Jumat, 28 Mei 2021

PELAJARAN SETELAH PANDEMI

 

Pelajaran Setelah  Pandemi

 

Paket sembako yg kita berikan

Banyak pelajaran setelah pandemi yang dapat dipetik, antara lain kebersamaan antar warga makin erat, sifat gotong royong terbangun dengan baik dan empati makin terbentuk dengan sempurna dilingkungan tempat tinggal.  Sementara dalam lingkungan keluarga kesempatan berkumpul dengan anak-anak  lebih banyak dan bahagia bisa selalu bersama.

Sebagai pengurus RT dan juga anggota Gugus covid sedikit lebih sibuk dari biasanya, karena harus memantau warganya. Rapat dan briefing dari Lurah tentang penanganan covid 19 jika ada warga yang terpapar, secara rutin dilakukan. Walau aku berharap tidak ada warga yang terpapar, tapi pengurus RT rutin memantau warga.

Instruksi untuk pernyiapkan sarana cuci tangan, himbauan agar warga menggunakan masker jika keluar rumah dan tetap di rumah. Namun ketika ada warga yang terdampak, pengurus RT, Lurah dan tenaga medis dari puskesmas langsung membantu sesuai SOP. Kami menyiapkan segala keperluan keluarga tersebut, mulai dari konsumsi sehari-hari dan vitamin yang dibutuhkan.

Penyemprotan dirumah yg terpapar & lingkungan

 

Aku sempat tersentak melihat warga yang lain membantu dengan  memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Setiap ada warga yang terpapar, tanpa diminta  mereka langsung membantu. Luar biasa, rasa kebersamaan itu membuat kami pengurus RT bahagia dan alhamdulillah makin erat terjadi.

Dampak kondisi ini ternyata makin parah, satu persatu warga tumbang dalam mencari nafkah. Ojeg & taksi online mandek, beberapa perusahaan kecil gulung tikar. Bahkan PRT juga dipaksa berhenti oleh majikannya karena tidak mampu membayar gajinya.

Kebersamaan dan empati warga yang lain dengan bergotong royong menyiapkan paket sembako untuk keperluan mereka. Kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari 23 warga yang mengalami dampak tersebut. Juga bantuan kepada anak-anak yang harus belajar dari rumah, tapi tidak memilik telepon genggam dan jaringan internet.  Warga lain yang memiliki telepon genggam lebih dari satu dengan iklas meminjamkan. Secara rutin warga yang tidak terdampak menjadi donator untuk membantu sesama.

Hal tersebut terjadi karena bantuan pemerintah tidak pernah sampai ke mereka. Hanya beras yang kurang layak yang diberikan dari kelurahan, itu pun jumlahnya sangat kecil. Pengurus RT telah melakukan pendataan bagi warga yang terdampak, sesuai intruksi kelurahan, tapi sayang hal itutidak pernah terealisasi sampai detik ini. Aku bersyukur warga yang tidak terdampak rutin membantu sebagai donatur. Ini pelajaran sangat berharga bagi aku selaku pengurus RT, bahwa petugas di kelurahan itu masih bekerja seenaknya. 


 

Aku jadi mengetahui bagaimana kualitas pegawai kelurahan dan kecamatan. Mereka seakan tidak memikirkan orang lain dan tidak  ada tanggungjawab pada tugas. Kami memberikan pemahaman  kepada warga yang berdampak  tentang bantuan  langsung tunai dari pemerintah. Tidak usah berharap dan  kami pengurus RT  dengan sekuat tenaga akan  berusaha memenuhi  kebutuhan mereka, apalagi itu bulan ramadhan.  Seminggu sekali kami memberikan sembako yang in shaa Allah cukup untuk satu minggu. Alhamdulillah bantuan donatur mengalir deras, sehingga dapat berbagai kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Sore itu berbagi kepada warga sekitar dan disalah satu keluarga membuat aku terisak. Kata pertama yang keluar dari keluarga tersebut  adalah: “ Yaa Allah…..Ibu,  kami hari ini belum tau mau berbuka dengan apa. Karena tidak memiliki makanan apapun dan ngga ada uang untuk  belanja.”  Berkali-kali beliau mengucapkan terima kasih. Aku segera pamit, karena sudah tidak kuat menahan air mata yang akan meloncat keluar. “Alhamdulillah…yaa…Allah, bantuan tersebut begitu bermanfaat.

