![]() |
Di depan Replika Patung Kuda Troy |
Perjalan hari ke tiga kita akan mengunjungi Acient City of Troy, Bergama & Pergamon Acropolis. Kita juga sudah di Canakkale dan akan berjalan ke Bergama, Izmir dan berakhir di kota Kusadasi.
Perjalanan dari
kota Istambul ke Canakkale di tempuh selama lima jam, tapi jangan
coba-coba kalau ke sana pada saat Idul Fitri. Menurut cerita teman waktu tempuh bisa
molor sampai 12 jam, karena pada saat liburan Lebaran masyarakat
Turki akan menginap di vila-vila yang terdapat di Canakkale dan itu yang menyebabkan lalu lintas macet total.
Kondisi tersebut ngga beda jauh ya
dengan Indonesia, hanya di sini macet karena masyarakat pulang kampung. Sementara di sana
macet karena mereka akan liburan ke
wilayah pantai. Canakkale dipilih warga
Turki untuk berlibur, karena kota ini terletak di region Laut Aegean dan terlihat
tampak cantik di segala musim dengan
deretan pantai yang cantik dan bersih.
Untuk menuju ke Canakkale kita akan
menyebrangi selat Dardanelles dengan kapal
ferry melalui Pelabuhan Istambul. Saat
memasuki wilayah pelabuhan, ternyata lalu lintasnya cukup padat. Akhirnya Qinan
memutuskan untuk melalui jalur lain, agar
bisa cepat sampai di pelabuhan ferry
tersebut. Pelabuhan Istambul merupakan
sebuah terminal penumpang untuk jalur jelajah, yang terletak di kawasan
Karaköy.
Kapal fery tersebut
tidak terlalu besar dan kita naik ke anjungan untuk bisa melihat pemandangan malam, tapi udara
dingin yang mengigit menembus
kulit membuat aku merapatkan jaket…hehehe Dianjungan terdapat café dan ebo-ebo menghangatkan diri dengan memesan teh panas
atau kopi. Bagi Ebo-ebo yang butuh ke toilet, harus sabar menanti antrian yang
mengular. Penyebrangan kapal ferry ini
memakan waktu kurang lebih 30 menit,
untuk sampai di Canakkale. Setibanya di canakkale, kita langsung menuju hotel
untuk makan malam & beristirahat.
ANCIENT CITY OF TROY
![]() |
Sejarah Troya |
Perjalanan hari kedua ini
cukup melelahkan, tapi Alhamdulillah terbayar dengan beristirahat nyaman di hotel
Iris. Hotel ini jauh dari keramaian
dan nyaman banget buat istirahat. Pada saat
sarapan, baru tau kalau hotel ini terletak dibibir pantai. Ok…Ebo-ebo, siap untuk petualangan berikutnya?
Kita akan memulai ngebolang hari ini ke Ancient City of Troy. Seperti biasa Pak Andre dan Qinan ngga pernah
bosan mengingatkan ebo-ebo untuk naik ke bus & mengecek koper masing-masing.
Jangan lupa baca perjalanan hari 1:http://ningsihali.blogspot.com/2019/11/akhirnya-aku-ngebolang-ke-turky-1.html
Bus siap berangkat dan ngga sampai satu jam kita telah tiba di
Ancient City of Troy. Pemandangan pertama yang terlihat adalah replica Patung
Kuda Raksasa yang berdiri gagah di tengah lapangan, layaknya tuan rumah yang menyambut kedatangan para
wisatawan. Karena untuk menuju
Situs Ancient City of Troy, terletak dibelakang patung kuda tersebut.Ada tangga kecil diantara kedua kaki belakang untuk pengunjung masuk ke perut kuda, aku dan beberapa ebo
mencoba naik untuk berfoto ria. Perut kuda tersebut terdiri dari dua
lantai dan hanya untuk spot foto bagi
yang minat.
