Rabu, 02 Juli 2014

Ramadhan BBM




Kedatangan bulan Ramadhan selalu di tunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia, bahkan umat muslim  merasa takut tidak dapat bertemu lagi dengan ramadhan tahun berikutnya, ketika Ramadhan tahun ini akan berlalu. Bulan Ramadhan begitu istimewa bagi  umat muslim, sehingga datangnya bulan Ramadhan  di sambut dengan  suka cita dan persiapan diri. 

Diawali dengan bulan Rajab yang termasuk bulan mulia untuk menambah ibadah dzikir dari yang telah dilakukan. Setelah itu bulan Sya’ban bulan mulia yang disunahkan kepada muslimin untuk banyak berpuasa, karena pada bulan tersebut  amal manusia diangkat. Alangkah lebih baik ketika amal kita diangkat kita dalam keadaan puasa. Di bulan ini umat muslim diharapkan saling bersilaturahmi dan meminta maaf, untuk  mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan Ramadhan. Serta mengirimkan doa bagi arwah keluarga  atau umat musli yang telah mendahului kita.  Pada masa sekarang permintaan maaf dengan mudah dapat dilakukan  melalui  tehnologi yang telah begitu canggih. Bukan hanya di Indonesia, tapi dapat dilakukan juga kepada kerabat di belahan dunia manapun.  

Begitu luar biasa persiapan yang dilakukan untuk menyambut bulan yang sangat mulia, Ramadhan BBM (Bulan penuh Berkah & Makfiroh). Bulan terbaik dari seribu bulan yang penuh dengan rahmat,   ampunan, dan kasih sayang Allah SWT. Di bulan ini pula, Allah SWT mewajibkan kepada seluruh umat muslim  yang beriman, untuk melaksanakan ibadah puasa, dengan tujuan untuk membentuk pribadi muslim yang bertakwa.
Karena di bulan suci  ini semua ibadah  dilipat gandakan pahalanya. 
Dengan berpuasa akan menggembleng ketaqwaan umat muslim dan ada beberapa hikmah manfaat bulan Ramadhan antara lain  sebagai berikut :

Keistimewaan  Ramadhan :

Ø  Diturunkannya Kitab Suci Al Qur’an, yang merupakan petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan.  
Ø      Pahala dilipat gandakan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq pada bulan Ramadhan dilipat gandakan bagaikan infaq fi sabilillah, dan tasbih pada bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain.
Ø  Dosa-dosa diampuni, bagi yang berpuasa dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. 
Ø  Terdapat malam mulia yaitu malam Lailatul Qadr, yang merupakan malam yang memiliki banyak barakah dan kemuliaan. Bahkan malam tersebut  merupakan malam terbaik dari seribu bulan yang sama dengan 83 tahun dan 4 bulan. Satu malam tersebut  terdapat pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.   Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, segala do'a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan.
Ø   Pintu   Langit  Dibuka, sedangkan Pintu-pintu    Neraka Ditutup  dan setan serta iblis dibelenggu.
Ø      Di bulan Ramadhan ini doa-doa diijabah oleh Allah SWT.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan :

Ø  Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh : menurut beberapa penelitian bahwa ketika berpuasa terjadi peningkatan limposit sampai 10 kali lipat. Kita ketahui bersama fungsi limposit  untuk melawan infeksi dan berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh.
Ø     Sangat  Bermanfaat  Menjaga Kesehatan   Jantung,   pada saat berpuasa  kolesterol baik untuk jantung yaitu HDL mengalami peningkatan dan kolestrol jahat yaitu LDL mengalami penurunan.  
Ø  Menurunkan Glukosa  Darah serta Berat    Badan, menurut penelitian dan studi yang menunjukkan bahwa puasa bisa untuk menurunkan berat badan dan juga kadar glukosa darah dalam tubuh.  Puasa merupakan   diet yang paling sehat.
Ø     Membersihkan Racun Dalam Tubuh.
Ø    Puasa dapat membantu menghilangkan racun-racun yang berbahaya untuk kesehatan yang ada dalam tubuh.  
Ø    Baik Untuk Kesehatan Mental, dengan pengertian sehat bukan hanya dalam hal fisik saja, akan tetapi juga menyangkut mengenai kesehatan mental. Ketika   kita sedang dalam keadaan puasa,  emosi kita akan bisa lebih terjaga dengan baik dibandingkan ketika perut kita dalam keadaan kenyang.

