Minggu, 30 Desember 2018

PERWOSI BERI APRESIASI KEPADA MANTAN ATLET WANITA

Undangan



Memenuhi  undangan adalah suatu kewajiban, apalagi  undangan  yang akan membuat aku bertemu teman-teman yang pernah bekerja sama  selama-bertahun-tahun.  Rugi rasanya  jika melewatkannya,  apalagi aku sedang ngga ada kerjaan. Bayangan  bertemu teman-teman, membuat aku ingin cepat tiba di lokasi acara. Undangan untuk menghadiri  “Pemberian Penghargaan kepada Atlet  Wanita Berprestasi  Pada Masanya dan Silaturahmi  Pengurus Provinsi  PERWOSI se Indonesia” begitu yang tertulis di undangannya. 

Tiba di tempat acara, aku disambut oleh Pengurus Perwosi Pusat yang berbalut seragam batik merah dengan sopan. Mereka mengatarkan ku meja tempat  para mantan Pengurus Perwosi Pusat. Senangnya bertemu teman-teman yang lama tidak jumpa. Bertegur sapa dan pastinya berswafoto.  
 
Pengurus & Mantan Pengurus Perwosi


Siang itu  tanggal 17 Desember 2018,  PERWOSI (Pesatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) menggelar acara Pemberian Penghargaan kepada Atlet  Wanita Berprestasi  Pada Masanya dan Silaturahmi  Pengurus Provinsi  PERWOSI se Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 90.  Bertempat di Auditorium Mutiara PTIK, Kebayoran Baru-Jakarta. 

Tamu undangan bersama Ketua Umum Perwosi, Ibu Tri Tito K
Acara ini dihadiri oleh Ibu Devi Luhut Panjaitan dan  Ibu Mans Muskita selaku Penasehat PERWOSI dan mantan Ketua Umum PERWOSI, Ibu Rugaiya Usman Wiranto, Ibu Coretta Putut Eko Ketua Pengurus Pusat Kemala Bhayangkari,  Para Mantan atlet, Ketua Provinsi Perwosi dan undangan lainnya.  
   
Mantan atlet yang hadir
Pemberian apresiasi  kepada  20 Mantan Atlet Wanita ini, dengan kriteria bagi atlet  yang telah mempersembahkan   medali emas di PON,  SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. DI samping itu, salah satu penilaiannya  adalah kemampuan ekonomi dan kesehatan mereka.   Apresiasi yang dberikan  berupa   piagam dan  uang tunai, dengan jumlah bervariasi   antara Rp3-10 juta. 
 
video wawancara mantan atlet
9   Mantan Atlet Wanita  penerima apresiasi yang berasal dari luar Jakarta,   telah diberikan pada saat dikunjungi ke kediaman masing-masing. Sementara 11 atlet lainnya diberikan di acara ini,   nama-nama Mantan Atlet Wanita tersebut adalah:  Murdasih (Senam),  Sri Purwidiyati (Atletik), Sutirta Siwi Akip (Tenis meja), Starlet Irianneke Anzela (Atletik), Carla Tedjasukmana (Tenis meja), Maria Lawalata (Atletik), Marina Segedi (Pencak silat), Tati Sumirah (Bulutangkis), Ana Manopo (Voli), DR. Leane Suniar (Panahan), Diana Tedjasukmana, SH.MM (Tenis meja), Martha Kase (Atletik), Rodiawati Dahlan (Pencak silat), Supriyati Sartono (Atletik), Yuni Astuti (Bulutangkis), Winarni (Angkat besi), Lenni Haeni (Dayung), Suryati (Atletik), Carolina S. Rieuwpassa (Atletik) dan Susanna Nanlohy Rieuwpassa (Atletik).
11 Mantan Atlet penerima apresiasi diabadikan bersama Ibu Tito

Apresiasi  ini  merupakan yang ke empat kali yang dialkukan PERWOSI.  Pemberian apresiasi pertamakali dilakukan pada tahun 2006, dalam rangka HUT Perwosi ke-39.  Pada tahun 2012 memberikan apresiasi kepada atlet  atletik Dedeh dan yang ketiga memberikan apresiasi kepada dua orang atlet manula yang memenangkan lomba atletik di Brazil, yaitu Maria Albertina Matulessy & Ibu Beni Murdani.

