Selasa, 16 Oktober 2018

INDAHNYA DIENG






Dataran tinggi  Dieng merupakan  kawasan  vulkanik aktif yang  dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa dan memiliki beberapa  puncak dan kepunden kawah. Hal tersebut menyebabkan terdapatnya fenomena alam yang sangat menarik untuk dipelajari dan dikunjungi.

Setelah puas  berkeliling di Baturaden- Purwokerto,  hari  kedua kita akan  mengunjungi  Dataran tinggi Dieng di Wonosobo.  Saat sarapan, para ibu sudah ramai dengan  dress code aneka warna lengkap dengan jaketnya.  Jam 8 pagi, mobil  sudah mulai bergerak menuju Wonosobo.  Jalan yang mulus dan berliku, dilalui dengan mulus apalagi dengan pengawalan  polisi, Purwokerto-Wonosobo ditempuh tidak sampai tiga jam. 

Dataran Tinggi Dieng yang akan kita tuju adalah  sebuah kawasan pegunungan yang terdapat di Jawa Tengah. Secara administratif Dataran Tinggi Dieng, termasuk dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.  Kawasan ini tidak pernah sepi pengunjung, untuk menikmati  berbagai keindahan alam ciptaan Allah yang menyajikan panorama lengkap yang mempesona, mulai dari ada pegunungan, bukit, perkebunan, kawah, telaga, dan candi. 
  
Lokasi Telaga Warna
Sesampainya  ditujuan ibu-ibu berebutan untuk turun dari mobil,  saat pintu mobil terbuka udara dingin langsung menyapa dengan lembut. “Toilet di mana?   Toilet dimana?” pertanyaan bertubi para ibu, karena sudah tidak tahan dan ingin segera ngedrain segera..hahaha…. Aku jadi ikut-ikut juga dan berrr…  airnya  seperti es,  dingiiiin bingit.

Kepala Kanwil  Kementerian Pariwisata jawa tengah, menyambut kedatangan kita di kantor wisata tersebut dan diminta untuk sekedar menghangatkan badan dengan secangkir minuman hangat terlebih dahulu.  Di luar tetap saja dingin dan ibu-ibu mulai merapatkan jaket masing-masing. Namun mentari begitu terik, sehingga cukup membantu mengusir  rasa  dingin yang mengigit.

TELAGA WARNA

Kita menyusuri jalan menuju ke telaga warna, dari  pintu masuk  mengambil arah  sebelah kiri dan hanya dua ratus meter  Telaga Warna sudah terbentang di depan mata. Ibu-ibu mengabadikan diri di papan petunjuk lokasi telaga warna dan lingkungannya. 

background Telaga warna 
Telaga warna ini  bukan telaga biasa, karena  memiliki keunikan tersendiri yaitu  warna airnya  yang sering berubah-ubah seperti hijau, merah, lembayung dan biru. Fenoma ini terjadi karena airnya   mengandung sulfur yang cukup tinggi. Sehingga bila terkena sinar matahari air telaga akan berubah  warnanya.  Kandungan sulfur tersebut juga yang menyebabkan telaga ini  tidak  dapat dihuni mahluk air apapun.

Pemandangan di sekitar telaga begitu  sempurna, karena dikelilingi lembah dan perbukitan hijau nan asri, dengan  pepohonan rindang  yang dapat menyejukkan dan menenangkan para pengunjung.  Telaga Warna  ini  merupakan  salah satu destinasi wisata favorit para  wisatawan di daerah dieng.

Telaga warna dari dekat
Selain terkenal dengan pemandangannya yang indah dan unik,  Dataran Tinggi Dieng  juga terkenal dengan hasil pertanian dan agrowisata yang menarik. Pasti  sering dengar  kentang dieng kan? Sudah pernah melihat kentang jenis lain, belum?  Kentangnya berwarna merah, yang sangat baik dikonsumsi penderita diabetes dan harga dibandrol  Rp. 20.000/  kg.

