Minggu, 15 Mei 2016

ITINERARY 5 HARI 4 MALAM DI TUREN, MALANG




Rencana dua tahun yang lalu, akhirnya terwujud setelah beberapa kali tertunda. Bukan hanya yang muda-muda aja yang perlu liburan,  Emak-emak juga butuh refresing untuk   melupakan tugas rutin sementara. Tujuan tour kali ini adalah Kota Malang. Lima belas emak, apa  oma ya ? Maklum yang termuda 50 tahun dan yang paling senior 73 tahun, malah ada yang bawa cucu. Dengan dress code warna merah  semua semangat mengikuti tour ini. Waktu Kita memang longgar, jadi dipilih naik naik  kereta api. Cari yang murmer, apalagi kereta api sekarang sudah enak, bersih dan adem karena ber AC.
Kita memilih kota  Malang  karena  ingin menyambangi pantai-pantai yang keren di Malang Selatan dan belum banyak terekspos. Juga penasaran dengan Masjid Tiban yang konon katanya dibangun oleh sepasukan  mahluk goib. Kita juga akan ke daerah Batu untuk melihat Cuban Rondo, Omah Kayu dan Musium Angkut yang saat ini sedang menjadi pembicaraan. Ibarat kata, belum ke Malang kalau belum menyambangi Musium Angkut.
Itinerary 4 hari 3 malam di Turen Malang. Berangkat kamis sore, tiba jumat pagi
Hari Kamis (siang)
14.00-15.15       : Kumpul di Stasiun Senen dan berangkat ke Malang
Hari  Jumat
07.50-                : Tiba di Malang
08.30-09.00      : Menuju Rumah di Kecamatan Turen, dijemput dengan mobil     sewaan
09.00-10.00      : Sarapan, beres beres.
10.00-17.00     : Menuju Masjid Tiban dan membeli marning manis di pabrik  pembuatannya.
17.00-17.30     :  Tiba di rumah, persiapan makan makan malam & minum kingsley ( minuman sejenis sekuteng).
21.00- 04.00      :  Istirahat.


Masjid yang seperti tersembul di tengah-tengah perkampungan ini terletak tidak   jauh dari rumah kita, yaitu  di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Masjid ini berada dalam komplek Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’Asali Fadlaailir Rahmah. Dinamakan ‘Tiban’ karena konon masjid ini “tiba-tiba” ada, sementara  kata penduduk tidak pernah melihat pekerja  bangunannya. Tapi itu hanya isu aja, sebenarnya yang membangun adalah para santri yang berjumlah 250 orang dan jamaah. Memang pembangunannya tidak menggunakan alat-alat berat, masjid ini berlantai 10 yang berdiri megah dengan warna biru. Lantai 1- 4 tempat kegiatan para santri, 5-6 sebagai ruang keluarga, 7 -8 berdiri toko-toko souvenir yang dikelola para santri & lantai lainnya masih dalam tahap pembangunan. Kalau memperhatikan ornament masjid yang didominasi warna biru seperti terbuat dari keramik, tapi jika dilihat lebih dekat hanya terbuat dari semen yang diukir dan di cat dengan sangat bagus.  Masuk gratis.
Pulang dari masjid  menuju agen penjualan marning, terutama marning yang manis pedas dan telah dikemas dalam bungkus kecil-kecil yang memang hanya ada di daerah Turen. Baru datang tadi pagi tapi udah pada borong leh oleh…..


                                                               Masjid Tiban (dok. Pribadi)

TIPS :
Untuk penginap di malang yang murmer, bersih dan di tengah kota terdapat di Jalan Bunga Kopi 10 atau 12 dengan tariff  Rp. 100.000/ 2orang atau Rp. 120.000/3 orang, kamar mandi dalam. Disekitar penginapan banyak terdapat  tempat makan yang murmer & enak. No Tlp 081333167977.  Atau hotel dengan harga berkisar Rp. 350.000-Rp. 500.000.
Kami menginap di rumah seorang peserta di Kecamatan Turen. Untuk transportasi kami menyewa mobil Elf dengan kapasitas 15 orang, dengan harga sewa Rp. 600.000/ hari (inc. supir & bensin). Di jemput dari stasiun saat dating dan diantar sampai stasiun saat akan kembali ke Jakarta.
Untuk Anda yang berangkat sendiri dari malang dapat naik angkot ke Gadang dengan ongkos Rp. 4000/ orang dan lanjut dengan naik dengan menaiki COLT L300 (mini bus) dengan tariff Rp. 7.000, turun di pangkalan ojek (*bilang aja ke kondekturnya ke masjid tiban). Lalu naik ojek ke Masjid Tiban dengan tariff Rp.  1.0.000. 
Hari Sabtu
08.00-09.00          : Berangkat  menuju Pantai Gua Cino
09.00-13.30          : Menikmati indahnya Pantai Gua Cino  
13.30-14.00          : Pantai Bajul Mati
14.00-17.00          : Pantai Bengkung
17.00-18.00          : Tiba di rumah, makan malam & istirahat
Agenda hari ini mengunjungi tiga pantai di Kabupaten Malang Selatan. Setelah sarapan kami siap berangkat dengan aneka bekal untuk makan siang. Tujuan yang pertama adalah Pantai Goa Cino yang terletak di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan,
Pantai ini memang luar biasa indah, dan masih sangat alami. Warna air laut yang jernih dan bersih, dibalut oleh pasir putih yang lembut serta debur ombak  yang besar membuat basah baju kita yang asyik berfoto dipantai.  Sejauh mata memandang membuat kita makin takjub dengan ciptaan Yang Kuasa dan di tengah Pantai Gua Cino ini terdapat  tiga pulau yang ditumbuhi pepohonan dengan lebat.  Tiga pulau itu adalah Pulau Bantengan, Pulau Gua China, dan Pulau Nyonya.  
Di pantai ini terdapat sebuah gua yang menjadi daya tarik tersendiri. Keberadaan gua ini terletak di sisi kanan pantai  dan berada di bukit karang. Gua tersebut  cukup luas  dengan ketinggian kira-kira 2 meter. Bagi pengunjung yang penasaran ingin masuk ke gua, dipersilakan dan didalam gua terdapat lampu lampion warna merah yang menjadi satu-satunya penerangan di gua tersebut.  Pantai ini  masih terjaga kebersihannya, tapi sayang, di pantai ini pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang. Hal ini dikarenakan Pantai Gua Cino  memiliki beberapa tempat dengan kedalaman yang curam dan arus laut yang cukup besar. Pantai Gua Cino ini  juga menyediakan area camping untuk wisatawan berkemah.  Harga tiket masuk ke Goa Cino Rp. 4.000/orang
Pantai berikutnya yang dikunjungi adalah Pantai Bajul Mati yang tidak jauh lokasinya dari Pantai Goa Cino. Perjalanan dari Goa Cino ke Pantai Bajul Mati hanya memakan waktu 10 menit saja.  Arti dari Bajul Mati adalah “Buaya Mati”, hal ini dikarenakan  bukit-bukit disekitar pantai tersebut berbentuk memanjang/gugusan dan tampak terlihat seperti buaya mati (bajul mati). Tempat wisata ini terletak di desa Bajulmati, kelurahan Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan. Pantai ini juga masih alami dan belum tercemar lingkungannya dan wisatawan yang datang  belum banyak. Namun sayang, keindahan  alam ini hanya bisa dilihat, karena  pantai ini termasuk dalam  dan  terkenal dengan angin dan ombaknya yang besar, sehingga pengunjung dilarang untuk berenang. Harga karcis masuk Rp. 4.000/orang.
 