Apresiasi kepada Atlet Lansia, Ibu Maria & Ibu Beni th 2013
Di acara tersebut juga  memberikan penghargaan berupa Pin Emas kepada  Mantan Ketua Umum Perwosi  Ibu Mans Muskita dan Ibu Devi Panjaitan.  Sementara Ketua Pengurus Provinsi  Perwosi  Jawa Timur, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf  mendapatkan penghargaan atas pengabdian dan dedikasinya dalam memimpin Perwosi Jatim selama dua periode, yakni 2010-2014 dan 2014 – 2018.
Menurut Starlet Irianneke Anzela,  salah satu atlet yang menerima penghargaan sangat  bersyukur karena para pelaku olahraga nasional kini lebih dihargai ketimbang pada masanya.
Penghargaan Pin Emas dari Ketum kpd Mantan Ketum Perwosi

Penghargaan dr Ketum kpd Mantan ketum Perwosi

Ibu Fatma S menerima Penghargaan Pengabdian sbg Ketua Pengrov Jatim

“Diakhir acara, Ibu Tri Tito mengucapkan selamat hari ibu kepada seluruh wanita Indonesia. Semoga kita tetap semangat memasyarakatkan olahraga,  terutama dikalangan perempuan dan anak-anak Indonesia.” 

3 Mantan Atlet Pengurus Perwosi
Mengintip deretan nama Mantan Atlet Wanita  yang menerima apresiasi, tiga diantaranya merupakan Pengurus Pusat Perwosi yang cukup aku kenal dengan baik.  Mari kita lihat siapa kah mereka dengan segudang prestasinya:

1.       Sutirta Akib Siwi


Ibu Ita, begitu biasa kami memanggilnya merupakan  mantan Pengurus Perwosi Pusat. Beliau merupakan atlet tenis meja terbaik yang dimiliki Indonesia pada masanya. Beliau juara tenis meja  pada Sea Games,  dan saat ini sedang terbaring sakit dalam usia 84 tahun.  Saya mohon maaf, tidak mempunyai data lengkap prestasi beliau. Sudah berusahan tanya ke Mbah google tapi  tidak dapat.

2.       Diana  Tedjasukmana, SH.MM

Diana Wuisan atau Diana Tedjasukmana termasuk dalam jajaran 100 Mantan Atlet Legendaris Indonesia.  Ibu satu anak ini telah malang melintang di kancah tenis meja, baik tingkat nasional maupun   internasional. Prestasi pertama yang   diukirnya, yaitu peringkat 4 Asia untuk katagori junior tahun 1968.  Bersama yang kakak Carla Tedjasukmana berhasil lolos ke-32 Besar Dunia dan sampai saat ini belum ada atlet tenis meja Indonesia yang dapat meraih posisi tersebut. 

Sederet prestasi lain yang mengharumkan bangsa telah  berhasil diukir Diana bersama  sang Kakak Carla dan tim Indonesia meraih empat besar tunggal putri asia, meraih peringkat 13 Kejuaraan Dunia di Nagoya Jepang.  Medali  emas ganda campuran bersama Gunawan Sutedja pada SEA Games tahun 1979 dan pencapaian puncak prestasi dengan mempersembahkan medali emas tunggal putri, ganda putri bersama Carla dan ganda campuran bersama Gunawan Sutedja pada  SEA Games tahun  1978 dan 1981. 

Diana Tedjasukmana bukan saja  atlet tenis meja handal pada masanya, beliau juga  pelatih bertangan dingin.  Pada pertengahan tahun 1980, beliau dipercaya membina  PTM Surya Gudang Garam Kediri. Atlet-atlet PTM Surya Gudang Garam Kediri mengalami prestasi yang luar biasa dan  melahirkan atlet-atlet  terkenal seperti :  Lingling Agustine, Rossy Syech Abubakar, Putri  Hasibuan, Fauziah Yulianti, hingga Christine Ferliani dan Silir Rovani. Di bagian putra, juga mulai diperhitungkan sejak masa M. Al Arkam, Ersan Susanto, Deddy Da Costa terus hingga Moh. Hussein dan Ficky Supit Santoso. Semua itu hasil   sentuhan program dan pembinaan Diana Tedjasukmana atau  Diana Wuisan.

Berkat pengabdiannya pada cabang olahraga tenis meja, pada tahun 2004 Diana mendapat Penghargaan Lifetime Achievement Award dari BRItama bersama atlet legendaris lainnya. Pada tahun 2007 Diana mendapat penghargaan sebagai Pembina Olahraga Terbaik yang diberikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.  Penghargaan tersebut diberikan  apda Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-24.  
 
