Senin, 09 Januari 2017

JALAN JALAN GA HARUS MAHAL





Memanfaatkan liburan  natal yang lalu, aku  ngajak jalan-jalan cucu. Memang aku udah  janji mau ngajak naik busway dan  Intinya sih mau  berkeliling Jakarta.  Bayangin  bisa keliling Jakarta hanya dengan uang Rp. 3.500,- atau nyambangin wisata  yang ada di Ibu Kota NKRI ini dengan gratiiiiiis.  

Ternyata  dari lokasi yang ga jauh dari rumah  kita naik busway, tapi  karena liburan  penumpang busway yaaa…..anak-anak & emak-emak yang  punya niat sama dengan akuh.   Yoo…. wis   tuh  krucil  saking senengnya  pada  ga mau duduk.  Di busway maunya pada  wara wiri, padahal jalan aja blom jejeg….hahahaha.   Pokoknya rempong  tapi seruuuu….trus  maunya pegangan gelang-gelang yang untuk pegangan kalau panumpang berdiri, jadi glantungan gitu eeen…dia pada ketawa seneng. 


Jadi inget waktu anak pertama aku ajak naik bus, dulu bus patas. Kalau ada penumpang naik, dia keliatan bingung & akhirnya dia teriak  “Pak sopir, jangan naikin orang terus dong jadi penuh busnya.” Penumpang bus pada ketawa dan si sopir ngakak, sambil bilang “siap bos.”…hehehehee…..

Dari tangerang kita naik busway dengan rute Poris-Bunderan Senayan & transit di Gelora Bung Karno, trus nyambung yang ke kota. Kita turun di shelter Monas, letaknya persis di seberang Musium Gajah. Ngantrilah kita untuk naik bus wisata menuju Kota Tua, nunggu hanya 10 menit bus wisata tingkat datang.  Waaah….kita langsung naik ke lantai atas  setelah mendapat karcis dari mas kondektur, daaaan…krucil  wara wiri dilantai bus sambil melihat ke luar jendera.  Rute pertama bus wisata yang kita naiki  dari Monas- Harmoni-Pasar baru- Masjid Istiqlal, kita transit untuk naik menuju Kota Tua.

 Yuhuuuuu……bus wisata kedua yang kita tumpangi menuju Kota Tua dan rute yang dilalui dari Masjid Istiqlal-Harmoni-Gedung Arsip dan terakhir Kota Tua. Mba Kondekturnya ramah & cantik, ga seperti Mas Kondektur bus yang pertama…jutek bingit.  Akhirnya kita mendarat di Kota Tua, karena hari libur pelataran penuh dengan pengunjung. Namun krucil masih bisa berlarian, dan Laeka b’gaya  kayang saat difoto. Dia bilang “Eyaaang….pegangin tangan aku…”…hahahha…anak sekarang, masih pentil udah pinter gaya.

Musiumnya tutup, tapi pengunjung bisa  bersepeda  sewaan yang berwarna warni. Uang sewa Rp. 20.000 sekali sewa atau befoto ria dengan cewek  yang berdandan ala noni-noni belanda, lengkap dengan payung rendanya. Pedagang asongan & kaki lima  juga ikut meramaikan arena Kota Tua.  Puas  main disana dan perut juga udah  protes minta diisi, kita  berkeliling melihat  resto yang ada tapi semua penuh.  Begitu juga dengan   toilet hanya ada satu dan bersatu dengan musholah,  pengap banget tempatnya.


Kita memutuskan kembali dengan   busway & isi perut dulu di sarinah, lalu kembali ke monas untuk main di taman. Tapi ternyata Monas dan Musium setiap hari senin ternyata tutup, tapi ga ada keterangan peraturan itu. Akhirnya aku masuk ke kantor polisi yang dekat situ & meminta penjelasan, ternyata setiap senin semua obyek wisata yang dikelola  Provinsi DKI   Jakarta tutup, karena untuk perawatan. Catet ya!!!......Kasian pengunjung dari daerah, hanya pasrah berdiri di depan pintu gerbang yang tertutup.

