita mengalami sariawan akibat tergigit, terluka saat menyikat gigi dengan keras, ataupun saat kita kekurangan vitamin C. Caranya:  lidah buaya digunakan sebagai   campuran saat berkumur atau langsung mengoleskan gel lidah buaya pada bagian  luka. Kandungan vitamin C lidah buaya dapat mempercepat penyembuhan sariawan.  Selain itu, kandungan zat lupeol dalam lidah buaya bersifat sebagai antiseptik dan membantu mengurangi rasa nyeri di mulut.

Untuk penggunaan gel lidah buaya secara langsung, anda dapat mengoleskan 2-3x sehari sampai luka sariawan sembuh. Sedangkan sebagai larutan kumur, anda dapat melarutkan 2 sendok makan gel lidah buaya ke dalam air bersih dan gunakan untuk berkumur selama 2 menit.

Lakukan cara ini 4x sehari untuk mempercepat penyembuhan luka sariawan. Metode ini telah terbukti memiliki efek penyembuhan yang sama dengan penggunaan obat kortikosteroid yang biasa dioleskan untuk menyembuhkan luka di mulut.

4.        Membantu pengobatan psoriasis

Psoriasis adalah bercak-bercak merah yang sering muncul dengan rasa gatal disertai kulit yang mengelupas muncul akibat reaksi autoimun dalam tubuh. Penyakit kulit ini terjadi karena sistem imun dalam tubuh salah mengenali antibodi sendiri sebagai musuh, sehingga muncul reaksi perlawanan berupa penyakit kulit psoriasis. Dalam pengobatan psoriasis, lidah buaya mengandung senyawa alprogen yang dapat menghambat reaksi autoimun tersebut.  Anda dapat memanfaatkan 0.5% ekstrak lidah buaya yang telah dikemas dalam bentuk krim.  Oleskan krim ini 3x sehari selama 4 minggu untuk mempercepat penyembuhan bercak psoriasis. Selain itu, kelembaban dari lidah buaya dapat mengurangi gejala rasa gatal di kulit.

5.       Membantu mengatasi dermatitis atau eksim

Dermatitis atau eksim adalah peradangan pada kulit yang sering muncul pada kulit sensitif, terutama pada daerah dengan cuaca yang panas. Kulit akan tampak merah, muncul bintik-bintik, dan juga gatal. Lidah buaya dapat membantu mengatasi masalah eksim yang anda alami.
Sensasi dingin dari gel lidah buaya dapat mengurangi rasa gatal dan senyawa seperti alprogen dan C-glukosil yang terkandung di dalamnya dapat menghambat reaksi peradangan dan meredakan ruam merah yang muncul. Caranya:  Iris lidah buaya untuk mendapatkan gelnya, lalu   oleskan   pada daerah yang terkena eksim atau dermatitis 2x sehari hingga gejala eksim menghilang.

6.       Menjaga keremajaan kulit

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa lidah buaya memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan kulit, salah satunya   menjaga keremajaan kulit. Kandungan antioksidan yang ditemukan dalam lidah buaya dapat melawan radikal bebas yang berperan dalam proses penuaan kulit.

Selain itu, gel lidah buaya juga terbukti dapat meningkatkan produksi kolagen yang mempertahankan elastisitas kulit sehingga kulit tampak senantiasa kencang dan terlihat segar. Caranya: Gunakan gel lidah buaya sebagai masker ke seluruh badan termasuk wajah dan biarkan selama 20 menit.  Setelah itu bilas dengan   air bersih. Lakukan metode ini 2x dalam seminggu untuk mendapatkan kulit awet muda sesuai yang anda inginkan.

7.       Menghilangkan panu di wajah

Selain sebagai agen anti bakteri, gel lidah buaya juga memiliki kemampuan sebagai agen anti jamur. Salah satu kandungan dalam lidah buaya dapat menghambat pertumbuhan jamur yang sering muncul sebagai panu di kulit. Caranya: Oleskan gel lidah buaya ke area kulit yang terinfeksi panu dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas gel dengan menggunakan air bersih. Ulangi langkah ini 2x sehari hingga panu di kulit anda menghilang.

8.       Membantu menghilangkan plak pada gigi

 Plak pada gigi sering membuat seseorang menjadi tidak percaya diri untuk tersenyum. Salah satu penyebab munculnya plak gigi yaitu adanya zat yang dihasilkan oleh bakteri yang terdapat pada rongga mulut. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat menggunakan lidah buaya sebagai larutan kumur.