Perjalanan terakhir hari ini adalah ke Pantai  Batu Bengkung yang jaraknya 2 km dari Pantai Bajul Mati. Disini pengunjung cukup ramai, karena tempatnya cukup enak dengan pantai yang aman untuk bermain air, bahkan tidak sedikit yang berenang. Birunya air laut Samudera Hindia yang begitu bening,  walau kadang deburan ombak menghampiri. Beningnya air laut membuat kita dapat   melihat dasarnya, seakan menghipnotis setiap pengunjung yang datang. 
Pantai Batu Bengkung ini dinamakan demikian, karena terdapat batu-batuan yang mengitari pantainya yang menyerupai wanita yang sedang dibekung. 'Bekung' adalah tradisi wanita Jawa yang menggunakan stagen usai melahirkan agar perut kembali ramping. Di pantai ini bertebaran aneka jenis kerang yang terdampar akibat hembasan ombak.  Tiket masuk ke pantai batu bekung ini Rp. 5.000/ orang. Tak terasa matahari mulai condong ke timur dan saatnya pulang.
                                                   Pantai Batu Bekung (dok. Pribadi)

TIPS
Perjaalanan ke 3 Pantai tersebut kalau dari Malang ditempuh kurang lebih 3 jam dari Turen cukup 1 jam saja. Fasilitas yang   terdapat di pantai Goa Cino ini,   warung makan, musholla, masjid, kamar mandi, dan tempat parkir. Warung makan tradisional di tempat ini menyediakan aneka makanan.
Jika menggunakan kendaraan umum, Anda bisa memulai perjalanan dari Terminal Arjosari menuju Terminal Gadang dengan angkutan kota jurusan AG/GA. Kemudian lanjutkan naik  angkot Bison menuju Sumbermanjing Wetan, dilanjut naik ojeg ke lokasi.  

Hari Minggu
08.00-10.30               : Berangkat menuju Batu Malang
10.30-12.00               : Tiba di Coban Rondo & makan siang
12.00-14.00               : Omah Kayu
14.00-17.00               : Musium Angkut
17.00-119.00             : Tiba di rumah & wisata kuliner di Pasar Turen

Coban Rondo merupakan air terjun yag terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon,  dan berada dalam wilayah KPH Perum Perhutani Malang.  Air terjun ini sangat mudah dicapai karena jalanan sudah beraspal dan tidak jauh dari lokasi parkir kendaraan. Air terjun setinggi 84 meter ini berasal dari sumber mata air Cemoro Dudo dilereng Gunung Kawi,  dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau. Suhu udara disini cukup sejuk  22°C.. Air terjun Coban Rondo ini mulai dibuka untuk umum sejak tahun 1980. Karcis masuk sebesar Rp. 10.000/orang. Disini kita dapat mendekat ke air terjun bahkan bisa memegang airnya, namun dilarang mandi dibawah air terjun.
Coban Rondo ini  merupakan  legenda masyarakat sekitar, bahwa asal mula Air Terjun Coban Rondo ini berawal dari sebuah kisah asmara sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro.


                                                     Air terjun Coban Rondo (dok. Pribadi)

Di sekitar lokasi ini juga terdapat beberapa wahana permainan yang dapat Anda pilih, diantaranya: Fun Tubing dengan biaya sebesar Rp 35.000/orang. Paint ball dengan paket 3 on 3 (6 orang) dengan 150 peluru biaya sebesar Rp 450.000,- dan paket 3 on 3 (6 person) dengan 300 peluru biaya sebesar Rp 750.000,-. Shooting Target dengan biaya Rp 10.000/10 peluru.  Selain itu Anda juga dapat mengunjungi wisata Satwa dan Kebun  dengan aneka koleksi satwa  wahana permainan. Seperti  : Labirin (Rp 7.500,-), Bersepeda Gunung (Rp 5.000), Berkuda (Rp 12.000,-), Kereta Kelinci (Rp 5.000,-).  Bagi wisatawan yang datang dengan rombongan bisa memilih paket pilihan wisata dari mulai petik apel, sahabat peternak, outbound kid/care, outbound pelajar sampai dengan outbound 3 hari. Tentunya harga setiap kegiatan tersebut bervariasi dari mulai Rp 25.000,- sampai Rp 1.000.000/ orang. 
Untuk mencapai lokasi pengunjung  kendaraan pribadi atau menggunakan angkutan umum atau ojek. Harga setiap kendaraan berbeda-beda, bagi yang menyewa kendaraan bermotor dapat menyewa kendaraan bermotor roda dua dengan biaya berkisar Rp 35.000-Rp 50.000. Sedangkan yang ingin menggunakan   angkutan umum  Bus dengan biaya sebesar Rp 5.000 – Rp 10.000 untuk sekali jalan sampai ke jalan utama menuju Air Terju Coban Rondo.
Perjalanan lanjut ke lokasi tempat wisata unik  yang  berada dekat tempat paralayang Gunung Banyak, Songgokerto, Kecamatan Batu, Malang. Aku suka disini, ibu-ibu ga ada yang berani ke lokasi omah kayu. Kesempatan aku bertualang bersama adikku, kita menuju omah kayu yang terdapat diatas pohon pinus dengan pemandangan kota malang & Batu. Sumpah…kereeeen bingiiit. 1 omah kayu hanya bisa dinaiki maksimal 6 orang saja. Menurut info omah kayu itu dapat disewa untuk bermalam.
Jalan berkelok, menajak dengan belokan patah terbayar sudah dengan keindahan pemandangan yang luar biasa.  Kita juga bisa menyaksikan paralayang yang bertebaran melayang-layang diudara.  Karcis masuk ke lokasi ini sebesar Rp. 5.000/ orang. Menuju lokasi ini dari malang dapat menggunakan angkutan umum dan bila Anda berada di daerah batu, dapat menggunakan ojeg.