Akhirnya kita putuskan menuju Taman Menteng…cuuus….krucil seneng bisa  manjat, main prosotan, ayunan dan  berlarian di taman tersebut yang makin sore makin penuh. Ini mungkin salah satu Ruang Publik Terbuka  Ramah Anak yang merupakan taman bermain anak, lengkap dengan fasilitas permainan bahkan ada yang dilengkapi dengan perpustakaan.  Sampai disini jalan-jalan liburan kita, yuuuk  mari pulang.
Jalan-jalan ternyata ga selalu harus mahal, ongkos jalan lebih murah dari ongkos kita maksi. Bagi siapa saja yang  mau mencoba naik bus wisata gratis, asal anda naik dari halte bus wisata di Jakarta silakan coba. 

Bus Wisata mempunyai 3 rute yaitu :  History of Jakarta melayani pelanggan menuju museum dan lokasi-lokasi bersejarah, lalu Shopping Experience/Jakarta Modern yang merupakan tempat-tempat belanja di Jakarta  dan  Art and Culinary   yang khusus  ke tempat-tempat kuliner, seperti  Balai Kota, Pecenongan dan Kota Tua.  

Waktu operasi Bus Wisata ini, Senin-Sabtu pukul 09.00-17.00 WIB. Hari Minggu mulai pukul 12.00-20.00 WIB dan khusus bus wisata Art & Culinary beroperasi hari sabtu pk. 17.00-23.00 WIB. Bus ini gratis bagi siapa saja yang akan city tour di Jakarta & setiap penumpang akan diberikan karcis oleh petugas. Bus ini adalah bus tingkat yang terdiri dari 69 kursi, ber AC yang nyaman bagi penggunanya. Menurut info Provinsi  DKI Jakarta saat ini memiliki 22 unit hasil sumbangan dari beberapa perusahaan.

Program ini  untuk mendorong wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia, yang  bertujuan   memberikan kemudahan bagi  wisatawan atau pun masyarakat  di Jakarta untuk menikmati keindahan dan kemacetan kota Jakarta ini. Pengemudinya semua wanita loh dan cantik-cantik.

Rute & Jalur Halte Pemberhentian Bus City Tour Jakarta
Halte Bundaran  Hotel Indonesia – Halte Museum Nasional – Halte Pecenongan – Halte Pasar Baru – Halte Masjid Istiqlal – Halte Monas 1 – Halte Monas 2 – Halte Balai Kota – Halte Sarinah.
Halte Masjid Istiqlal (Monas 1) -  Harmoni- Gedung Arsip – Kota Tua dan ada baiknya sebelum naik, sebelum naik ada baiknya  Anda bertanya kemana tujuan bus tersebut.
Liburan ga selalu mahal dan anak-anak juga seneng,  Anda mau coba?.... monggo siapa aja boleh naik bus wisata gratis tapi harus di Jakarta….hehhehehe

Melawan Kantuk

                                                               Si merah, lappy setiaku





Rencana atau bahasa  kerennya resolusi menulis tahun 2017  pengen  bingit  buku soloku segera terbit, sebelum  waktu ijab kobul anakku berlangsung tahun ini. Yaa….Allah kabulkanlah doaku….Aaamiiin yra.   Buku itu akan menjadi  kado istimewa  pernikahan anakku  yaaa….Rabb…., karena   Aku menulis buku  tersebut  untuk panduan    anak-anak ku   dalam bertingkah laku kepada orangtua, mertua & mengurus rumahtangganya.

Dapat menyelesaikan buku ke dua yang sedang aku kumpulkan bahan-bahan pendukungnya dan lanjut dengan buku ketiga yang lagi dicicil outlinenya. Mimpinya calon buku ku segera dilamar  penerbit dan berjejer di pajang di toko buku…oooh…..indahnya. 

Resolusi lainnya dapat penghasilan dari blog,  juga tulisan yang semakin baik dan bisa tembus media lagi seperti waktu duluuuuu……. Ga mau  kalah  sama Mba Indari yang tahun ini akan nulis 100 buku, tapi emang akuh sapa kok dipadane karo Mba Indari?. Mimpi kale yeee…..hehehehe,  tapi virus semangatnya yang mau akuh tiru. Moga-moga juga terkabul…aaamiiin..