Hal ini telah dibuktikan dalam suatu penelitian yang menyebutkan bahwa jus lidah buaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut. Selain itu, lidah buaya juga memiliki efektifitas yang sama dengan senyawa klorheksidin yang terdapat pada obat kumur dalam menghilangkan plak gigi sekaligus memutihkan gigi anda yang kuning. Caranya:   Potong 1 tangkai  lidah buaya dan cuci  bersih, lalu   potong  lidah buaya menjadi bagian yang lebih kecil. Kemudian masukkan ke dalam blender dengan menambahkan sedikit air.   Berkumurlah dengan menggunakan jus lidah buaya tersebut selama 2-3 menit kemudian lanjutkan   berkumur  dengan  air bersih. Lakukan langkah ini secara teratur 2x sehari selama 15-30 hari.

9.       Menurunkan berat badan

Manfaat lain yang juga sangat menarik dari lidah buaya yaitu efek menurunkan berat badan terutama pada orang dengan kegemukan atau obesitas. Lidah buaya yang memiliki kandungan serat yang tinggi dapat membantu mengikat lemak dan melancarkan pencernaan sehingga proses penyerapan nutrisi berjalan dengan baik dan mencegah adanya penimbunan lemak. Caranya: konsumsi 147mg gel lidah buaya 2x sehari selama 8 minggu secara teratur untuk mendapatkan manfaat ini.
Waktunya Anda mengaplikasikannya dan dapatkan segudang khasiat positif dari lidah buaya untuk tubuh Anda. Selamat mencoba.

 

Senin, 02 April 2018

RASA TIDAK TEGA MERUPAKAN SUMBER KEHANCURAN



Maaak.....lagi pada ngapain nih...?  Aku lagi baper  sampe mewek lagi

Pernah ga sih melihat atau mendengar cerita seorang anak yang tidak berbakti kepada orangtuanya?. Atau paling ngga mendengar keluhan seorang ibu yang kecewa kepada anaknya, entah karena kuliah yang ngga selesai-selesai, ngga mau mendengar nasihat orangtua sampai anak yang tidak mau membantu orangtua. Bahkan yang ektrim, orangtua dibuat seperti pembantu rumah tangganya untuk mengurus  anak-anaknya. 

Aku  tuh baper banget kalau udah jadi pendengar cerita teman tentang anak-anaknya. Saya bahagia kalau ada orangtua yang bercerita tentang keberhasilan anaknya. Ada yang hanya perlu didengarkan, ada yang minta saran dan ada pula yang minta saya turun tangan bicara dengan anaknya. Naah...kalau sampai harus turun tangan, aku biasanya nanya sampai detail dari awal, lalu cari ahli untuk saring dulu. Kalau sudah aku dapat langkah-langkahnya, barulah aku siap membantu menyelesaikan.

Setiap cerita tersebut, selalu aku sampaikan kepada anak-anakku pada saat makan malam. Hal itu aku jadikan pembelajaran, agar anak-anak mengerti dan mengetahui bagaimana mereka harus bersikap terhadap orangtua. Bahkan  seringkali anak-anak membantu memberikan masukan. Aku berharap anak-anak dapat belajar dari setiap kejadian tersebut.

Kisahnya:

1.    Seorang teman mendatangi meja ku di suatu pesta dan bercerita,  anaknya sudah enam tahun kuliah belum selesai. Aku kenal anaknya, dia satu kampus dengan anakku, hanya beda  fakultas.  Anakku sudah  selesai  3 tahun yang lalu, dengan predikat cum laude (bukan bermaksud sombong, tapi   bangga dengan diri sendiri  yang berhasil  memompa semangat anakku).

Teman  berkeluh kesah  karena anaknya dalam menyelesaikan skripsinya, tapi mentok terus dengan alasan dosen pembimbingnya  menolak judulnya. Juga meminta  menggunakan penelitiannya yang aneh-aneh. Akhirnya anaknya  ga tahan dan minta pindah   kuliah, sementara dia mau anaknya tidak pindah.  Dulu itu susah masuk ke universitas negeri. Begitu ceritanya  sambil  mewek. 

“Aku minta tolong, Mba nasehati  anakku. Dia nurut kalau Mba yang bilangin. Tolong ya Mba, aku ngga mau dia pindah dari sana.”  Begitu mintanya dan  aku menggali masalah yang terjadi.