                                                                       Omah Kayu

Mau menyaksikan koleksi berbagai alat transportasi mulai  yang tradisional,  darat, laut dan udara secara lengkap,  yaaa…di  Museum Angkut.   Museum Angkut  terletak  di Jalan Terusan Sultan Agung nomer 2, Batu, Malang.  Untuk menuju ke lokasi ini selain dengan motor dan mobil, Anda dapat naik  transportasi umum dari  Terminal Landung Sari, lalu naik bus Puspa jurusan Jombang  dan turun di Museum Angkut.  
Museum Angkut Batu buka tiap hari mulai pukul 12.00 – 20.00 dengan  tiket masuk sebesar Rp. 60.000/ orang untuk hari kerja dan Rp. 80.000/ orang untuk hari libur.  Apabila Anda ingin membawa camera, maka akan dikenaikan biaya tambahan sebesar Rp. 30.000/ camera. Anda juga dapat membeli tiket terusan Musium Angkut & D’topeng Kingdom, dengan harga Rp. 70.000/ orang untuk hari kerja dan Rp. 90.000/orang untuk hari libur.
Museum Angkut merupakan muasium transportasi terlengkap di Asia, dengan menempati lahan seluas   sekitar 3,7 hektar. Dijamin Anda tidak akan kecewa dan di tempat ini  Anda  bisa mendapat informasi lengkap tentang jenis alat transportasi yang mungkin belum pernah didengar dan koleksinya mulai dari yang original, modifikasi dan replika.Setelah lelah   berkeliling museum, Anda dapat menikamti aneka hidangan dan camilan khas malang di “Pasar Apung”


                                                                  Musium Angkut

Hari Minggu
10.00-14.00               : Belanja oleh-oleh khas malang
14.00-15.00               : Persiapan untuk pulang
15.00-15.30               : Stasiun malang
17.00-09.45               : Berangkat dan tiba di Jakarta (Hari Senin).

Kami menggunakan kereta ekonomi mataremaja, dengan harga tiket Rp. 330.000/ orang pp. Waktu tour dapat dipersingkat, apabila menggunakan transportasi udara.

Mari jalan jalan….


 

Minggu, 01 Mei 2016

JAKARTA-TUREN, MALANG TOUR BARENG EMAK EMAK


Kesempatan yang aku manfaatkan disela-sela mendampingi anak yang ujian kompre & yudisium, dengan ikut liburan emak-emak. Apalagi mereka mensetting waktu berangkatnya dengan jadwalku, rasanya luar biasa. Waktu yang sempit untuk persiapan yang ditinggalkan, membuat aku pontang-panting…….hehehehe..balada emak-emak kalau mau ninggalin rumah.
'Merah-merah siap berangkat'
Rombongan terdiri dari emak-emak komplek MABAD yang udah S3 (sampun sepuh sekali), emak muda dari komplek KODAM Bintaro, adik dan kakakku dari tangerang dengan total peserta 15 orang. Taukan gimana hebohnya kalau emak-emak pergi?.... ..seruuuuu….. dengan dress code warna merah, keliatan moncrong di tengah-tengah penumpang kereta lainnya. Para emak akan sejenak melupakan rutinitasnya mengurus rumah tangga dan santai untuk refresing. Toh…liburan bukan hanya milik para kaula muda aja, emak-emak juga perlu tentunya. Asyiiik emang kalau pergi sama emak-emak pokoknya ga bakal kelaparan hehehehe….makanan berlimpah, dari makanan berat sampe camilan semua ada. 

Tempat tujuan rombongan ini adalah Kabupaten Turen Malang kampung halaman kakak iparku yang rumahnya cukup besar untuk menampung semua. Susunan acara liburan udah disusun Kakak tertuaku sebagai ketua rombongan dan tuan rumah. Untuk transportasi, akomodasi & konsumsi udah beres…..ckckckc……Dana ditanggung bersama, aku tinggal ikut aja. 

Hebohnya dalam perjalanan membuat para petugas kereta api kadang ikut nimbrung ngobrol, merasa sebagain rombongan adalah seperti ibunya. Satu lagi kakakku membawa serta cucunya yang berusia 3 tahun, dia menjadi hiburan tersendiri karena tingkahnya yang lucu. Jam 7 pagi kita tiba di malang dan disambut hujan, tapi emak-emak tetap semangat. Setelah sarapan, bersih-bersih, rombongan siap mengunjungi Masjid Tiban yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Perjalanan panjang semalaman sepertinya ga membuat emak-emak lelah…hehehehehe……empat jempol deh buat mereka.

Masjid Tiban yang didominasi warna biru seakan tersembul di tengah-tengah perkampungan ini, memang sangat indah. Dinamakan ‘Tiban’ karena konon masjid ini “tiba-tiba” ada, sementara katanya penduduk tidak pernah melihat para pekerja.Namun ternyata itu hanya isu, karena para pekerja adalah para santri yang berjumlah 250 orang bersama jamaah. Memang pembangunannya tidak menggunakan alat-alat berat, jadi kerjakan dengan alat dan bahan bangunan seadanya. Masjid berlantai 10 ini terletak ga jauh dari rumah kita, yaitu di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. 

Emak-emak langsung berhamburan keluar mobil dan berebut foto disetiap sudut dan tempat di halaman masjid dan lokasi lainnya. Setelah itu menuju lantai 7 & 8 untuk blanja blanji….hehhehe. Sekarang dipintu masuk menuju area masjid berjajar warung-warung menjajankan buah dan makanan khas malang. Sepulang dari masjid rombongan menuju agen penjualan marning, terutama marning yang manis pedas dan telah dikemas dalam bungkus kecil-kecil yang memang hanya ada di daerah Turen. Semua borong padahal baru datang tadi pagi. 

Hari Kedua Rombongan akan mengunjungi 3 lokasi wisata pantai di daerah Malang Selatan, yaitu Pantai Goa Cina, Pantai Bajul Mati dan Pantai Batu Bengkung yang lokasinya berdekatan. Yooook…..mareee… Pagi-pagi semua udah heboh untuk persiapan pergi, topi, kacamata hitam, sal dan sandar jepit. Untuk maksi emak-emak sampe bawa cobek buat nyambel dilokasi. Biar lebih sedep, sambelnya fresh dibuat dadakan. Mobil elf yang kita sewa selama 6 hari jam 8 pagi udah jemput & kita siaaaaaap berangkat. Yuhuuuuuu……cuaca sangat mendukung, matahari nongol dengan cantiknya. Pantai pertama yang mau disambangi adalah Pantai Goa Cina. Melalui jalan yang menanjak, menurun, berkelok dan ditambah goyangan-goyangan aduuhai karena jalan sedang dalam pembangunan. Pemandangan yang memanjakan mata dengan jejeran tukang petai yang menjajankan dagangannya, membuat emak-emak teriak-teriak kesenangan & minta mampir nanti pulangnya untuk beli….hahahahhaaha…..