Mau rajin nangkepin ide  yang bersliweran  di otak  kalau lagi oprek di dapur. Biasanya diinget-inget dulu, selesai urusan dapur langsung mantengin si merah lappy kesayanganku. Tapi yang bisa dicatat hanya sedikit, selebihnya udah raib atau matanya udah lengket  ga bisa diajak kompromi.  Kasian lappyku yang udah setia menunggu tapi dianggurin, padahal itu duduk manis dimeja kerja.  Kalau ngetik di meja kecil yang di atas tempat tidur, haduuuuh….bisa lebih parah. Yang ada lappy udah berpindah ke atas meja dan kaget  karena  udah denger azan subuh berkumandang….wkwkwkwkwkw.

Sebenarnya melawan  kantuk itulah target  utama  dan aku harus B I S A!!!. Gimana mau nulis 100 buku, kalau mata ajah ga bisa diajak kompromi dan akhirnya ide yang udah bersliweran lenyap tanpa bekas. Bukan ga boleh merem, tapi paling ga sesudah nyatat tuh ide yang udah sudi mampir di otak emak enih. Hayoooo…..mak, lawaaaan. Cemunguuuuut……, jangan kalah sama yang muda dunk!!!!.  H A R U S B I S A..!!!!!!!!.....
#ALUMNI_SEKOLAHPEREMPUAN

Selasa, 27 Desember 2016

PAMEKASAN MADURA MAKIN KEREEN





Siapa yang belum tau Jembatan Suramadu?...... itu  loh jembatan yang menghubungi Surabaya- Madura dan  yang membuat  siapa aja yang melaluinya, pasti mau  berselfie ria. Termasuk akyuuuu….tapi itu dulu waktu baru dibuka, eeeee…..engga ding  tahun 2015 sama temen-temen masih selfie di situ walau kucing-kucingan sama polisi.. (biasa lah klo rame-rema berani..hehehehe). Dengan adanya jembatan suramadu, penyebrangan dengan kapal fery agak berkurang pengunjung, tapi sekali-kali asyik juga nyoba dengan fery melalui Perak di Surabaya dan akan tiba di Pelabuhan Kamal, Madura.




Hayoooo…siapa yang belum nyoba bebek sinjai di Bangkalan yang terkenal itu?......Aku ngacung paling tinggi  wkwkwkw….karena ga doyan bebek, tapi pernah ikut makan disitu dengan menu lain. Menurut aku sih es klamutnya muantaaab, tapi katanya anakku sambel manggahnya eunaaak tenan.  

Pokoknya  Madura sekarang udah menggeliat dan bak putri remaja yang mulai bersolek mempercantik diri. Namun sayangnya sekarang udah ada macet, bahkan banjir. Terutama di Sampang, padahal  untuk menuju ke  kabupaten lain ya  hanya  jalur itu aja. Pulau garam begitu sebutannya,  tapi jangan berharap  sekarang dapat menjumpai gunungan garam  disepanjang jalan yang kita lalui.  Bahkan 5 tahun lalu aku pulkam aja udah ga ada,  malah ke jebak macet  di Sampang.  


Pulau Madura terdiri dari 4 kabupaten, Bangkalan, Sampang, Pamekasan & Sumenep yang masing-masing kabupaten punya obyek wisata yang ga kalah menariknya dengan daerah lain. Hanya sayangnya pemerintah setempat kurang memberdayakan, sehingga kurang banyak di kenal masyarakat. Namun dengan adanya suramadu, diharapkan obyek wisata ini bisa menjadi pemasukan daerah yang lebih baik.

Berhubung aku pulkamnya ke Pamekasan, jadi mau sedikit ngobrol wisatanya. Ada  Api Tak Kunjung Padam, Air Terjun Durbugan, Pantai Jumiang, Rawa Mangunan, Pantai Talang Siring, Vihara Avalokitesvara, Bukit Waru, Sumur Akik dan Makam Batuampar dan Bukit Brukoh. 

Aku mau cerita wisata alam Api Tak Kunjung Padam dulu, karena wisata ini terletak di kampung ku, deket bingit dari rumah. Wisata  ini  memiliki api abadi  yang  merupakan satu dari sekian banyak api alam yang ada di dunia.Lokasi lengkapnya  di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Dari pusat kota Pamekasan hanya berjarak kurang lebih 4 km dan dapat di tempuh  sekitar 15 menit, lokasinya juga ga jauh dari jalan raya. 