“Ok, aku coba ya. Nanti ku kabari.  

Sesuai janji, aku menghubungi anak tersebut. Namun   tidak diangkat, mungkin dia sudah tau kalau aku akan menanyakan masalahnya. Karena   di medsos aku suka menanyakan kabar kuliahnya. Akhirnya aku dapat bicara dan skripsinya terhambat karena ada 6 mata kuliah yang belum diambil, padahal itu mata kuliah wajib. “Jleb”  dengarnya. Yaa..sudah masih ada waktu kan sementer depan untuk menuntaskan yang belum diambil? Jawaban yang diberikan ngga memuaskan ku, intinya tetap minta pindah karena kalau ngga di DO.  Mama juga sudah setuju, kalau aku pindah.

Sumpah air mataku meleleh mendengar jawabannya. Karena ibunya mengatakan kalau dia sudah abis-abisan untuk membiayai kuliah anaknya, sampai kakaknya tidak kuliah hanya agar adiknya bisa kuliah. “Maklum dia anak laki-laki Mba” begitu mamanya bilang.   Mamanya single parents. Aku berusaha  terus membujuknya dan memberikan beberapa alternative  agar tidak sampai pindah, setelah  mendapat masukan dari anakku.  Ku dengar dia juga menangis, semoga berhasil.
Aku sampaikan hasil pembicaraan dengan anaknya & inti masalahnya bukan karena dosen pembimbing, tapi belum mengambil 6 mata kuliah wajib sehingga penulisan skripsinya harus terhenti sebelum menyelesaikan mata kuliah tersebut.  Anak tersebuut masih dapat terus kuliah tanpa di DO, tapi harus diurus ke TU kampus.  Tindaklanjutnya tinggal ibunya yang melaksanakan.

Saat ketemu kembali dengan ibunya, tanpa ditanya langsung meluncur cerita. Kalau anaknya tetap pindah, tapi ke daerah lain dang a mau di Jakarta. Woow…..bisa dibayangkan berapa puluh juta biaya yang harus dikeluarkan masuk ke universitas swasta, berapa biaya perSKS nya. Biaya kos dan kebutuhan sehari-hari.  Miris saya mendengarnya dan speechless.

Pelajarannya:

Anak itu tetap harus selalu dalam bimbingan orangtua, walaupun sudah kuliah. Apalagi kuliah diluar kota, andai ngga bisa menjenguknya secara rutin ke sana, jangan putus komunikasi. Kita sebagai orangtua harus tau, kapan anak harus menyetop kegiatan diluar kuliahnya agar pendidikannya bisa selelsai tepat waktu. Kenali teman-temannya, agar kita dapat mengetahui pengaruh yang ditularkan teman-temannya.  Usahakan  beri gambaran kepada  anak-anak ketika dia akan mulai kuliah dan pantau  kegiatan kuliahnya serta teman-temannya.

Anak ku yang sejak kecil belum pernah tinggal jauh dengan orangtua, dia memilih kuliah di luar kota. Saat mengantarnya, aku harus menguatkan hati agar tidak tega dan tidak menangis ketika meninggalkannya di kamar kos. Sendirian, ngga ada keluarga hanya beberapa temannya. Bagaimana teirisnya hatiku saat dia telpon  “aku lapar mama, makanannya ngga ada yang seenak masakan mama”    Bahkan sampai sakit, karena kurang cocok dengan makanan yang ada.

Kondisi ini justru aku manfaatkan untuk memecut semangatnya agar belajar sungguh-sungguh dan menyelesaikan kuliahnya dengan cepat.  Dia seringkali mengatakan “aku pengen pulang mama” Maksudnya pulang, ngga kembali lagi.

“Oh Ade mau pulang?  Yaaa…cepet  lulus”  jawab aku
Ternyata, kata-kata tersebut aku liat telah tertempel didinding kamarnya

 
Kata2 Emaknya, dia tempel
Setiap anak itu unik dan tidak ada anak yang sama walau dia saudara kembar sekalipun. Kakaknya kuliahnya selesai tepat waktu, tapi penyelesaian skripsinya terbengkalai karena keasyikan kerja. Maklum saat PKL dia langsung diangkat jadi pegawai. Mau tau apa punishment yang aku kasih?  Silakan  tanggung sendiri biaya kuliahnya sampai wisuda…hehehe…..bayangin aja kalau satu semester 7 juta, lah kalau setahun berapa tuh?......Tapi namanya orangtua, saat mau ujian koprehensif dan wisuda Emaknya  ga tega juga, nanya berapa harus bayar. Jawabanya bikin Emaknya sock!  “Tenang Ma, aku ada kok. Uang Mama simpan aja.”     Kereeeen…….Emaknya girang  tau, uangnya ga jadi dipakai….wkwkw.