![]() |
Tembikar sbg kulkas & pipa air di Ancient City Troy |
Namun Qinan mengajak ebo-ebo
untuk kearah belakang patung tersebut dan Situs Peradaban Ancient City Troy
berawal. Dihalaman sebelah kanan terdapat beberapa peninggalan seperti pipa
cukup besar sebagai saluran air dan gentong besar yang dulunya berfungsi
sebagai kulkas atau tempat menyimpan makanan. Qinan terus mengajak melangkah
lebih kedalam lagi dan ada pohon surga, kata Qinan. Pohon tersebut merupakan pohon buah Tin atau Ara yang dalam
bahasa latinnya disebut Ficus Carica. Kenapa disebut “Pohon Surga?” Karena pohon tersebut merupakan pohon ketiga yang
disebutkan di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, juga dalam Al Quran dengan Surah At-Tin.
Naah….terpampang reruntuhan legenda kejayaan masa lampau Kota
Troy yang pertama kali ditemukan oleh Charles Mc. Lahren di tahun 1822.
Penggalian dilanjutkan oleh arkeolog Jerman Schlieman dari tahun 1870-1890.
Kota tersebut sudah berusia 4000 tahun berada
di dekat Desa Hisarlik, 30 km barat laut ibu kota Canakkale, Turki. Situs ini termasuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1998.
Menurut sejarah, pada jaman
itu diperkirakan telah berdiri satu
kerajaan bernama Troy dengan pusat kota didekat laut Aegean. Pada masa itu masyarakatnya telah memiliki peradaban budaya yang cukup
canggih. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya tembikar untuk tempat
penyimpanan makanan dan minyak zaitun, juga pipa sistem saluran air.
![]() |
Situs Ancient City Troy |
Selain sarat dengan sejarah dan
mitos, reruntuhan kota ini juga memanjakan mata dengan pemandangan
yang indah. Di sini terdapat sisa
teater kecil dan tembok panjang yang legendaris di cerita
Troy. Menurut informasi wisatawan yang berkunjung ke sini penasaran akan cerita
Perang Troy.
![]() |
Situs Ancient City Troy & reruntuhannya |
Sebelum meninggalkan situs ini,
Ebo-ebo mencari toilet dan
antrian ke tempat ini cukup panjang.
Memang saat untuk ngedrain,
apalagi udara dingin ikut andil
menguatkan keinginan ke kamar kecil……hehehe. Sabar
menanti ya Bo-ebo.
BERGAMA
Komandan Qinan & Pak Andre
sudah memberi instruksi untuk bergerak
menuju bus dan siap ke Bergama. Bus mulai bergerak menuju pusat penjualan alat kecantikan yang berbahan dasar minyak
zaitun. Sepanjang perjalanan
disamping jalan yang mulus, pemandangan
yang indah dan banyak perkebunan zaitun. Ternyata Bergama merupakan pusat perkebunan zaitun di Turky.
Akhirnya kita tiba di satu toko
yang menjual alat-alat kecantikan dan perawatan
tubuh. Tau kan bagaimana kalau Ebo-ebo
masuk toko? Hihihihi……Semua kosmetik dan
perawatan tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki, tersedia di sini. Tinggal
pilih, apalagi ada buy 2 get 1, waaah….liat Mpok Meniek menenteng keranjang
belanjaan yang terisi penuh.
Pokoknya ga beda jauh sama yang lain deh, Bu Kentjana, Bu Elina juga Bu Lily semua
menjinjing keranjang belanjaan yang sarat isi……hehehe.
Ada yang menarik perhatian aku saat di luar tempat ini, yaitu pohon zaitun
yang sarat buahnya dan menjadi incaran ebo-ebo untuk berfoto. Sementara Bu Devi, Bu Subagyo dan beberapa ibu duduk dikursi apa ya
namanya? Kalau aku sih nyebutnya bale tapi
ada atapnya gitu, sambil nunggu
ibu-ibu lain yang masih heboh belanja. Aku ambil kesempatan tersebut buat
membidikkan camera foto kepada Bu Niniek dan Tante Lies, foto dibawah pohon
zaitun.
![]() |
Toko alat kecantikan & perawatan tubuh dgn minyak zaitun |
Kalau shopping pasti lupa waktu
kan, tapi kali ini ngga karena panggilan perut yang sudah kroncongan. Mariiii….maksi. Di hari ketiga ini makan
masih ngga terlalu masalah, karena lauk bekal dari Indonesia masih
ada….hihihi. Ada Nova yang selalu
nenteng tupperwear berisi balado teri
medan, ada rending dan kerupuk ikan siap jadi eman maksi kita selalu. Tapi aku memandang nasi yang dihidangkan,
gimana gitu…hahaha.