Keunikannya adalah semburan api yang berasal dari bawah permukaan tanah atau perut bumi. Hebatnya lagi,   api  di sini  tetap menyala meski diguyur  air.  Pengunjung biasanya berbekal singkong atau jagung mentah dan tinggal mengorek-ngorek tanah aja api akan langsung menyala. Bakar jagung atau singkong  pun dimulai…   semburan api hanya berada di lokasi yang sudah diberikan pagar.  asyiiik pokoknya. 

Menurut  informasi   tempat  tersebut  telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan gas alam yang terdapat di sekitar lokasi api, tapi ternyata ga ditemukan kandungan gas apapun disana.

Penggemar bola pasti tau   Madura United FC, nah menurut rumornya mau pindah  latihannya dari Kabupaten Bangkalan ke   Stadion    baru  di Kabupaten Pamekasan. Stadion  yang menelan biaya 18,5 M telah diresmikan pada tanggal 18 november 2016 dan  berlokasi di  Desa Ceguk Kecamatan Tlanakan, Pamekasan yang  diberi nama Gelora Ratu Pamelingan

Stadion ini lokasinya diseberang rumah keluargaku loh…alaaah..ga penting ya..hehehehe. Stadionnya bagus, tapi lingkungannya  stadion masih dalam  taraf penyelesaian ( waktu 2 bulan yang lalu aku berkunjung kesana loh. Mudah2an sekarang udah jadi semua).


Jumat, 23 Desember 2016

STADION GELORA RATU PAMELINGAN, PAMEKASAN-MADURA




Siapa yang belum tau Jembatan Suramadu?...... itu  loh jembatan yang menghubungi Surabaya- Madura dan  yang membuat  siapa aja yang melaluinya, pasti mau  berselfie ria. Termasuk akyuuuu….tapi itu dulu waktu baru dibuka, eeeee…..engga ding  tahun 2015 sama temen-temen masih selfie di situ walau kucing-kucingan sama polisi.. (biasa lah klo rame-rema berani..hehehhe). 
Hayoooo…siapa yang belum nyoba bebek sinjai di bangkalan yang terkenal itu?......Aku ngacung paling tinggi  wkwkwkw….karena ga doyan bebek, tapi pernah ikut makan disitu dengan menu lain. Menurut aku sih es klamutnya muantaaab, tapi katanya anakku sambel manggahnya eunaaak tenan.  

Pokoknya  Madura sekarang udah menggeliat dan bak putri remaja yang mulai bersolek mempercantik diri. Namun sayangnya sekarang udah ada macet, bahkan banjir. Terutama di Sampang, padahal  untuk menuju ke  kabupaten lain ya  hanya  jalur itu aja. Pulau garam begitu sebutannya,  tapi jangan berharap  sekarang dapat menjumpai gunungan garam  disepanjang jalan yang kita lalui.  Bahkan 5 tahun lalu aku pulkam aja udah ga ada,  malah ke jebak macet  di Sampang. 

Madura terdiri dari 4 kabupaten, Bangkalan, Sampang, Pamekasan & Sumenep yang masing-masing kabupaten punya obyek wisata yang ga kalah menariknya dengan daerah lain. Hanya sayangnya pemerintah setempat kurang memberdayakan, sehingga kurang banyak di kenal masyarakat. Namun dengan adanya suramadu, diharapkan obyek wisata ini bisa menjadi pemasukan daerah yang lebih baik.

Berhubung aku pulkamnya ke Pamekasan, jadi mau sedikit ngobrol wisatanya. Ada  Api Tak Kunjung Padam, Air Terjun Durbugan, Pantai Jumiang, Rawa Mangunan, Pantai Talang Siring, Vihara Avalokitesvara, Bukit Waru, Sumur Akik dan Makam Batuampar dan Bukit Brukoh. 

Aku mau cerita wisata alam Api Tak Kunjung Padam dulu, karena wisata ini terletak di kampung ku, deket bingit dari rumah. Wisata  ini  memiliki api abadi  yang  merupakan satu dari sekian banyak api alam yang ada di dunia.Lokasi lengkapnya  di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Dari pusat kota Pamekasan hanya berjarak kurang lebih 4 km dan dapat di tempuh  sekitar 15 menit, lokasinya juga ga jauh dari jalan raya. 