Begitu liat pantai dengan deburan ombak yang keras menjilat bibir pantai berpasir putih, emak-emak cepet-cepet pake kacamata dan lariiiii….ke pantai buat foto. Hahahahha….yang jadi korban ya aku lah, panggil sana-sini untuk foto mereka. Ya wis….pasrah…nasib…nasib jadi tukang foto. Hebatnya lagi, mintanya difoto pake hp aku. Biar bisa dikirim ke anaknya ya melalui aku juga….wkwkwkkw…..tapi kalau udah pada asyik b’gaya mereka lupa kalau aku ganti pake kamera…hihhihhihhi….

Maklum…bukan mereka ga bawa hp, tapi ada yang ga ngerti cara fotonya. Ada yg katanya gaptek, bahkan ada yang bilang waktu berangkat di kasih hp baru sama anaknya biar bisa foto-foto, tapi boro-boro bisa foto, ngoperate aja ga ngerti. Jadi dia kasih hpnya ke aku juga & bolak-balik aku ajarin, tapi tetep aja ga bisa katanya…hahahaha…..seruuuuu bingiiit. Girilian aku minta gantian difoto, jawabnya mereka…”Mba mah ga usah difoto”……tobat dah…..terpaksa deh selfie sendiri..hehehhe.

Tapi aku bener-senang melihat keceriaan para emak dalam menikmati liburannya. Katanya mereka sudah menabung sebelumnya untuk bisa ikut serta liburan ini. Siapapun anak yang menyaksikan keceriaan lepas para emak-emak ini, tentu akan sering memberikan kesempatan ibunya untuk berlibur. Terselip rasa bahagia melihat tawa ria mereka, pergi bersama teman-teman seumurnya. Bagaimana kalau kita juga bisa kumpul dan liburan bersama teman-teman kita. Mungkin salah satu bakti anak dengan memberikan liburan sekali-kali kepada ibu/ bapak kita, akan memberikan kebahagiaan tersendiri. Aku mengikuti langkah mereka yang meminta foto dengan gaya yang lucu-lucu. Andai saja emakku masih ada, tentu akan aku ajak serta mak.
Puasa menikmati goa cina dengan pantainya yang ruaaaaar biasa indah, rombongan angkat kaki menuju Pantai Bajul Mati yang jaraknya hanya 1,5 km dr tempat ini. Selesai maksi….yoook cabut….

Hanya 25 menit perjalanan, rombongan udah tiba di Pantai Bajul Mati yang indah, masih alami dan belum tercemar lingkungannya. Wisatawan yang datang ke tempat ini masih sedikit. Dinamakan Bajul Mati karena bukit-bukit disekitar pantai tersebut berbentuk memanjang dan tampak terlihat seperti buaya mati ( bajul mati). Tempat wisata ini terletak di desa Bajulmati, kelurahan Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan. Emak-emak keliatan kurang suka di tempat ini, karena hanya duduk menikmati ombak saja. Jadi seperti lesu darah, bahkan enggan…hahahaha.. Di pantai ini pengunjung dilarang berenang karena bagian dari pantai Selatan ini terkenal dengan angin dan ombaknya yang besar. Kami pun tidak lama menikmati wisata ini dan lanjut ke Pantai Batu Bengkung. 

Perjalanan terakhir hari ini adalah ke Pantai Batu Bengkung yang jaraknya 2 km dari Pantai Bajul Mati. Disini pengunjung cukup ramai, karena tempatnya cukup enak dengan pantai yang aman untuk bermaain air, bahkan tidak sedikit yang berenang. Birunya air laut Samudera Hindia yang begitu bening, sehingga dapat melihat dasarnya, seakan menghipnotis setiap pengunjung yang datang.

Emak-emak berlarian menuju pantai dan mencari posisi untuk berfoto lagi & tidak menghiraukan deburan ombak yang membasahi baju mereka. Korbannya aku lagi yang ditarik untuk minta memfoto…..hadeuuuuuh. Setelah puas berfoto, mereka berteduh di saung yang tersedia dan aku kabur memuaskan diri memanjat batu yang melengkung seperti bengkung sampai diatas untuk berfoto dan menikmati pemandangan yang luar biasa cantk dari ketinggian.
Pantai Batu Bengkung ini dinamakan demikian, karena terdapat batu-batuan yang mengitari pantainya yang menyerupai wanita yang sedang dibekung. 'Bekung' adalah tradisi wanita Jawa yang menggunakan stagen usai melahirkan agar perut kembali ramping. Emak-emak ada yang asik mencari kerang yang beraneka rupa dipantai untuk dibawa pulang dan yang lainnya menanggap pengamen untuk menyanyi bersama dan berjoget……ampyuuun dah. Time to go home ladies……

Hari ke tiga perjalanan menuju Batu Malang untuk menuju Air Terjun Coban Rondo, Omah Kayu & Musium Angkut. Pasih cukup pagi kita sampe di Coban Rondo, dengan udara mendung kadang gerimis. Coban Rondo masih sepi dan tempat air terjun ini mudah dicapai karena sangat dekat dari parkiran dengan jalanan yang mulus, walau sedikit menanjak. Di pintu masuk suara air udah kedengaran dengan jelas. Emak-emak melihat air terjun di depan mata & langsung berlarian untuk berfoto ria. Ya wis…jret..jret..jret…aku atur untuk dapat angle yang pas. Karena air sungainya mongering yang dibawah air terjun, sehingga kita dapat mendekat ke jatuhnya ir tersebut. Udara dingin mengigit, apalagi bajuku basah kena hembusan angina yang membawa butiran air terjun. Namun saying kita ga bisa lama di sini karena turun ujan deras & petugas meminta kita untuk segera meninggalkan lokasi air terjun, dikhawatirkan akan datang air bah.

Perjalanan lanjut ke lokasi tempat wisata unik yang berada dekat tempat paralayang Gunung Banyak, Songgokerto, Kecamatan Batu, Malang. Aku suka disini, ibu-ibu ga ada yang berani ke lokasi omah kayu. Katanya jalannya licin menuju lokasi…hahahhaha……asyiiik. Kesempatan aku bertualang bersama adikku, kita menuju omah kayu yang terdapat diatas pohon pinus dengan pemandangan kota malang & Batu. Sumpah…kereeeen bingiiit. 1 omah kayu hanya bisa dinaiki maksimal 6 orang saja. Menurut info omah kayu itu dapat disewa untuk bermalam. Emak-emak bertebaran di warung kopi sambil menikmati kota malang dari ketinggian & menyaksikan paralayang yang bertebaran melayang-layang diudara.