Kata2 Emaknya dia jadikan penyemangat
2.       Seorang tetangga dekat bercerita saat kita sama-sama belanja di tukang sayur yang lewat di depan rumah. Selesai belanja biasanya ibu-ibu masih ngobrol, tiba-tiba dia mendekati ku dan berkisah. Aku sangat paham dengan ibu ini yang menjadi tulang puggung keluarga, Suaminya sudah ga bisa kerja karena strok, menantunya tidak bekerja dan tinggal bersama dengannya. Bahkan pekerjaan rumah tangga, dia pula yg mengerjakannya. Tinggal bukan di rumah sendiri alias kontrak.

Pelajarannya:

Aku ngga bisa menyalahkan anak si ibu, karena kesalahan tersebut bukan sepenuhnya ada ditangannya. Namun kembali ke orangtuanya, apakah dia mengajarkan anaknya  untuk  hidup mandiri dan kenapa dinikahkan kalau calon mantu tidak punya kerjaan.  Ibu harus berani bicara dengan anak dan menantu selama dia tinggal menumpang di rumah. Hal ini seperti lingkaran setan yang  ngga ada penyelesaiannya,  karena ketidaktegasan orangtua dengan dalih  “ ngga tega”  lalu kapan anak mau dewasa kalau terus ibu lindungi.

Sejak kecil seorang ibu selalu mengajarkan anak-anaknya untuk mandiri dan tanamkan itu hingga anak-anak dewasa.  Kemandirian itu ada dua macam:  Mandiri secara mental dan mandiri secara ekonomi. Saat anak-anak telah bekerja, ajarkan  hidup mandiri  agar dapat menolong dan mengurus diri sendiri. Mandiri secara ekonomi, didik anak-anak untuk membiayai  hidupnya  dari  hasil keringatnya sendiri.  

Bantu merencanakan masa depan anak sesuai kemampuannya, sehingga pada saatnya memasuki dunia rumah tangga mereka tidak akan bergantung terus kepada orangtua. Bahkan bisa membantu orangtua.

Memang paradiqma masyarakat tingkat menengah ke bawah, anak yang telah menikah dan tetap tinggal bersama orangtua dianggap hal yang wajar. Mari kita ubah hal tersebut menjadi lebih baik dan sepatutnya, karena tidak selamanya orangtua akan terus mendampingi anak-anak. Apalagi terus menjadi beban orangtua.  

Hal yang perlu diingat, semua itu tetap salah orangtua karena tidak mendidik dan membimbing anak-anak dengan baik dan benar. Andai dididik sejak kecil, tentu akan lebih mudah bukan?.

 Saran:
  • Didik anak agar mandiri sejak kecil
  • Beri pengertian tentang mandiri saat mereka dewasa dan latih untuk dapat mengurus dirinya sendiri
  •   Bimbing mandiri secara ekonomi, demi masa depannya
  • Jangan biarkan anak laki-laki menikah, bila belum mepunyai pekerjaan
  • Usahakan hidup terpisah, bila anak telah menikah dan buang jauh rasa tidak tega Anda. Karena  hal itu justru akan menghancurkan masa depan anak Anda sendiri.
  • Beri contoh teladan, karena hal itu akan lebih cepat diserap anak
  • Nasihatkan anak perempuan Anda, untuk mengingatkan suaminya terhadap ibunya. 
  •  Ingatkan anak laki-laki Anda, bahwa dia bertanggungjawab terhadap kedua orangtuanya.
Orangtua aku telah menerapkan pendidikan seperti ini, sehingga anak-anaknya alhamdulillah mandiri. Kalau ada anak yang belum mampu, ibu ku membayarkan kotrak rumanya untuk dua bulan, selebihnya sudah harus bayar sendiri.

Alhamdulillah, pendidikan ini pula yang aku ajarkan kepada dua anakku. Walau aku telah membelikan rumah dari hasil asuransi beasiswa anak-anak yang tidak dipergunakan, alhamdulillah anakku yang pertama sebelum menikah telah memiliki rumah sendiri dan langsung pulang ke sana setelah pesta pernikahan usai.

Semoga bermanfaat.