 Manfaat Puasa pada Hablum Minannas

Ø  Mempererat Hubungan keluarga : pada bulan Ramadhan kebersamaan dalam keluarga makin  terbina dengan baik. Pada saat makan sahur, seluruh anggota keluarga berkumpul dan makan bersama, begitu juga pada saat berbuka puasa.  Bukan hanya itu, kesempatan untuk shalat bersama juga lebih sering terjadi dan melaksanakan shalat tarawih bersama di masjid.
Ø   Mempererat  Tali  Silaturahmi :  bertemu  dengan  tetangga  lebih   sering pada bulan Ramadhan, pada saat  shalat tarawih dan tadarus di masjid, sehingga lebih sering saling bertegur sapa dan lebih mempererat kekeluargaan.

Lalu nikmat mana lagi yang dapat kita dustai, apalagi di bulan Ramadhan ini. Berjuta nikmat kita terima, tidur saja menjadi ibadah, napas menjadi bertasbih. So… manfaatkan bulan Suci ini dengan sebaik-baiknya, raih berkah dan makfirohnya.

Minggu, 29 Juni 2014

Mengapa Orang Berhutang


Ada yang mengatakan, "Kalau kita punya hutang, berarti  hidup kita dinamis. Tanpa hutang hidup seakan diam di tempat."  Memang semua orang pernah berhutang, tapi dalam kapasitas sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk melunasinya. Walau tidak dapat dipungkiri banyak yang berhutang untuk konsumtif dan tanpa program yang jelas untuk penggunaan dana yang telah dipinjam.  



Pinjam Uang
Pinjam uang merupakan istilah hutang kecil-kecilan antara dua orang yang saling kenal. Misal dengan keluarga, tetangga atau teman. Berbagai alasan orang meminjam uang, biasanya untuk kebutuhan yang mendesak dan dalam jumlah tidak terlalu besar. Jangka waktu pembayarannya sesuai kesepakatan bersama, walau sangat banyak yang meleset  dalam pengembaliannya. 

Bahkan tidak sedikit yang meminjam uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Misalnya: hutang kepada tukang sayur, warung kelontong dan warung rokok.  Pelaku pada peminjaman uang ini biasanya kelas bawah. Dapat Anda bayangkan, untuk  bisa makan rakyat kita masih banyak yang harus meminjam uang atau berhutang kecil-kecilan. 

Pada tingkatan pinjam meminjam untuk pembayarannya sering kali hanya janji-janji kosong. Hal ini disebabkan ketidakmampuan peminjam, tapi tidak sedikit yang memang sengaja tidak berniat untuk melunasinya.

Hutang Menegah
Pada hutang tingkat ini, biasanya dipergunakan untuk kebutuhan besar yang telah direncanakan. Misalnya membeli kendaraan bermotor, renovasi rumah, uang muka pengambilan rumah atau untuk biaya pendidikan anak. Hutang menengah ini biasanya di dapat dari bank yang menyediakan jasa peminjaman, dengan cara dicicil setiap bulan. 

Hutang menengah kebanyakan menggunakan jaminan, bisa berupa penghasil/gaji pegawai tersebut atau barang bergerak dan tidak bergerak yang telah disetujui pihak bank. Pelunasannya melalui pemotongan gaji, karena biasanya bekerjasama dengan instanti atauu kantor si peminjam. Kemungkinan kecil peminjam ingkar untung membayar cicilannya, karena ada pihak yang langsung menyetorkan ke bank setelah gaji peminjma dipotong.

Kartu Kredit
Pada tahun sembilan puluhan, untuk memiliki sebuah kartu kredit tidaklah mudah. Banyak syarat yang harus dipenuhi, sehingga orang-orang yang memiliki gaji tertentu yang dapat memilikinya. Tapi tidak demikian saat ini, siapa saja dapat memiliki kartu kredit. Begitu mudah, bahkan setiap bank menawarkan tanpa perlu membayar uang uiran selama setahun.

Sebenarnya kartu kredit merupakan fasilitas bank bagi nasabahnya, agar tidak usah membawa uang tunai   dalam julah besar. Disamping untuk keamanan dan keselamatan nasabah, namun ada sebagian pemegang kartu kredit merasa uang yang disediakan dalam pagu kartu kreditnya adalah uang pribadinya. Sehingga tanpa perhitungan dalam menggunakannya, di saat tagihan dari bank di terima baru nasabah tercengang kaget. Memang pembayaran boleh hanya sekian persennya atau limit terendah, tetapi disitulah letak masalah utama akan terjadi.