Gerimis mengiringi kami menuju Musium Angkut & Musium Topeng. Ga lama setelah emak-emak masuk ke lokasi museum, ujan kembali deras. Maaf mak-emak aku ga ikut masuk, takut bosan udah 3x kesana…hahahha…..”yaaaa……ga ada yang fotoin kita dunk” celetuk seorang emak. Ok…aku fotoin diluar dulu aja deh….hehehhehe…. Di Museum Angkut kita bisa melihat melihat berbagai bentuk alat transportasi dari berbagai penjuru dunia. Koleksi yang dipajang mulai dari yang tradisional hingga modern, dari angkutan darat, laut dan udara dengan penataan yang keren. Di Musium Topeng dapat disaksikan topeng-topeng dari seluruh Indonesia dengan berbagai rupa. Ada juga baju lengkap Gatotkaca loh. Aku pun harus berpisah menuju kosan anakku, sampai ketemu di stasiun emak-emak.



Disela-sela mengurus urusan kampus anakku untuk mendaftar wisuda dll, aku masih bisa bertemu sobat dumayku Noor Ruly Abyz Wigati. Beliau adalah Suhu Pondok Parenting HARUM yang keren dengan ide-ide cemerlangnya untuk memberikan bimbingan kepada orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Senang bingiiit bisa berbagi cerita dengan orang sehebat dia. Sukses terus ya Mba & Insya Allah kita bisa ketemu lagi dilain waktu.

Emak-emak pada kemana lagi ya?......ternyata dari subuh udah jalan menuju Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya & Madura. Mereka mengunjungi Taman Paseban & Madjis Raya Bangkalan dilanjut maksi di Bebek Sinjai dan hunting batik Madura. Tentu emak-emak tak lupa berfoto ria di taman indah tersebut. Tempat terakhir yang dikunjungi emak-emak di Taman Bunga Selecta dengan berenang dan menjajal wahana wisata disana. Melihat foto-fotonya emang kereeen…. 

Hari terakhir dihabiskan emak-emak ke pasar tradisional yang lokasinya dekat dengan rumah. Tau kan kalau emak-emak udah masuk pasar? Semua mau dibeli. Abis masa cabe rawit merah, masihh seger lagi Cuma Rp. 10.000/kg. Bawang merah bagus-bagus begini, rugi kalau ga beli & yang paling diburu para emak adalah petai! 1 ikat petai isi 10 papan hanya Rp. 3.000 aja, belum terasi, bumbu pecel dan makan ringan khas Malang. Datang hanya membawa 1 koper, pulang bertambah paling sedikit 3 dos/ orang….hehehhe………Seruuuu bingiiit liburan ini dan semoga ada liburan lagi bersamamu para emak…. Tetap sehat ya.

Senin, 25 April 2016

MENJENGUK BUNGA SAKURA DI JEPANG




Mengunjungi  Negara Jepang  tentu  ga puas apabila belum melihat indahnya  bunga sakura, cantiknya gunung fuji yang  berselimut salju dan  tempat wisata lainnya.  Haneda  Internasional  Airport Tokyo, merupakan airport yang dibuat dari hasil reklamasi  laut, sangat indah dilihat dari kejauhan. Di airport ini aku pertama kali menjejakan kaki di Negeri Sakura. Airport yang cukup padat,  menurut info dalam sejam terdapat 35 kali pergerakan pesawat yang  take off maupun landing. Apalagi april ini jepang sangat padat dikunjungi wisatawan karena ingin menyaksikan bunga sakura mekar. 

Kesan pertama negeri ini  bersih, teratur dan cepat. Masyarakatnya disiplin,  ramah dan jujur, budaya antri terlihat dimana-mana. Orang Indonesia di jepang bisa loh ngantri, ga seperti di Negaranya sendiri main serobot….hehehe. Pelayanan bagasinya cepat, begitu pula dengan imigrasinya. Melihat antrian mengular, walau sudah  cukup banyak  counter yang dibuka, pegawai imigrasi dengan sigap membuka counter yang lain. Seakan tidak mau tamunya menunggu terlalu lama dalam antrian, jadi memberikan pelayanan sebaik mungkin.
Dari bandara  Haneda  kita langsung menuju  salah satu   mall terkenal di Tokyo, yaitu Diver City  di Odaiba. Ternyata mall dimana aja sama, ya ga beda jauh sama Sency lah, tapi yang menarik di mall ini sebelum masuk ke pintu mall, kita  disambut  dengan Robot  Gundam. Tepatnya di halaman mal berdiri dengan gagah Robot  Gundam yang  sangat besar dan dijual juga miniatur robot tersebut. Kalau kita menengok ke sebelah kiri dari pintu masuk mall…hmmm..terlihat hamparan  bungan tulip berwarna kuning & merah yang sangat cantik. Setelah puas jeprat jepret  di tempat itu, kita perlu mengisi perut dulu sebelum ke  Ueno Park.

                                                        B'gaya dengan robot Gundam

Ueno Park merupakan taman   sakura  yang  terdapat 1000 pohon sakura di Tokyo. Jalan masuk ke taman Ueno Park terdapat jejeran lampion berwarna putih yang cukup unik. Padatnya pengunjung  yang ingin menyaksikan bunga sakura, tidak terlalu menyulitkan karena  pengunjungnya  tertib dan menjaga kebersihan. Pada musin sakura bermekaran di jepang itu artinya tahun ajaran baru untuk menerima murid baru & bagi perusahaan  juga membuka  lowongan kerja.  Kebiasaan lain orang jepang pada saat sakura bermekaran adalah bertamasya, mereka sudah memilih tempat di bawah pohon sakura, bahkan menjaganya selama beberapa hari agar dapat berkumpul bersukaria bersama teman-teman maupun keluarga sambil menikmati indahnya bunga sakura.  Mereka menggelar tikar atau alas plastic dengan membawa perbekalan makanan, bahkan kantong tidur.  Seru ngeliatnya….tapi yang lebih seru, walau ditempat keramaian  tidak terlihat sampah berserakan, walau dipojok-pojok yang biasa terlihat sebaran sampah. Disini tidak terlihat…..bersih pokoknya.  Salah satu budaya orang jepang  yang patut ditiru, yaitu  kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan.  Kalau tidak menemukan tempat sampah, maka sampahnya akan dikantongi atau disimpan ditas & akan dibuang bila  menemukan tempat sampah. Ga jarang loh malah dibawa pulang dan dibuang di rumah.  Jadi  ga ada tuh disana pemandangan mobil mewah melempar sampah atau tissue keluar  dari jendela……hehehehe… 