 GOA SEMAR

Setelah puas menikmati keindahan telaga warna, kita dibawa masuk ke lebih dalam untuk  melihat goa yang ada di kawasan telaga warna dan telaga pengilon.  Jalan yang kita lalui untuk menuju ke Goa Semar, masih berupa jalan tanah dan menaik. Namun ibu-ibu   dengan semangat mengekor pemandu kita, sambal sesekali  jeprat-jepret berfoto  ria dibeberapa engle menarik.

Prasasti goa Semar
Goa Semar terletak paling atas diantara goa-goa lain,  dari luar terlihat mulut Goa   ditutupi oleh pintu dan pagar besi.  Sesuai informasi   ukuran luas ruangan  Goa Semar  hanya sekitar 4 meter persegi.  Menurut mitos yang berkembang, Goa Semar ini dijaga oleh Eyang Semar dan akhirnya namanya diabadikan pada goa tersebut.  Goa ini   dianggap keramat dan dgunakan untuk  bersemedi dan menurut sejarah pernah digunakan sebagai tempat pertapaan  para raja Jawa dan beberapa pemimpin negara, salah satunya yaitu  Presiden Soeharto   pada tahun 1974. 

GOA SUMUR 

Kita lanjut mengikuti jalan setapak yang mulai agak menurun  menuju Goa Sumur (Eyang Kumolosari). Di kanan pintu goa,  ada sebuah patung berwarna kuning keemasan.  Di goa ini terdapat kolam kecil bertuah, airnya  dimanfaatkan  untuk upacara Muspe dan Mabakti  oleh  umat Hindu dari Bali. Air kolam tersebut  dikenal dengan  nama Tirta Prawitasari dan  dijaga oleh Eyang Kumolosari,  dipercaya bisa menyembuhkan penyakit dan membuat kulit menjadi halus.  
   

Pintu Goa Sumur

GOA JARAN

Goa terakhir bernama   Goa Jaran, kita berjalan agak menurun untuk sampai ke goa ini.  Goa ini merupakan tempat pertapaan  Resi Kendaliseto dan  Jaran dalam bahasa indonesia,  artinya kuda. Konon   kisahnya, saat hujan deras ada  seekor kuda beristirahat disana. Namun  saat  keluar, kuda tersebut berbadan dua.  Kejadian tersebut memicu    masyarakat,   mempercayai   jika ada pasangan yang sulit memperoleh keturunan, maka si istri   bisa bersemedi di goa ini   untuk memohon keturunan.
  
Pintu masuk Goa Jaran
BATU SEMAR DAN   BATU TULIS 

Batu  besar  ini   terletak di antara   Goa Semar dan Goa Jaran, yang berdiri kokoh dan tertutup lumut dan tanaman liar diseluruh permukaannya.   Di depan batu besar  tersebut, terdapat  patung berwarna kuning  keemasan, juga  terdapat   arca Gajahmada dan  sebuah batu bertuliskan Legenda Batu Tulis. Jika  diperhatikan  dari kejauhan, batu tersebut  menyerupai semar,  salah satu  tokoh pewayangan.  Maka  batu tersebut disebut Batu Semar,  pada masa lalu tempat ini digunakan untuk bermeditasi bagi masyarakat hindu. Di hari hari tertentu, ada sesaji  yang diletakkan di depan Batu Tulis.

Batu Semar & Batu tulis
Area Batu Tulis ini merupakan   salah satu tempat prosesi  acara ruwatan cukuran anak gimbal Dieng.   Dalam  ruwatan  tersebut, mereka   didoakan agar sukses dan mendapat kemudahan dalam belajar.  Konon katanya bila orang tua  berdoa  memohon kepada Yang Kuasa dibatu ini, agar anaknya bisa membaca, akan dikabulkan. 

PERTAPAAN MANDALA SARI

Dari goa jaran kita agak naik keatas menapaki tangga kecil melingkar  untuk menuju Pertapaan Mandala Sari. Di depan pertapaan ini terdapat  patung semar berwarna kuning keemasan, karena pintu tempat ini tertutup kita tidak dapat melihat ruangan dalam. Pertapaan ini masih digunakan sampai saat ini.