Tiga hari disana aku perhatikan setiap makan itu menunya
sama, hanya lauknya berbeda, pembuka:
salad, roti dan sup. Main coursenya nasi sedikit, sama daging seperti dibikin
perkedel atau lainnya. Lumayan enak,
walau lama-lama gimana gitu…hahaha. Untuk dapat variasi makanan korea dan cina,
itu bonus banget lah.
PERGAMON ACROPOLIS
Lanjut perjalanan kita ke
Pergamon Ackropolis yang terletak di provinsi Izmir. Perut sudah terisi dan tenaga telah pulih,
sekarang siap menyambangi Pergamon Acropolis yang letaknya lumayan tinggi. Kurang lebih satu jam perjalanan kita telah
sampai ditujuan dan ternyata untuk bisa sampai ke kota kuno Acropolis, kita harus naik Kereta Gantung dari stasiun
yang terletak di sisi timur Bukit.
Sebelumnya kita naik lift ke lantai atas (hanya 2 lantai) dan lanjut
naik kereta gantung untuk sampai ke Pergamon Acropolis. Di dalam kereta
gantung yang kapasitas 6 orang, tapi kalau
paxnya kecil bisa 8 orang selama 15
menit aja. Aku luput melihat pemandangan ke bawah dan sekeliling, karena sibuk berserfi ria di dalam…hahaha.
Setelah sampai kita harus keluar melalui pintu kaca, terlihat beberapa
toko penjual souvenir. Ebo-ebo ada yang
beli topi khas turkey dan langsung digunakan untuk bergaya lah…hehehe. Topi
yang terbuat dari kain bermotif khas turkey tersebut, seperti kopiah tapi ada
kain yang ngawir dibelakangnya. Liat aja
Ebo Ella, Bu Diana, Bu Yogi, Mba Rini langsung pakai n cucok banget.
Qinan mengajak kita untuk mulai menyusuri situs ini, dengan langkah awal melewati
jembatan kecil yang terbuat dari kayu.
Lokasi situs ini terletak diatas bukit, jadi pelan-pelan kita
mulai naik. Tapi ngga terlalu curam dan berkumpul di depan peta situs ini, disebelah kiri lokasi peta, terdapat maket
tempat ini. Sejauh mata memandang reruntuhkan
bangunan dan batu marmer besar-besar
berserakan dari reruntuhan bangunan masa lalu.
Pergamon Acropolis sebagian besar
didirikan di atas bukit, yang merupakan salah satu karya unik dari pemukiman
lama sebagai kota pegunungan yang terpotong karena kurangnya dataran alami. Situs
ini dulunya merupakan kota metropolitan yang
terdiri dari rumah, kuil, istana,
perpustakaan, teater paling curam di dunia dengan kapasitas 10.000 kursi menghadap ke Asclepium dan heroon tempat para
pahlawan dikuburkan. Juga bangunan-bangunan penting lainnya. Sisa-sisa kota
kuno Pergamon merupakan salah satu harta budaya paling penting di
Turki, yang terletak di distrik Bergama,
29 kilometer timur pantai Dikili. Penjelasan dari Qinan, yang hapal diluar kepala.
Ebo-ebo mulai bubar dan menapaki
jalan yang cukup besar berlantai kayu,
untuk menuju situs Pergamon Acropolis.
Sejauh mata memandang terhampar
reruntuhan dari batu marmer. Aku terus berjalan dan masih terlihat sisa
reruntuhan Gedung Perpustakaan dengan
pilar-pilarnya yang masih kokoh. Aku
coba melihat ke bawah dan tampak bekas
reruntuhan teater dengan deretan
kursi tribunnya.
Sejauh kita memandang memang hanya
tinggal puing-puing reruntuhan bekas sebuah kota yang terawat dengan baik, sebagai saksi sejarah
peradaban dunia yang dapat dikunjungi
wisatawan.
Konon katanya kota yang terletak diatas tersebut, dibagi menjadi tiga bagian
utama. Bagian tertinggi dan terlindung dari acropolis ini terdapat istana,
kuil, waduk air, sumur, dan waduk raja, air mancur milik keluarga kerajaan
dengan bangsawan. Pada masa pemerintahan Eumenes II, dibangun tembok yang mengelilingi kota agar aman.