Berbagi itu indah

Paket sembako masih  tersisa 3 lagi, aku akhirnya berjalan disekitar kembali  dan  kaki ini berhenti disebuah rumah sederhana karena melihat seorang ibu sedang memegang piring berisi nasi dan di depannya ada empat  piring kosong. Nasi tersebut akan dibagi lima saat berbuka nanti.   Aku meminta ibu tersebut untuk memasak nasi lagi dari beras yang aku bawa. Sementara aku membantu mendadar telur untuk lauk. 

“Yaa…Allah, lindungan mereka dan beri aku kekuatan agar dapat berbagi kepada yang membutuhkan. Aaamiin Yra.”

 

 Yaa….Allah ringankanlah terus langkah hamba, walau hanya sedikit paling tidak dapat menolong untuk hari-hari berikutnya.”   Berbagi kepada sesama baik dalam kondisi luas maupun sempit  lebih sering lagi, merupakan pelajaran yang aku dapat setelah pandemi ini.

 

 

Rabu, 26 Mei 2021

Pengalaman Memaafkan

 

                                                Pengalaman Memaafkan

 


 

Memaafkan memang mudah diucapkan tetapi sangat sulit dilakukan.  Padahal  memaafkan mampu menambah kemuliaan seseorang, sebagaimana diriwayatkan dalam  Hadish Muslim No. 2588: “ Apabila seseorang  memaafkan, maka Allah akan memuliakannya, dan ini telah dikabarkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Tidaklah seseorang memaafkan kecuali Allah akan menambah kemuliaannya.”

Namun hatiku masih merasakan sakitnya dibohongi berkali-kali, membuat ucapan permintaan maaf  adik iparnya  belum dapat diterima.  Kejadian itu terus saja membayang dipelupuk matanya setiap mengingat betapa uang pensiun yang diterima untuk biaya kuliah anak bungsunya raib ditangan adik iparnya.

Berawal dari permintaan tolong, adik ipar butuh biaya untuk anaknya sekolah dan menawarkan sapi peliharaanya untuk aku gantikan. Tidak tega dan berpikir tidak mungkin akan ditipu, aku pun membayar  seekor sapi limousine yang sangat besar dan sedang hamil seharga enam juta. Dengan janji akan merawat sapi tersebut dan dana perawatan akan aku kirim setiap bulan. Namun setelah berjalan  tiga   tahun, aku berniat menjual induk sapi yang ditaksir seharga tiga puluh juta untuk biaya si bungsu masuk kuliah. Namun apa yang terjadi diluar perkiraan, aku hanya diberi uang penjualan sapi seharga enam juta saja dengan alasan kondisi sapi yang sakit.

Namun saat kami pulang kampung, medapat cerita dari keluarga lainnya kalau induk sapi telah dijual adik ipar seharga  dua puluh juta. Setelah itu sapiku diganti dengan anak sapi yang baru gede, begitu kata sepupu yang tinggal tidak jauh dari rumah adik ipar. Aku makin meradang saat menanyakan kondisi anak sapi yang telah dilahirkan. Dengan enteng dijawabnya, bahwa anak sapi telah dijual ketika berumur satu tahun. Aku tidak banyak bertanya lagi dan menasehati agar tidak berbuat curang, karena semua perbuatan aka nada balasannya.

Kejadian berikutnya membuat aku tidak dapat memaafkannya dan bahkan melupakannya kalau dia adalah adik iparku. Pada suatu saat dia akan menikahkan anak pertamnya dan butuh biaya besar dan berniat menjual tanah warisan dari orang tuanya. Dia menawarkan tiga ratus meter persegi yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya. Kita sama-sama melihat tanah tersebut dan aku setuju untuk membelinya setelah melihat surat tanahnya.