Pintu masuk Pertapaan Mandala Sari
Dari  pertapaan ini, kita kembali turun dengan menapaki  jalan  setapak kembali  untuk dapat sampai kembali  di pintu masuk wisata ini.  Kita istirahat sejenak, lanjut menuju ke Dieng Plateu. 

DIENG PLATEU  THEATER

Kebiasaan ibu-ibu, begitu sampai yang dicari lagi-lagi toilet…hehehe. Dan disambung dengan nongkrong di warung mencicipi kentang goreng dieng yang lezat, sambil menghimpun tenaga untuk mendaki dataran tinggi dieng menuju Jembatan Merah Putih. 

Dieng Plateu Theater
Tidak jauh dari tempat kita  nongkrong, ada  Dieng Plateu  Theater.  Konsepnya seperti bioskop  komersil pada umumnya, menayangkan  film documenter Seputar Dataran Tinggi Dieng dengan judul “Bumi Kayangan Dieng”. Diharapkan  dapat menambah wawasan pengunjung  awal mulanya   terbentuknya dataran tinggi Dieng, berbagai objek wisatanya dan  budaya penduduk setempat.  Theater  ini diresmikan oleh Presiden SBY, berkapasitas  60 orang dan pertunjukan film tersebut  berdurasi 25 menit dengan harga tiket Rp. 4.000/orang.

 JEMBATAN MERAH PUTIH

Kita lanjut menuju dataran tinggi setelah dibagikan tongkat berupa bambu kecil, diharapkan dapat membantu kita untuk menapaki anak tangga yang menjulang sampai di atas dataran tinggi.  3 orang ibu mengundurkan diri, tidak ikut rombongan ke atas.  Mereka mengukur kemampuan diri, dari pada nanti merepotkan yang lain. 

Kita mulai meniti anak tangga yang cukup curam, bahkan kadang hanya jalan setapak berupa tanah keras. Di pemberhentian pertama ada warung kecil, sekedar untuk beristirahat sambil minum. Sumpah perjalanan ini sangat menantang dan menguras tenaga, maklum yang jalan oma-oma diatas 50 tahunan.  Pelan tapi pasti kita akhirnya sampai di dataran cukup luas, ada  sepasang burung hantu yang langsung diajak berfoto.  Kita  jalan ke depan  ada Batu Ratapan Angin dan sejauh mata memandang indahnya telaga warna dari ketinggian.   Di depan terdapat menara untuk berfoto dengan harga Rp. 5000/orang.

Diketinggian dg telaga warna di kejauhan
JEMBATAN MERAH PUTIH

Sebagian ibu menyerah dan kembali turun, sementara sebagain lagi meneruskan perjalanan menuju dan ingin merasakan sensasi  berjalan di  Jembatan Merah putih.  Ternyata  jembatan tersebut merupakan wahana baru di lingkungan dieng, dan popular.  Jembatan   dengan panjang 26 meter ini,  memanjang dari timur ke barat untuk menghubungkan dua buah bukit sekitar 50 meter di atas Batu Ratapan Angin. 

Disamping dapat menikmati pemandangan area  dataran tinggi dieng, naik jembatan gantung merah putih ini akan  menimbulkan sensasi buaian yang mendebarkan. Namun jangan khawatir , setiap pengunjung  diberikan   alat pengaman berupa helm dan tali pengaman. Selain itu, ada Tim Rescue  yang   memandu saat naik ke jembatan  tersebut.  Hanya dengan uang  receh   Rp 5.000,-/orang, kita   bisa memacu adrenalin.  

Kenapa diberi nama Merah Putih?