                                                    Di Taman Ueno Park atau Taman Sakura

Konon  katanya  pada saat salju mencair, maka bunga sakura  mulai bermekaran. Bunga sakura  bertahan  selama 2 minggu & pada saat itu  tidak ada satu lembar daun sakura dipohonnya. Jadi hanya ada batang dan bunga, sejauh mata memandang  hanya ada bunga yang berwarna putih dan merah muda, luar biasa indah.  Puas menyaksikan Bunga sakura, perjalanan lanjut ke salah satu  Kuil terkenal di Tokyo, namanya Asakusa  Kannon Temple.  Kuil ini berdiri megah  dengan  halaman yang cukup luas, satu kuil besar merupakan tempat sembahyang dan tidak boleh sembarangan didalam sana. Disamping kanan kuil terdapat sumur atau tepatnya pancuran air yang konon apabila meminum airnya  atau buat cuci muka  dapat awet muda & panjang umur.  Agak kedepan dari tempat air ini terdapat  tungku api yang menyala, ditempat ini konon katanya bila asapnya ditiup-tiup atau diusahakan mengenai tubuh atau anggota tubuh yang dipercaya dapat melancarkan rejeki dan juga kesehatan. Kalau kita berjalan ke depan menjauhi tungku akan terlihat lampion besar berwarna merah  yang tergantung di tengah  pintu keluar kuil dan dikanan kiri berjejer toko-toko yang menjajankan makanan dan souvenir khas jepang, kawasan ini disebut Nakamise Souvenir Arcade.
                                                           Kuil Asakuza Kannon

                                                           Mencoba air dari pancuran

 Lelah blanja blanji kita lanjut menuju resto untuk makan malam, tadi siang makan sabu-sabu & goreng2an, sekarang makan bakar-bakaran yang nikmat ruar biasa  lalu  lanjut check in ke hotel Metropolitan Tokyo….istirohat dulu.
Hari ketiga b’fast di hotel dengan menu variatif & kita akan menuju Nikko untuk menyambangi Edo wonderland, yang akan di tempuh dalam waktu 2 jam dari Tokyo.  Jalanan yang sepi membuat ibu-ibu pada nyenyak di dalam bus, apalagi udara cukup dingin diluar.
Di Edo Wonderland  menelurusi hidup pada jaman edo atau jaman Ninja. Disini dipertunjukan menggunakan samurai, ada pertunjukan kehidupan jaman itu serta pertunjukan bagaimana kehidupan Geisa yang dikemas sangat apik & lucu. Disini terdapat patung emas yang di papan tertulis O-Edo Tenmangu Shrine  yang  dulunya merupakan orang yang sangat baik. Ditempat ini juga pengunjung dapat berfoto dengan menggunakan kimono & didandani selayaknya orang jepang dengan biaya 3000 yen untuk 2 kali gaya berfoto yang berbeda. Tanpa terasa waktu udah siang & perut udah minta diisi, jadi cuuuus…  dulu ke resto di kawasan Edo wonderland yang ruar biasa eunaaaak. 
                                                         Ninja beraksi di Edo Wonderland

Time to Ginza…..dimana katanya di pusat pertokoan ini kita bisa membeli mainan anak-anak yang diproduk oleh jepang, juga tas & baju made in china tapi yang kw1 gitu, juga disini pusatnya penjualan kit kat green tea & pocky yang paling murah, yaitu di supermarket Donki.
                                                                 Pertokoan Ginza
 
Jalan-jalan di sekitar ginza pada saat sabtu & minggu ditutup untuk kendaraan, jadi pengunjung bebas berfoto ria dengan berbagai gaya di tengah jalan pertokoan yang berlatar belakang jajaran toko-toko berbagai kebutuhan. Rasanya ga puas berkeliling  &  belanja disini tapi kita sudah harus makan malam dan kembali ke hotel…….lalu mengunjungi patung  Hachiko, yaitu anjing yang sangat setia kepada pemiliknya.  Ada yang  pernah nonton  filmnya kah?  Pemainnya si ganteng Richard Gere yang  berperan sebagai si professor & patung anjing ini terletak di Stasiun Kereta Shibuya. Di Shibuya ini terdapat persimpangan tersibuk di dunia, konon katanya. Hachiko tunggu kedatanganku yaaaa……..
                                                    Patung anjing Hachiko di stasiun shibuya

Ternyata ga semua ikut ke Shibuya, yo wis yang mau azaaaa. Sayangkan udah sampai Jepang masa dilewati, apalagi lokasinya ga terlalu jauh dari hotel kita menginap. Setelah rembukan mau naik apa ke shibuya, akhirnya diputuskan kita naik commuter linenya jepang bo! Karena kalau naik taksi kita kelebihan 1 satu orang , disana naik taksi tidak boleh lebih dari 3 orang aja…. Di jepang ini kalau kita akan menuju ke suatu tempat dengan menggunakan taksi, sementara jaraknya tidak terlalu jauh tapi jalannya harus memutar karena satu arah. Tau apa yang akan dilakukan supir taksinya?....Dia kasih tau kita arah untuk berjalan ke tujuan & dia tidak mau mengantar karena jalan kaki lebih dekat. Tuuuh….hebatkan kejujurannya masyarakat jepang, ini hal baik yang harus ditiru masyarakat Indonesia.
                                                     Mau naik commuter linennya jepang