Namun ternyata dia menawarkan semua tanhanya seluas lima ratus meter persegi, aku pun setuju dan uang aku transfer. Sayangnya aku lupa meminta kwitansi pembeliannya dan saat aku minta, dia bilang tidak perlu.  Dia pernah mengabarkan kalau harga tanah ditawar  lima ratus ribu rupiah per meter persegi, karena akan dibangun stadion olahraga. Namun warga bertahan dengan harga satu juta per meter pesegi. Aku pun manut dan ternyata stadion tersebut telah berdiri dengan megah persis disamping kanan tanah milikku, sementara disebelah berdiri rumah sakit haji dan sebuah universitas.

Memaafkan itu Menyambung Tali Silaturahmi.

Bertahun-tahun itu berjalan dan aku berniat menjual tanah tersebut untuk  biaya  pernikahan anakku.  Aku tidak pasang harga, sudah satu juta per meter persegi dari ku. Tapi adik ipar terus berdalih macam-macam dan tidak mengakui pernah menjual tanahnya kepadaku. Aku kaget dan anakku yang kecil  yang kebetulan seorang pengacara akan membawa kasus ini ke pengadilan. Namun setelah aku pikir-pikir, tidak perlu melayani orang seperti ini.  Aku tunggu saja niat baiknya, tapi ternyata memang tidak punya niat baik.  Dia terus berkelit  mengatakan tidak pernah menjual tanah tapi pinjam uang.

Aku ikuti  saja dan terima  kalau dia akan kembalikan uang  sebagai bayar  hutang. Aku hanya mengatakan, “Ingat ya terima pengembalian uang ini, tapi kamu yakin mau bermain-main dengan urusan tanah?”

Dia tetap bertahan mengatakan tidak pernah menjual tanah dan tidak ada buktinya. Aku memang salah tidak meminta kwitansi pembeliannya saat itu. Aku melupakan begitu aja kejadian tersebut, walau sangat sulit. Anggap saja memang itu bukan rejekiku.

Setelah berjalan lima tahun, tiba-tiba adik ipar menghubungiku dan meminta maaf.  Aku masih belum percaya dia meminta maaf dan setelah aku cari info, ternyata tidak lama setelah kejadian tersebut dia banyak mengalami kejadian. Anak-anaknya satu persatu bercerai, adik ipar dan suaminya juga sakit-sakitan. Melihat kepedihan yang dia alami yang katanya  akibat perbuatannya kepadaku.

Memang tidak mudah memaafkan begitu saja, tapi melihat sendiri kondisi keluarganya membuat aku luluh dan ikhlas memaafkannya. Hal ini memperbaiki hubungan ku dengan adik ipar yang selama ini kurang baik. Aku juga mendapat pelajaran, bahwa setiap perbuatan akan kembali kepada diri kita sendiri. Perasaan yang paling indah adalah terjalinnya kembali silaturahmi dan membuat dada yang sesak selama ini, menjadi plong.

Senin, 24 Mei 2021

3 JENIS PENDIDIKAN DI INDONESIA

 

3 Jenis Pendidikan di Indonesia

 


Ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya.  Hal itu terjadi karena  seorang anak sudah memiliki keterikatan secara fisik dan psikis dengan ibunya sejak dalam kandungan dan dalam aktivitas sehari-hari. Jenis pendidikan yang tidak didapat  di sekolah,  dari ibu lah sumbernya.  Seperti  pendidikan    budi pekerti, agama, etika, moral, sopan santun dan bagaimana bersosialisasi dengan lingkungan. Ibu memegang peranan penting pada jenis pendidikan informal bagi anak-anaknya.