Jembatan Merah Putih
Nama tersebut   diberikan   sebagai simbol kekayaan alam Indonesia sehingga tumbuh rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Selain itu, jembatan yang selesai pembuatannya  pada tahun 2016 ini juga  sebagai apresiasi kepada Komunitas Panjat Tebing Tim Vertikal Rescue yang menyelenggarakan Sekolah Panjat Tebing Merah Putih. Dan merupakan   penggagas pembuatan jembatan ini.   
Tingginya jembatan tersebut

CANDI ARJUNA

Tak terasa waktu sudah rmenunjukan, jam makan siang. Kita maksi sambal mencoba wedang uwuh, yang bisa membuat tubuh menjadi hangat. Selesai maksi, langsung sholat dan dilanjut mengunjungi Candi Arjuna.  Kita cukup berjalan kaki dari lokasi tempat maksi tadi ke  komplek candi arjuna, yang wisata budaya.  Ada sebagain candi yang rusak dan sedang berusaha untuk dipugar.  Komplek candi ini selain candi arjuna, juga terdapat  Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. 

Candi Arjuna
Kompleks Candi arjuna ini, diperkirakan   dibangun pada awal abad IX M  dengan  ciri khas  pintunya  menghadap ke barat dan atapnya meruncing ke atas. Candi ini  dikelilingi oleh bukit yang asri dan indah,  sejauh mata memandang.   Dipelataran  candi  ini lah,  biasa diadakan acara   Dieng Culture Festival dan Jazz Atas Awan.

Pelataran candi
Setelah berkeliling  komplek candi arjuna, kita langsung  take off ke Purwokerto dan kembali ke Jakarta. Istirahat sejenak di hotel, makan malam di resto  Oemah Iyong. Packing barang dan menuju stasiun kereta untuk kembali ke Jakarta. Waduuh…sampai Jakarta bingung dibawain oleh-oleh begitu banyak, terutama tempe mendoan yang belum jadi  dan lengkap dengan tepung dan sambal kecapnya. Muantaab.
 
Mari kita pulang & see u

Senin, 15 Oktober 2018

Suami Pensiun bisa Bikin Istri Stres dan Depresi!



Setiap awal bulan aku selalu  berkeliling dari rumah ke rumah dilingkungan RT tempat tinggal.  Ada tugas untuk mengantarkan kartu iuran sampah warga,  maklum bendahara RT. Biasanya  pagi hari setelah anakku berangkat ke kantor.  Aku yang selama ini jarang keluar rumah, karena sibuk bekerja tapi setelah pensiun mendapat amanah untuk menjadi salah satu pengurus RT. Ya wis, apalagi ketua & sekretaris RT semua perempuan. Jadilah kita srikandi RT yang berjibaku membereskan lingkungan, bersama warga.

Awal bulan ini saat aku mengantarkan kartu iuran tersebut, seorang ibu mempersilakan masuk dan meluncurlah curhat tentang suaminya yang katanya, semakin tua kok makin cerewet & bikin kesal.  Setelah cukup lama mendengarkan curhatnya, aku pamit & dia minta maaf karena telah curhat. Dengan senyum dan mencoba menyalurkan kekuatan bersabar, aku pamit sambal bilang: “Sabar ya Bu” sambil merangkulnya.

Aku melangkah kembali ke rumah yang lain, “Masuk dulu Bu”  terdengar suara sahutan dari dalam, setelah mendengar salamku. Aku melangkah masuk & duduk di kursi teras, sambal menunggunya keluar.  “Maaf ya Bu, kelamaan nunggu. Lagi kesel nih sama suami yang egoisnya  minta ampun, makin tua makin parah” Cerocosnya begitu nongol dari pintu rumah.

Ada enam orang ibu yang curhat pagi itu, seharusnya paling lama 1 jam tugas itu selesai. Ini dari jam 8 pagi, baru kembali waktu adzan dzuhur. Pada dasarkan aku sangat paham dengan apa yang dirasakan para ibu tetangga yang rata-rata suaminya sudah memasuki pensiun. Inti curhatnyapun sama, bahwa suami yang telah pensiun dan ngga ada kegiatan setelah itu tebih cerewet, egois makin tinggi, ngeyel luar biasa & mudah ngambek.

Ada apa sih ini sebenarnya?

Menurut pengamatan, analisa  dan pengalamanku nih…. Awal mengakhiri masa tugasnya, suami memang masih merasa biasa dan lebih banyak waktu yang dimanfaatkan dengan beribadah, juga menyalurkan hobbi.  Semua beban tugas lepas dan pikiran lebih tenang, tanpa memikirkan kesibukan pekerjaan yang bertumpuk dan berkejaran dengan waktu. Sementara urusan kehidupan selanjutnya diserahkan kepada istri untuk mengaturnya.