Keunikannya adalah semburan api yang berasal dari bawah permukaan tanah atau perut bumi. Hebatnya lagi,   api  di sini  tetap menyala meski diguyur  air.  Pengunjung biasanya berbekal singkong atau jagung mentah dan tinggal mengorek-ngorek tanah aja api akan langsung menyala. Bakar jagung atau singkong  pun dimulai…   semburan api hanya berada di lokasi yang sudah diberikan pagar.  asyiiik pokoknya. 

Menurut  informasi   tempat    telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan gas alam yang terdapat di sekitar lokasi api, tapi ternyata ga ditemukan kandungan gas apapun disana.

Penggemar bola pasti tau  Madura United FC, nah menurut rumornya mau pindah  latihannya dari Bangkalan ke   Stadion    baru  yang menelan biaya 18,5 M.  Stadion  yang  baru diresmikan pada tanggal 18 november 2016 tersebut belokasi di  Desa Ceguk Kecamatan Tlanakan, Pamekasan yang  diberi nama Gelora Ratu Pamelingan. Tau ga, stadion ini lokasinya diseberang rumah loh…alaaah..ga penting ya..hehehehe. Stadionnya bagus, tapi lingkungannya  stadion masih dalam  taraf penyelesaian ( waktu 2 bulan yang lalu aku berkunjung kesana loh. Mudah2an sekarang udah jadi semua).
                                                            Stadion tampak dari depan
 ini salah satu obyek wisata pantai yang berpasir putih dan ada hutan tempat monyet liar yang dilindungi & bisa dikungjungi wisatawan di Kabupaten Sampang, tapi menuju ke tempat ini melalui jalan kecil disela-sela rumah penduduk.
 

Rabu, 21 Desember 2016

Ayam Keju balut tepung


Pengen menu lain dari ayam, akhirnya emak coba berkreasi. Ngeliat bahan-bahan yang tersedia di kulkas, emak mulai putar otak & ahaaa........dapat lah menu baru ini. Mau coba?....monggo aja.



Bahan2:
Ayam fillet      400grm
Tepung bumbu  225 grm
Daun  bawang 1 batang
Bayang bomba 1/2 bh
Keju 50 grm
Minyak untuk menggoreng

Bumbu:
Bawang putih 3 btr
Bawang merahh 3 btr
Garam & gla secukupnya.

Pencelup:
7 sdm tepung bumbu yang dicampur 14 sdm air

Cara membuat:
Ayam fillet dicincang, lalu campur dengan bumbu yang telah dihaluskan, aduuk rata.
Lalu tambahkan daun bawang yang telah diiris halus & bawang bombay cincang, aduk rata.
Potong keju sebesar 2 x batang korek api.
Ambil adonan 1 sdm isi dengan potongan keju, bentuk bulat panjang. Lalukan sampai adonan habis.

Lalu masukkan ke pencelup   & gulingkan di sisa tepung bumbu. Masukan kembali ke pencelup dan gulingkan pada tepung bumbu sambil di tekan-tekan, lakukan sampai habis, lalu goreng dengan api kecil sampai matang. Angkat & siap dihidangkan sebagai teman makan nasi atau camilan.
Selamat mencoba. 

Sabtu, 03 Desember 2016

DAGING AYAM GULUNG WORTEL


Bosen dengan menu ayam yang itu-itu aja?
Mau yang enak dan mudah?
Yuuuk....silakan dicoba resep ini.

Bahan:
1/4 kg ayam fillet
3 batang wortel/ sosis
1 gelas susu tawar
1 sdm tepung terigu
garam & lada
1/2 bawang bombay cincang
1 sdm mentega
Tali rapiah

Cara:
Baluri daging ayam dengan garam & perasan air jeruk nipis, diamkan 20 menit, lalu cuci bersih.
Iris tipis (untuk 1/4 kg bisa jadi 3 lembar), pukul2 agar lebih pipih. Lalu taburi lada dan royko (klo mau).
Rebus wortel setengan matang, dapat diganti sosis.
Letakan wortel/ sosis diatas lembar daging ayam, gulung dan ikat dengat tali rapiah. Lakukan sampai lembar ayam habis. Kukus selama 30 menit.



Saos:
Panaskan mentega, tumis bawang bombay cincang lalu masukan tepung terigu & aduk cepat sampai rata, lalu masukan susu. Tambahkan garam & gula secukupnya, aduk2 sampai mendidih lalu angkat.

Penyajian:
Buka tali rapiah, iris menyerong, lalu siram dengan saos putih.
Selamat mencoba