Pada saat jatuh tempo pebayaran, nasabah yang hanya  membayar dengan limit terendah memang akan selesai untuk sementara waktu. Namun sisa hutang akan dihitung bunganya yang tentunya menyecek leher dan bunga akan berkembang dengan cepat & subur, sehingga nasabah lama kelamaan akan terlilit hutang dalam jumlah besar tanpa disadarinya.

Ada baiknya cermatlah menggunakan kartu kredit, untuk itu perlu diingat kalau kartu kredit hanya alat untuk memudahkan anda dalam pembayaran. Belilah sesuatu apabila memang Anda ada dana untuk mebayarnya. Untuk menghidari masalah terlilit hutang, bayar tagihan kartu kredit seluruhnya, sehingga Anda tidak kena bunga.

Tentu Anda pernah mengalami meminjamkan uang kepada seseorang dan sangat sulit untuk membayarkannya, bahkan tidak dibayar sama sekali. Hal ini memang sering terjadi, tapi ada beberapa kemungkinan kenapa orang tidak mau membayar hutang atau pinjaman uangnya. Ada yang memang belum memiliki dana untuk melunasinya, tetapi ada orang-orang tertentu yang bermental rendah dan sengaja tiak berniat untuk membayar hutangnya. Kadang lebih galak mereka apabila ditagih, hal ini mungkin memang sudah karakter orang tersebut. Yang perlu diingat, bahwa hutang piutang yang tidak dilunasi akan membuat Anda diminta pertanggung jawabannya diakhirat nanti, sehingga memberatkan langkah Anda menuju keabadian.
 
 

Selasa, 14 Januari 2014

MALARI

Empat puluh tahun yang lalu, tepatnya 15 Januari 1974 telah tejadi peristiwa  Malapetaka Lima belas Januari yang biasa disingkat MALARI.  Dimana  para mahasiswa  turun kejalan  menentang  kebijakan ekonomi  pemerintah  orde baru  yang dikuasai Jepang sebanyak 40% .  Di jalan-jalan  menjadi lautan kuning, yaitu mahasiswa Universitas Indonesia yang berjaket almamater berwarna kuning yang dikomandoi oleh Mariman Siregar, menutup sebagian jalan di depan istana Negara dan istana merdeka.
Para  pemuda  penerus bangsa tersebut  membakar  barang-barang produk Jepang, di saat kunjungan Perdana Meteri Jepang ke Indonesia di tanggal 15 Januari 1974.  Di jalan raya  mobil-mobil buatan Jepang diberhentikan, lalu di   bakar, si pemilik hanya bisa membisu menyaksikan  mobilnya dibakar massa.  Kobaran api  menjilat-jilat  badan mobil dan menghanguskannya.  Kobaran api  bak  memompa     semangat para pemuda  memperjuangkan  aspirasi  untuk yang terbaik bagi negeri ini.   
Aku yang saat itu masih duduk di bangku SMP,  dipulangkan lebih cepat dari sekolah karena kejadian tersebut.  Sepanjang  jalan menuju rumah yang ramai dipenuhi  para mahasiswa yang berdemonstrasi dan masyarakat yang menonton berbaur  menyaksikan  pembakaran mobil-mobil buatan jepang yang berlalu lalang di jalan raya. Penumpangnya di suruh turun  dan wuuuisss….api menyulut badan mobil tanpa dapat dicegah.
Aku akhirnya ikut  menyatu dengan  para mahasiswa dan mengikuti geraknya,  dari sekolahku di Jalan Dr. Soetomo  kearah kantor pos  Pasar Baru, Santa Ursula dan aku tidak  masuk ke komplek rumahku, tapi terus menuju jalan Ir.Juanda. Di depan istana  Negara  terlihat  mobil tentara beriringan keluar dan berusaha membubarkan  kerumunan para demontran.