Meman masa pensiun adalah masa yang dinantikan semua orang,   karena akhirnya mereka bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama. Namun kenyataannya tidak semudah itu!  Karena saat pensiun tiba, tapi anak-anak  masih ada yang sekolah atau kuliah. Sementara  setiap bulan tidak mendapatkan uang pensiun bulanan.  Tidak mempunyai  penghasilan yang dapat menopang setelah pensiun, akhirnya uang pensiun yang diterima sekaligus, habis tak berbekas. Bahkan tidak sedikit yang ludes kena tipu, karena mau mencoba usaha dadakan yang beluj jelas kebenarannya.

Kalau kejadiannya seperti itu, apa yang akan terjadi?  Semua jadi kacau dan masalah baru timbul. Kebanyakan suami  (sesuai curhat yang sering aku dengar) setelah pensiun, menyerahkan semua tanggungjawab keuangan kepada istri. “Terserah, pokoknya urusan istri yang ngatur, tugasku sudah selesai”   Begitu kesan yang aku dapat dari  pengamatan.  Kalau suami butuh apa-apa, dia tinggal bilang ke istri, “belikan aku ini, belikan aku itu”  dengan enteng tanpa mau ikut campur lagi urusan nafkah keluarga lagi. Tentunya uang yang digunakan akan habis dan dari mana istri mencari untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari?

Kebanyak kaum istri memang lebih luwes mencari peluang dan biasanya mengandalkan kemampuan bakatnya dengan menjual makanan matang dan lainnya. Syukur-syukur berhasil untuk menutup biaya sehari-hari, kalau ngga? Pastinya  akan timbul masalah baru & masa pensiun pun menjadi hal yang menyedihkan.

Percaya ngga percaya di Indonesia kondisi pensiunan masih sangat menyedihkan, memang aku ngga punya datanya. Namun  melihat, mendengar dan   mengalami sendiri membuat aku memberikan pelajaran kepada anak-anak untuk memikirkan masa tua sejak sekarang.  Pensiun itu juga ada dua macam, ada yang memang sudah usia pensiun atau pensiun dini karena kondisi perusahaan yang memburuk. Sementara usia sudah senja dan tidak memiliki keakhlian atau usaha sampingan.

Sementara kondisi keluarga, anak-anak masih butuh biaya pendidikan dan biaya hidup harus terus dipenuhi.  Siapa yang paling stress kalau keadaan seperti ini? Istri..ya istri, karena para suami  merasa sudah selesai tugasnya. Memang ngga semua suami seperti itu, tapi kebanyakan di Indonesia seperti itu. Andai  sang istri menyampaikan semua kemelut ini, apa tanggapannya?  “ Urus aja lah, kan uang sudah aku serahkan kepada kamu semua. Aku pusing”  tuh…jawaban yang paling enak keluar dari mulut para suami.  Aku sedih mendengar kenyataan ini dan menyarankan untuk mengatakan kepada suaminya untuk mencoba mencari kerja lagi.

You know what the answer is ?  “Di mana yang mau menerima orang tua kerja?”  Memang benar jawabannya, mbok yo dulu dipikirin rencana  untuk keluarganya dunk Pak!..hehehehe

Menurut  sebuah penelitian terbaru mengungkapkan,  bahwa pensiun ternyata bisa memicu stress dan depresi pada istri.  Penelitian ini mengungkap, ketika seorang suami pensiun, istri mereka akan memiliki risiko lebih tinggi   terkena depresi. Istilah ini disebut “retired husband syndrome”. Peneliti menemukan bahwa hampir setengah wanita mengalami peningkatan stres, depresi, dan kurang tidur ketika suami mereka pensiun. Peneliti Italia juga menemukan,  semakin lama waktu pensiun suami maka semakin buruk pula depresi dan stres yang dialami   istri. 