Tau ga sobat kalau bikin SIM mobil di jepang itu super duper susah & muahal selangit. Menurut info sampai puluhan, bahkan ratusan   juta, sementara mobil pribadi hanya dapat dikendaraan oleh orang yang namanya sudah terdaftar.   Jadi kalau mobil keluarga yang terdaftar atas nama siapa supirnya, missal nama si bapak. Yaaaa hanya si bapak yang boleh menyupir mobil keluarga itu, yang lain hanya boleh jadi penumpang. Namun bila ingin dapat digunakan oleh semua anggota keluarga, bisa aja asal plat nomornya harus diganti warna kuning….hehehhe……pantesan jalan-jalan di Tokyo sedikit bingit mobil yang wara wiri. Lancar pokoke.
Stasiun kereta menuju Shibuya ternyata ga jauh-jauh amat dari hotel kita menginap, yup…9 orang udah siap jalan  nengok si Harchiko. Ga sampe 10 menit kita udah ada di stasiun  Ikebukuro yang lumayan padat orang berlalu lalang.  Kita membeli tiket kereta melalu mesin tiket (seperti ATM gitu & di Indonesia juga udah ada loh mesin penjualan tiket CL). Kita hanya memilih tujuan yang terpampang dilayar, lalu akan keluar harga tiket. Pilih lalu  klik dan masukan uang, maka tiket akan keluar dan kalau ada kembalian juga akan keluar.  Bedanya dengan tiket CL di Indonesia, kita kalau ga punya kartu e-toll atau e-money yang telah diisi uang. Kita beli kartu tiket seperti kartu ATM seharga Rp. 10.000 + ongkos ke tujuan & kartu tersebut yang digunakan untuk masuk ke peron & naik ke kereta. Setelah sampai ditujuan kartu tersebut berfungsi untuk keluar & masuk peron, bila telah sampai ditujuan. Kartu tersebut dapat dipulangkan ke loket & uang Rp. 10.000 dikembalikan.
Sementara tiket CL Jepang berupa kerta persegi panjang dgn ukuran 10 x 5 cm. Untuk masuk ke peron, silakan tiket dimasukan, pintu akan terbuka & tiket akan keluar kembali. Jangan lupa ambil tiketnya kembali, karena tiket tersebut akan digunakan untuk keluar stasiun setelah sampai ditujuan. CL di jepang ga beda jauh dengan CL di Indonesia, sama pokoknya tapi bedanya penumpang ga sampai umpel-umpelan. Kalau penuh mereka akan naik kereta berikutnya.
Ada cerita lucu saat kita naik CL ini. Konon ceritanya para lelaki di jepang, ada yang alisnya ditata rapih seperti alis kaum hawa. Lelaki yang beralis seperti itu atau lelaki yang beranting adalah sebagai tanda kalau itu seorang gigolo..Waaaah…. ingat cerita itu jadi  sepanjang  jalan & di dalam kereta kita jadi shu’uzon, sambil lirik lirik mencari lelaki yang beralis rapih….hehehehhe…….ternyata memang ada tapi   yang beranting-anting selama perjalanan hanya menemukan satu orang aja. Hanya butuh waktu 10 menit & melewati 1 stasiun akhirnya kita sampai di shibuya yang memang padat walau udah jam 9  malam. Kita bertemu dengan patung Hachiko, memegangnya, mengabadikannya  & berfoto dengan latar belakang simpang shibuya yang terkenal tersibuk di dunia itu.
Puas  mengelus patung hachiko dan berfoto bersamanya, time to go home…….@Metropolitan Hotel.

Hari ke empat kita akan menuju ke Gunung Fuji di daerah Hamamatsu, dengan waktu  tempuh kurang lebih  3 jam dari Tokyo. Sepanjang  perjalanan kita disuguhkan   pemandangan yang luar biasa indah, kalau diperhatikan rumah maupun gedung atau bangunan di jepang tidak ada yang menempel satu dengan lainnya. Hal ini merupakan peraturan pemerintah, karena kita ketahui bahwa jepang adalah Negara yang rawan gempa. Bahkan bahan bangunanpun tidak yang berat-berat seperti disini, menggunakan bata dan beton. Disana dindingnya kalau diketok2 ada bunyinya, karena terbuat dari pahan ringan. Seperti fiber gitulah. Jadi kalau ada gempa, bangunan itukan begerak, dengan jarak yang diberi bangunan tersebut akan lentur bergoyang dan tidak bersentuhan dengan bangunan lain. Pendek kata space tersebut untuk memberikan ruang bagi rumah atau bangunan saat terjadi gempa tidak saling bersinggungan & meminimalkan agar bangunan tidak rubuh.
                                                               Di level 1 Gunung Fuji


Tiba di lokasi gunung fuji, mendapat  kabar kalau cuaca kurang bersahabat. Sayangnya kita jadi ga bisa masuk ke level 5 mendekat ke gunung fuji, cukup di level 1 & melihat gunung fuji yang berselimut salju dari kejauhan.  Namun disini masih ditemui tumpukan salju yang belum mencair. Lumayaaaan…bisa remes remes salju & b’gaya dengan background gunung fuji. Gunung fuji ini berdiri kokoh dengan ketinggian 3776 meter diatas permukaan laut & gunung ini terletak di daerah Hamamatsu. Menurut cerita nih ya, di dekat gunung fuji ini ada sebuah lembah yang bernama  “Jukai” lembah ini biasa digunakan untuk hara-kiri penduduk yang merasa memang harus mengakhiri hidup karena sesuatu sebab. Konon katanya juga dalam setahun ada 1000 orang yang mengakhiri hidup di lembah ini,  yang juga katanya cukup angker….iiiiiih…..serem ya.

Perjalanan dilanjut untuk makan siang, dari cuaca yang cerah walau berangin di gunung fuji kini mulai berkabut dan terasa beeeeeeerrrrr….makin dingin & kabut makin tebal, padahal abis maksi mau melihat pemandangan indah di sekitar danau Ashi.  Saatnya  mengelilingi danau Ashi dengan cruise….udah makin dingin &  kabut tambah tebal, jadi hanya ngerasain naik cruise aja deh.  Pemandangan indahnya ga keliatan, tertutup kabut tebal..yaaaa..sebagai penggantinya kita dapat berfoto ria diatas cruise. Ya sudah ber keliling  danau Ashi dengan cruise sambil nonton orang pacaran….hahahha…..Isti & Nova bingung liat orang kasmaran ini.

                                               Naik cruise ke danau ashi

Makan lageeee…….dingin-dingin makan menu hangat ala pedesaan, tapi makan ramen dingin dengan kuasnya yang muantab, ok juga.  Siap-siap check in hotel di pedesaan dengan bangunan hotel yang megah diatas bukit dengan gaya arsitektur  kerajaan gitu. Nah di hotel ini, namanya Omaezaki Hamaoka Courses. Ada yang menarik di hotel ini, ada pemandian Onsen. Yaitu kolam air belerang tapi ada syaratnya sebelum nyemplung dikolam itu, kita harus mandi & keramas dulu. Mandinya juga harus tanpa busana  selembarpun   dan nyebur berame-rame, tapi khusus buat perempuan aja kok.  Air belerang yang panas dengan aroma yang khas, ditambah suara cekikikan yang pada berendem…waaaah…sensasi yang tak terlupakan pokoke….hehehehe….dan berendemnya ga boleh lama-lama, cukup 10-15 menit aja tapi itu udah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa lelah & pegal-pegal disekujur badan…juga jadi suegeeeer.
                                                        Setelah mandi belerang di Onshen

Dalam perjalanan dari danau Ashi ke hotel, aku sempet melihat ada rumah mungil dengan halaman lumayan besar disampingnya & ditanami padi. Ada juga yang ditanami sayur-sayuran & di daerah ini banyak terdapat kincir angina  yang digunakan sebagai pembangkit listrik.  Ga terasa udah hari kelima aja, kita b’fast dengan menu ala pedesaan. Ikan kembung dipanggang dengan rasa yang sangat gurih & eunaak tenan, dengan menu lengkap lainnya. Ternyata hotel ini memiliki pemandangan yang luar biasa indah dan dibawah dekat lahan parkir berjejer pohon sakura. Ga mau menyia nyiakan kesempatan, tustel ditangan kiri  & hp di kanan mulai beraksi mengabadikan momen-momen indah tersebut. Ada sakura dalam pelukan, ada melompat lebih tinggi, gaya foto model di tangga dll pokoke kereeen abiiiiz deh. Tapi tiba-tiba di semprit sama Maria…..check out….mana kunciiiiii, ayooo…koper kumpulin…hahaha..
                                                      Ini kereta cepat (Shinkansen) Jepang