Untuk itu lah anak perempuan harus sekolah tinggi dan menghilangkan sterotype yang salah di masa lalu. Anak perempuan hanya cukup dapat membaca dan menulis, karena mengurus urusan domestik rumah tangga antara dapur, sumur dan kasur.  Makin berkembangnya  kehidupan, membuat kesempatan  meraih ilmu setinggi-tinggi  bagi anak perempuan sudah tidak ada halangan lagi.  Bahkan kesempatan belajar antara anak laki-laki dan perempuan sudah sejajar kini. 

Pendidikan di Negara tercinta ini selain pendidikan informal yang didapat dari rumah dan  pengalaman hidup sehari-hari. Pendidikan informal berlangsung sepanjang hidup. Pendidikan Informal ini mempunyai  prinsip sebagai berikut:

ü  Tanpa persyaratan  harus dilengkapi.

ü  Proses belajar  dilakukan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.

ü  Tidak menggunakan kurikulum.

ü  Pendidikan dilakukan secara terus-menerus, dimana pun dan kapanpun.

ü  Orang tua merupakan  tenaga pengajarnya.

Disamping pendidikan informal, terdapat pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal merupakan sebuah kegiatan yang sistematis, memiliki jenjang dan terstruktur dimulai dari taman kanak-kanak sampai  perguruan tinggi. Pendidikan formal ini memiliki prinsip sebagai berikut:

-          Ada  syarat tertentu bagi peserta didik.

-          Memiliki kurikulum yang jelas.

-          Materi pembelajaran   bersifat akademis.

-          Pelaksanaan  pendidikannya butuh proses yang cukup lama.

-          Para tenaga pengajar harus memenuhi klasifikasi tertentu.

-          Ijasah sebagai syarat penting untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.

Satuan pendidikan  formal  antara lain sebagai berikut:

-          Taman Kanak-kanak (TK).

-           Raudatul Athfal (RA).

-           Sekolah Dasar (SD).

-          Madrasah Ibtidaiyah (MI).

-          Sekolah Menengah Pertama (SMP).

-           Madrasah Tsanawiyah (MTs).

-          Sekolah Menengah Atas (SMA).

-           Madrasah Aliyah (MA).

-          Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

-          Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

-          Perguruan Tinggi

Pendidikan berikutnya disebut Pendidikan non-formal yang dapat  dilaksanakan secara berjenjang,  terstruktur dan mandiri. Pendidikan non formal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang membutuhkan  untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, menambah ketrampilan  dan melengkapi pendidikan formal. Pendidikan Non Formal  mempunyai prinsip sebagai berikut:

-          Memfokuskan pada pelajaran   yang sesuai dengan kebutuhan.

-          Menggunakan kurikulum   yang sifatnya fleksibel.

-          Waktu pelaksanaanya  relatif singkat.

-          Menggunakan metode pembelajaran yang partisipatif.  

-          Pengajar  bertindak sebagai  fasilitator.

Macam Pendidikan non formal sebagai berikut:

-          Kelompok bermain (KB).

-          Taman penitipan anak (TPA).

-          Tempat-tempat Kursus.

-          Sanggar Tari, Senam, Lukis dan lainnya.

-          Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.

 

Di Indonesia pendidikan formal masih sangat dipandang wajib dan harus dilaksanakan, karena ijasah merupakan syarat mutlak yang  harus dimiliki setiap orang terutama untuk disektor formal. Sementara keahlian yang tanpa memiliki ijasah kebanyakan dipandang sebelah mata.  Namun dengan perkembangan yang begitu pesat di era tehnologi, sector non formal mulai diperhitungkan.

Apalagi  di era digital seperti saat ini,  pendidikan dapat dilakukan dari mana saja tanpa perlu kehadiran peserta didik.  Kemajuan tersebut juga memaksa para tenaga pengajar melakukan pembaharuan, yaitu mengubah  cara  mengajar. Begitu pula para siswa dalam belajar dan  dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan.  Namun dampak negative  dari tehnologi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi para guru, terutama para orang tua.   

Jadi dari 3 jenis pendidikan yang ada di negara tercinta ini, tentu satu dan lainnya dapat saling mendukung sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.