 Apa sih penyebabnya?

Menurut  peneliti  penyebabnya   karena wanita dihadapkan dengan tekanan tanggung jawab rumah tangga yang lebih besar ketika suami mereka pensiun. Mereka juga harus memikirkan penghasilan yang menurun.

Hasil merupakan penelitian Dr Marco Bertoni dan Dr Giorgio Brunello dari University of Padova setelah menganalisis 840 wanita Jepang, pada tahun 2008 dan 2013.  Jepang dipilih  karena negara ini memiliki peran gender yang kuat, namun  hasil penelitian  ini bisa diterapkan  di semua negara.

Peneliti memberikan skor stres dan depresi pada wanita yang suaminya pensiun. Mereka menemukan  semakin lama suami pensiun, maka tingkat stres  naik enam sampai 14 persen.

Mereka menemukan bahwa 47 persen wanita,  melaporkan masalah emosi ketika suami mereka pensiun. Sementara   41 persen wanita merasa stres, 23 persen lagi merasa depresi, dan 16 persen mengalami masalah susah tidur. Namun  laki-laki  juga mengalami peningkatan   stres dan penurunan kesehatan mental setelah pensiun, hal ini ternyata berdampak lebih besar pada pihak istri.

Hal  yang terjadi pada Pria 

Diawal sudah  saya singgung tentang para suami diusia senja mulai rewel dan  sering marah-marah. Jika diamati secara rinci, hal ini biasanya terjadi ketika pria menginjak usia 60-an, tapi bukan  stereotype.  Menurut Dr. Ridwan Shabsigh, kepala International Society of Men's Health dan seorang pakar urologi di New York City, “kadar hormon testosterone pria akan terus menurun sesuai dengan pertambahan usianya. Dan penurunan hormon ini diketahui dapat mengurangi mood pria." Bahkan mudah marah (grumpiness) juga digunakan sebagai salah satu deskripsi mood dalam kuesioner untuk mengecek kondisi seseorang terkait rendahnya testosterone yang dialaminya. 

"Pasien dengan testosterone rendah mengatakan, bahwa mereka merasa kurang mampu berkonsentrasi,  mentoleransi kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, teman-teman dan  rekan-rekan kerja, " terang Shabsigh seperti dilansir dari MSNBC. “Kemampuan untuk mentoleransi atau menghadapi situasi semacam ini akan berkurang ketika kadar testosterone seorang pria rendah," tambahnya.

Terkadang hormon atau isu fisik  bukan masalah semata saja. Pria tidak suka berbagi tentang kekhawatirannya terhadap proses penuaan, sehingga membuatnya  rentan melampiaskan kekesalannya pada orang lain. Sifat mudah marahnya  pada pria tua juga dapat diakibatkan oleh perubahan hidup yang besar seperti pensiun.

"Wanita punya banyak teman. Jadi ketika mengalami masalah, mereka bisa membicarakannya dengan teman-teman lalu dengan begitu terdorong mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasinya. Tapi bagi pria, hal-hal seperti ini mereka simpan sendiri," ujar Carol Wyer, penulis buku How Not To Murder Your Grumpy.

Masalah pensiun, suka tidak suka semua  orang yang  bekerja  pasti  mengalaminya. Untuk itu rencanakan masa senja Anda dengan baik, sehingga tidak merepotkan  anak-anak. Ngga enak loh bersandar hidup kepada anak-anak, apalagi bagi ibu yang bekerja. Ada rasa malu yang luar biasa, apalagi dengan pasangan hidup anak-anak. Untuk itu persiapkan masa pensiun Anda dengan baik. Apa saja yang perlu dilakukan dalam mepersiapkan masa pensiun: 

1.      Rencanakan Pensiun dengan Matang
Sejak  membentuk  rumah tangga,  rencana masa depan bagi  anak-anak dan diri sendiri saat  pensiun agar tidak merepotkan anak-anak dengan menyisihkan beberapa persen dari penghasilan atau dapat mengikuti asuransi pensiun.
  