Sementara di depan show room mobil astra yang terletak bersebrangan dengan istana negara, telah berkobar api besar yang membakar  sebuah mobil sedan, tetapi masih terlihat para mahasiswa  sedang memecahkan kaca show room dan berusaha mendorong  keluar mobil yang ada di dalam.  Tidak  terbesit rasa takut sedikitpun, aku malah senang, hatiku merasa   ikut berkobar  bak lidah api yang menjilati mobil buatan jepang yang dibakar. 
Aku masih dalam balutan seragam batik kebanggaan  sekolahku SMPN 5 dan tas sekolah masih  menggayut di bahu, telapak tanganku  menggenggam erat tangan sahabatku Andriyani yang  juga terlihat senang mengikuti apa yang terjadi.  Karena kejadian tersebut tidak jauh dari tempat tinggal kami, cukup dengan berjalan kaki saja. Terdengar  suara dari pengeras suara  yang  menyuruh  bubar para demontran yang diteriakan oleh  seorang tentara yang  berdiri di mobil jip tentara dari jalan veteran, tetapi tidak seorangpun dari kerumun itu bergerak untuk membubarkan diri.
Tiba-tiba sepasukan tentara  datang membubar paksa para demontran yang lari tunggang langgang menghidari para tentara, aku pun ikut lari menuju arah rumah. Kuantar pulang  temanku dan aku melanjutkan pulang.  Kulirik jam tangan yang melingkar di tanganku, jarum pendeknya telah menunjuk angka tiga. He..he..he.. sudah hampir dekat rumah, aku bertemu kakak yang langsung menggamit tanganku dan mulutnya melontarkan omelan panjang lebar.  Kakakku yang disuruh ibu mencariku, tidak berani pulang karena belum menemukanku, sudah terbayang deh hukuman  apa yang akan kakak dan aku terima dari ibu.
Maklum saja kami anak kolong, istilah untuk anak-anak tentara  yang  dalam konsidi seperti ini pasti ibu harus sendirrian mengawasi kami, anak-anaknya> Karena bapak dalam kondisi Negara seperti itu, dapat dipastikan tidak akan pulang karena tugas.  Sementara  kami aalah keluarga besar yang membuat ibu sulit mengawasi kami semua.  Malari  adalah kejadian pertama yang aku alami  tanpa aku sendiri tidak mengerti arti dari pergerakan tersebut, hanya  ikut arus menonton kejadian itu.

Kamis, 09 Januari 2014

MASJID ISTIQLAL CERMIN KERUKUNAN UMAT

Ada  ratusan serpihan  kenanganku yang tercecer  di Masjid  Istiqlal. Masjid  terbesar  dan termegah di Asia Tenggara,  yang  letaknya berhadapan  dengan gereja Kathedral. Disebelah  kanan gereja adalah  lokasi komplek tempat tinggal keluargaku dulu.  Gereja Kathedral  sejak aku  kecil sampai sekarang  tidak ada perubahan  pada  gereja tersebut.   

Pelataran  masjid istiqlal adalah salah satu saksi bisu masa kecilku, di mana aku bermain petak umpet, berlarian  untuk sholat dan juga tempat aku mengaji setiap sore hari. Pada waktu itu kondisinya masih dalam taraf pembangunan, bahkan adik-adikku  berkolah TK disana.  Di masjid ini  kalau pagi  ramai dengan anak-anak sekolah taman kanak-kanak Wijaya Kusuma namanya dan ada juga pengajian ibu-ibu. Sore hari diramaikan oleh anak-anak yang berlarian untuk merebutan mendapatkan kursi paling depan untuk mengaji, agar mendapatkan antrian mengaji lebih dulu. Ustadz Ridwan Lubis dengan sabar akan  mengajar kami satu persatu, hingga sholat magrib menjelang.

Kami  berebut   keluar kelas untuk masuk ke masjid  dan  mencari    tempat di baris belakang..hehehehe… di saf paling belakang, setelah meletakkan  tas  kami akan berebutan untuk mengambil air wudhu.  Pada saat  sholat kegaduhan dibelakang  terus saja berlangsung, suara hahaha…hihihi kami anak-anak  yang sholat sambil bercanda.   Tapi masjid akan  sunyi pada saat sholat, apabila penjaga masjid ada. Penjaga itu seorang bapak yang berkulit  hitam, dengan memakai kopiah dan maaf jalannya agak pincang dengan sebuah rotan tergengam ditangannya serta selalu  menggunakan kemeja warna putih atau biru. Pak Karim  namanya.  Apabila  kami  melihatnya datang,  bergerakpun takut rasanya, karena Pak Karim tidak segan-segan untuk  memukul anak-anak yang sholatnya bercanda dengan rotan yang dipegangnya.