Ready to go to  Kyoto by Bullet train or Shinkansen….hurry up…hurry up…..dari stasiun  shinkansen     Hamamatshu,  kita akan ke Kyoto naik kereta super cepat 300 km/jam dengan waktu 1 jam 10  menit aza, dengan harga tiket 17.500 yen (kurs 1 yen = Rp. 120). Muahal ya tiketnya.  Ternyata kabin kereta shinkansen ga ubahnya seperti kabin pesawat loh, ada juga pramugari yang wara wiri pake trolly  nawarin makanan & minuman. Tapi ngeliat penampilannya, seperti bukan pramugari deh. Petugas pantry atau restorasi kali ya, abis ga keren bajunya. Malah kerenan securitynya yang wara wiri juga. Akhirnya kita sampe di Kyoto. Kyoto merupakan Kota Budaya, ya boleh dibilang Yogyanya Negara Jepang.  Rombongan kaya pengungsi jalan masing-masing menenteng  tas atau koper keluar stasiun menuju bis yang udah nungguin kita.  Di jepang yang kena lampu merah bukan cuma kendaraan, tapi orang juga kena lampu merah. Jadi kalau mau nyebrang nunggu lampunya ijo dulu deh, kalau nerobos karena  ga ada mobil yang lewat, jadi aneh &  diliatin orang…..hehehhehhe... Pokoknya disetiap lampu merah pasti ada zebra cross nya untuk tempat orang menyebrang & biasanya penuh dengan orang yang akan menyebrang, karena menanti lampu lalu lintas berganti hijau.  

Saatnya menuju kuil budha kuno yang sudah 10 kali dipugar, kuil ini merupakan warisan budaya Dunia  & Presiden Amerika Ronald Reagen pernah kesini. Namanya Kyomizu Temple. Letaknya diketinggian dengan pemandangan yang menajubkan. Biasanya pengunjung bisa menggunakan kimono disini. Ngomong-ngomong soal kimono, jadi kimono itu ada 2 jenis.  Kalau kimono yang suka dipake sehari-hari dengan bahan yang tipis dan ga ribet harus sanggulan, itu namanya “yukata” nah kalau yang satunya lagi ya kimono yang dipake berlapis-lapis dengan sanggulan khasnya serta obi (ikat pinggang) yang seperi bantal itu & ribet tata cara pemakaiannya. Kalau sanggulnya ada yang ready to use gitu, tinggang dipasang aja dikepala, kaya wig.

                                                                      Kyomizu Temple
Jalan menuju ke Kuil  Kyomizu ini berjajar toko-toko menjual makanan, es cream & aneka souvenir. Sini aku ikut-ikut blanja-blanji deh, karena emang belum beli apa2 selain kitkat green tea pesenan anak2.
Trus siap siap ke Osaka untuk menuju pusat pertokoan Shinsabashi Shopping Street, Dotonbori & borong borong juga di Umeda sampe  gempor keluar masuk toko. Banyak yang mau dibeli tapi yen udah ludes….hahhahaha….ada temenku yang penasaran beli tas disini tapi ga kebagian..hihihihi…katanya mau balik ke jepang cari tasnya lagi…wkwkwwk…..aku diajak ya Bu Endang.

Hari ini ditutup dengan borong-borong koper yang lagi sale, selamat dorong ya bu ibu….hehehhehehe…makmal  terakhir di jepang & check in di Miyako Hotel. Nama hotelnya kaya nama magic jar ya…hahahha……Eeee….setelah diperhatiin, ternyata supir bis kita si Michael Hanada ternyata alisnya ditata….hahahha…ga percaya? Perhatiin deh fotonya, aku sampe bela belain minta foto bareng dia, buat bukti aja…wkwkkwkkw…..

                                                     Oshaka International airport Jepang
Negara Jepang memang dikenal teguh dengan adat istiadat & budayanya, tapi namanya juga  suatu Negara pasti mengundang wisatawan untuk berkunjung ke negaranya, terutama ke objek-objek wisatanya. Hanya ya untuk memuahkan para tamu atau wisatawan maulah menggunakan bahasa & tulisan yang dapat dimengerti oleh bangsa lain. Di Jepang semua menggunakan  bahasa jepang dan diperparah lagi  juga menggunakan tulisan kaji yang  ga dimengerti sama sekali. Di Cina juga tulisannya tidak umum tapi di hotel mereka  menuliskan dengan tulisan latin tuh. 

Kebetulan teman sekamar aku gembok kopernya ga bisa dibuka dengan anak kunci yang ada,   aku juga muali mencoba ikut  membuka dengan anak kuncinya, tapi sayangnya tuh gembok tetap bertahan ga   mau  buka.  Temen mulai panik karena ga bisa ganti pakaian & spontan aku menuju ke telepon kamar untuk minta bantuan  Housekeeping  atau  Technisi hotel, tapi  aku blongo di depan  pesawat telepon tersebut karena  tulisan di pesawat telepon itu  dengan bahasa kaji…..hadeuuuu….puyeng ga tuh!. Sudah gitu teman malah ngoceh ngoceh lagi, bikin  sebel aja. Help me……gimana kalau begini coba?.  Menghubungi tour guide nya ga diangkat-angkat lagi…..toloooong deh!     Masa sih untuk di hotel bintang seperti ini coba menggunakan  bahasa  umum, minimal bahasa inggris  atau  minimal jangan pakai  tulisan kaji gitu..  Akhirnya  tour guide bisa dihubungi dan karena dia dari local jepang, yaaaa….gampang aja tuh dia baca huruf kaji di telepon.  Ga sampai 10 menit, datanglah petugas tehnisi hotel seorang cewek dengan membawa tang sangat besar &  cekriiis…..putuslah gemboknya. Bahkan di Pusat Pertokoan, aku  mencari suatu barang & menanyakan dengan bahasa inggris…hehehehee…. Banyak yang ga ngerti juga. Akhirnya pake bahasa tarzan deh.  Semoga  jepang  mau ya menggunakan tulisan latin  ditempat tempat  yang memang  umum digunakan  wisatawan. Mudah-mudahan cerita ngalor ngidulku ke jepang bisa dipahami dan menambah sedikit pengetahuan yang baca ya.  Aaaamiiin YRA.