2.      Bila mendapat Pensiun Bulanan atau Pensiun Putus
Apabila perusahaan Anda memberikan uang pensiun bulanan, tentu tinggal menghitung apakah uang tersebut cukup untuk hidup sehari-hari. Dan  perlu juga memperhitungkan apakah saat pensiun masih ada anak yang  sekolah atau kuliah.

Bila Anda mendapatkan pensiun putus, sebaiknya  minimal 2 tahun sebelum pensiun telah mulai merintis usaha untuk bisa bertahan menikmati masa pensiun.  Hati-hati penipuan, karena banyak orang yang menerima uang pensiun putus  amblas kena bujuk rayu para penipu. Dengan memulai usaha 2 tahun sebelumnya diharapkan, pada saat Anda pensiun usaha tersebut sudah menghasilkan dan dapat diperbesar dengan tambahan modal dari  uang pensiun yang diterima.

3.  Jika ada kesempatan atau penawaran untuk bekerja kembali walau dengan sistim kontrak, sebaiknya diterima. Kata terus terang kalau Anda perlu waktu untuk istirahat sebelum  menerima  pekerjaan itu   kembali. Usahakan untuk membicarakan dengan istri dan jangan diputuskan sendiri.

Masa pensiun sebenarnya masa istirahat, tapi  usia pensiun masih bisa produktif dan manfaatkn dengan baik apabila masih dibutuhkan perusahaan.  Apalagi jika Anda tidak memiliki tabungan untuk dapat menikmati masa pensiun yang menyenangkan.  

Bagi seorang istri, pensiunnya seorang suami adalah kendala tersendiri. Hal ini dapat membuat seorang istri stress, karena harus menanggung urusan rumah tangga dan biayanya hidup sehari-hari sendiri. Ada tips yang dapat digunakan, agar istri  tidak stress saat Anda pensiun.

4 Tips untuk Istri saat Menghadapi Masa Pensiun Suami

1.      Rencanakan Pensiun dengan Matang

Ajak  suami untuk  membuat rencana masa pensiun, karena dengan rencana yang baik  akan menolong Anda di kemudian hari. Sebagai seorang istri ada baiknya   turut ambil bagian merencanakan banyak hal pasca pensiun. Rencana tersebut meliputi: rencana wisata, berwirausaha, aktif dalam kegiatan sosial dan beragam hal positif yang lain apabila dana memungkinkan.  


2. Kelola Aset dengan Baik

Masa pensiun artinya pendapatan tidak lagi sebesar masa bekerja. Sebaiknya sejak awal   perlu  melakukan investasi,  sehingga memasuki masa pensiun investasi tersebut  dapat  dinikmati.  Aset itu sangat penting, apabila saat pensiun masih membutuhkan biaya pendidikan anak-anak. Bisa dalam bentu logam mulia yang dapat dibeli dalam berat terkecil. 

3. Jaga Kesehatan

Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai harganya. Kontrol rutin kesehatan, agar terjaga sampai  sampai tua. Hal itu sangat perlu  bukan hanya membawa manfaat untuk diri sendiri, namun juga bagi anak-anak dan orang lain. Senantiasa lakukan olahraga rutin dan jaga pola makan akan menjadi aset penting kesehatan. Istri sudah pasti memegang peran penting di bidang ini.

4. Pelihara Hubungan dengan Teman-teman 

Ada baiknya setelah pensiun, kita  tidak hilang kontak dengan teman-teman.  Aktifkan diri dalam suatu komunitas dan dorong suami untuk turut aktif pula. Saat pensiun, seseorang  cenderung hidup sendiri.   Hal ini tidak baik bagi kesehatan mental, usahakan sering berhubungan dengan banyak orang  karena akan terus memberikan energy  positif.

Siapkan  masa pensiun Anda dengan matang dan perhitungkan  dengan baik,  tapi jangan lupa  berdoa. Sebagus apapun pun rencana kita, tetap saja sang penentu  hanya Allah.  Karena  kita tidak akan pernah mengetahui   apa yang akan terjadi di depan, agar istri tidak stress dan depresi.  Semoga bermanfaat

#Day3 ODOP