Di bagian ini, juga terdapat Kuil Athena yang terletak di bagian bawah
bangunan. Ada perpustakaan dan Kuil
Trajan.
Bayangin aja di jaman itu sudah
ada perpustakaan yang terletak antara
kuil Traianeum dan Athena, dengan
koleksi bukunya sebanyak 200.000 buah milik Pergamus. Keren kan? Perpustakaan loh!
Bagian tengah Acropolis dari
Utara ke Selatan berisi tempat kudus Demeter yang dikenal sebagai dewi kesuburan. Sementara
bagian bawah Pergamon merupakan jantung
kota tempat fasilitas perdagangan dilakukan.
Di sini merupakan pusat fasilitas komersial, dan sebagai jantung utama kota pada masa itu.
![]() |
Acropolis |
Sudah puas mengamati dan berfoto
di situs Pergumon Acropolis, Ebo-ebo melepas lelah sambil menunggu yang lain.
Eeee….ada juga yang langsung ngeborong souvenir, aku juga ikut2 beli deh dan
lumayan beli 4 buah batu keberuntungan dapat bonus 1 dompet…hehehe….
Baca Perjalanan hari kedua: http://ningsihali.blogspot.com/2019/12/destinasi-wisata-turky-hari-kedua.html
Ada cerita yang bikin aku parno, tapi pasti yang lain sama deh kalau ngalamin
sendiri. Ceritanya aku mau ke toilet, yang letaknya disebelah
kiri gedung kereta gantung dan turun agak ke bawah. Waktu sampai di depan toilet itu ngga
ada orang, selain petugasnya 3 orang
anak muda. Aku ngga berani
masuk, gila aja sendirian bo!. Ngga ada pengunjung lainnya. Kalau sampai diapa-apain, teriak aja ngga
bakalan ada yang dengar. Aku jadi ragu-ragu untuk masuk, padahal udah diujung run way alias kebelet banget nih (maaf).
“Two lira, Mam.” Kata salah satu
anak muda penjaga tersebut. Tanganku
sudah menggenggam koin 2 lira untuk biaya menggunakan toilet, tapi rasa ragu
begitu kuat menguasaiku. Salah satu yang sudah menerima koin ku ternyata
mengetahui ketakutanku dan dia bilang, “I am Muslim.” Lalu temannya juga
mengatakan yang sama, tapi itu ngga jaminan kan?.......Yaa…Allah, lindungilah
aku.
Alhamdulillah tetiba ada tiga
turis Jepang datang. Aku langsung masuk dan berusaha keluar sebelum tuh
orang jepang keluar “Thank you gays”
sambil jalan keluar dan respone si petugas bikin aku melempar senyum. Dengan sedikit
membukuk ketiga anak muda itu mengucapkan salam. “Assalamualaikum. Thank you, Mam.”
“Waalaikum salam, sorry gays”
jawabku sambil berlalu dari tempat itu. Bukan su’uzon, tapi lebih berhati-hati boleh
kan? Apalagi ini di Negara orang.
Kembali ke barisan, hehehe…ikut
nimbrung lagi ke toko souvenir nemenin
Bu Niek pilih-pilih pasmina. Puas menikmati
peninggalan peradaban dunia Pergamon Acropolis dan blanja-blanji leh oleh. Kita siap
berangkat menuju kota Kusadasi dengan waktu tempuh selama dua
jam, untuk makan malam dan lanjut beristirahat di Asayra Thermal Hotel di kota
Kusadasi.
Tau kah gaiiiis, kalau nama
hotelnya ditambah dengan kata “Thermal?”
Artinya air panas yang digunakan
hotel tersebut, merupakan air panas alam. Sudah kebayang kan segernya mandi
dengan air panas alam? Apalagi dengan badan yang sudah lelah seperti sekarang.
Namun yang namanya Ebo-ebo ngga ada matinye!
Sepanjang jalan masih on terus dan mulut tetap bagoyang, mengunyah
camilan yang tak putus beredar….hahahaha….
Ok gais, sampai bertemu besok kita akan explore
Ephesus Pamukkale (Tungguin cerita berikutnya yang ngga kalah seru).