Selepas sholat isya,  anak-anak remaja dan dewasa akan berkumpul di depan pemancar radio  yang ada di lingkungan masjid.  Sementara kami, anak-anak akan menyebrang jalan untuk menangkap jangkrik yang bertebaran dibawah lampu jalan  yang terletak  diberang masjid dan tepat di depan pintu gerbang komplek tempat tinggalku.
 
Setelah aku duduk di bangku SMP, kegiatan itu terus saja berlangsung dan apabila  tiba Hari Raya Idul Fitri,  para laki-laki dewasa akan menjadi juru parkir  para jamaah yang akan sholat. Lahan parkir  yang digunakan adalah halaman komplek  tempat tinggal kami dan halaman gereja cathedral,   pada saat  natal,   lahan parkir yang digunakan selain halaman komplek  juga halaman masjid istiqlal.  Indahnya perbedaan.

Serpihan-serpihan itu mencoba menyatu untuk membentuk kenangan lama yang melintas kembali dikala aku dan suami mampir untuk sholat dzuhur  di masjid istiqlal, yang kini makin megah dan  indah.   Aku seakan tidak mengenalnya sekarang, bahkan  dikala  selesai berwudhu, aku bingung dimana kini tempat sholatnya sampai harus bertanya kepada pengunjung lain.  Keluargaku pindah dari komplek tempat kami tinggal pada tahun 1977  ke selatan Jakarta dan baru tahun 2013  aku menginjakkan kaki kembali di Masjid Istiqlal.

Masjid Istiqlal dalam sejarah
Masjid Istiqlal  yang ide awalnya dicetuskan  oleh beberapa ulama, seperti : KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama RI 1, H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, Ir Sofwan dan 200 orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqurrahman, yang awalnya dengan mendirikan Yayasan Masjid Istiqlal pada tahun 1953.

Pada tanggal 7 Desember 1954   yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto diresmikan yang didukung oleh Presiden Soekarno.  Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang berarti “Merdeka,”  nama tersebut merupakan  ungkapan   rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SAW. Kemudian   membentuk Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal (PPMI).

Penentuan lokasi masjid ditetapkan oleh Bung Karno di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834 yang terletak di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Kathedral dan Jalan Veteran.  Penentuan lokasi ini sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang akhirnya disepakati    di bangun di lahan bekas benteng Belanda, karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Langkah awal untuk perencanaan pembangunan adalah  menyiapkan rancangan gambar atau arsitekturnya, maka pada tahun 1955 Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal menggelar   sayembara rancangan gambar atau arsitektur masjid Istiqlal yang jurinya diketuai oleh Presiden Soekarno.  Keluar sebagai pemenang pada sayembara tersebut adalah Frederich Silaban dengan judul “Ketuhanan.” Frederich Silaban adalah seorang arsitek beragama Kristen kelahiran Bonandolok Sumatera, 16 Desember 1912.  Beliau juga yang  merancang kompleks Gelanggang Olahraga Senayan.

Realisasi pembangunan masjid Istiqlal  yang  pemancangan tiang pertamanya dilakukan  oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno dilaksanakan pada   24 Agustus 1961.   Situasi  politik dalam negeri yang cukup memanas, pembangunan masjid istiqlal jadi tersendat-sendat, apalagi pembangunan ini berbarengan dengan pembangunan   Gelora Senayan dan Monumen Nasional.   Pada tahun 1965-1966  pembangunan Masjid Istiqlal terhenti sama sekali. 

Setelah itu   Himpunan Seniman Budayawan Islam bersama  sejumlah tokoh, ulama dan pejabat negara tergugah untuk melanjutkan pembangunan Masjid Istiqlal, yang  dipelopori oleh Menteri Agama KH. M. Dahlan  melakukan  penggalangan dana   untuk membangun   fisik masjid dan kepengurusan Bung Karno digantikan oleh     KH. Idham Chalied yang bertindak sebagai koordinator panitia nasional Masjid Istiqlal.   Lewat kepengurusan yang baru ini, masjid dengan arsitektur bergaya modern itu selesai yang semula direncanakan   pembangunannya akan memakan waktu selama 45 tahun, akhirnya “bangunan utama” dapat selesai dalam waktu 6 tahun.

 Masjid Istiqlal mulai dipergunakan pada tanggal 31 Agustus 1967 yang ditandai dengan berkumandangnya adzan Maghrib yang pertama. Secara keseluruhan pembangunan masjid Istiqlal diselesaikan selama   17 tahun yang diresmikan    oleh presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978.