Buka bacaan anak indonesia ttg 20 Perempuan Inspiratif Indonesia
Saya  bersama teman-teman, mendapat  pesanan dari penerbit   untuk menulis buku “20 Kisah Perempuan  Inspiratif.”  Buku tersebut  untuk bacaan anak-anak SD, dan salah satu  perempuan inspiratif dibidang olahraga,  yang terpilih untuk saya  tulis adalah “Diana Wuisan Tedjasukmana.”  Buku tersebut mengisahkan   perjuangan  Diana dalam meraih  prestasi dan  mencetak  atlet-atlet handal Indonesia. 

3.       DR. dr. Leane Suniar. MSc, Sp.GK


 Dr. Leane yang saya kenal, sangat enerjik dengan  segudang aktivitasnya. Awalnya  saya tidak mengetahui kalau beliau adalah mantan atlet handal pada masanya. Semua itu terkuak saat saya diberi buku “With Love Leane Suniar” yang dibagikan ketika menghadiri sidang akhir S3nya di Universitas Negeri Jakarta.  Ternyata beliau adalah atlet terbaik pada cabang olahraga  panahan pada masanya, dengan   prestasi gemilang, tingkat  nasional dan internasional.

Awal mengikuti ajakan teman berlatih  terbang layang dan  panahan, namun pilihannya jatuh kepada  cabang olahraga panahan dengan alasana lebih  berkenan dihati.  Debut awalnya mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) di Palembang dan disusul dengan kejuaraan nasional.    Prestasi puncak  yang diraihnya adalah untuk pertama kali dan satu-satunya pemanah wanita asia yang menempati posisi ke-9 besar dunia di Olympiade Musim Panas Montreal tahun 1976, dan memecahkan semua rekor panahan puteri di tingkat nasional.
ini didaftar tweeter Kemenpora

Ibu tiga orang anak ini,  pada tahun 1976 terpilih sebagai olahragawan/olahragawati terbaik pilihan SIWO PWI Jaya.  Pada tahun 1977  terpilih untuk mendapat penghargaan dari Pemerintah. Beliau termasuk 50 Srikandi Indonesia yang diabadikan dalam sebuah buku oleh  SIWO PWI. 

Hidup itu plihan dan Leane Suniar memutuskan untuk melanjutkan pendidikan dokternya dan menjadi dokter ahli gizi  dan melatih  panahan. Pengabdiannya di cabang olahraga panahan telah berjalan selama 50 tahun.
  
Pembawa obor pada Olympic Games Beijing 2008
Penghargaan lain yang di terima DR. Leane, yaitu Penghargaan bagi Mantan Olahragawan Berprestasi di Bidang Olahraga dan Karir  pada peringatan  HAORNAS  tahun 2011.

DR Leane kemudian dipercaya menjabat sebagai manajer Tim Nasional Panahan Indonesia pada Asian Games  tahun 2010 di Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok  dan Asian Games  tahun 2014 di Incheon, Korea Selatan.

membawa Obor pada Asian Games 2018 Jakarta
Beberapa Jabatan yang dipercaya ke atas pundaknya, yaitu:  Wakil Kepala Bidang Sport Science KONI Pusat.  Ketua Komisi Medis Komite Olimpiade Indonesia dan   sebagai Direktur Departemen Medis dan Pengawasan Doping (Medical and Doping Control) Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) pada perhelatan Asian Games 2018.
 

31 komentar:

  1. Buun, aku galfok sama buku bacaan anak yg 20 kisah inspiratif, masih ada gak Bun?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu...aku hanya punya 1. Nanti aku coba tanya ke penerbitnya ya.

      Hapus
    2. Wah sama mba Dwi, aku juga salfok juga. Mau juga dong mba Srie klo masih ada. Pengen baca. Tks sebelumnya 😊

      Hapus
    3. Baik Mba Evita, nanti saya coba bantu carikan ya.

      Hapus
  2. Masya Allah Mbak Srie..baca prestasi para mantan atlet ini sampai merinding saya. Dulu padahal fasilitas belum selengkap sekarang yaa...tapi mereka mampu mencetak prestasi. Acung jempol.
    Salut juga untuk Porwasi atas kepeduliannya pada mantan atlet ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba Dian, dulu hanya berbekal tekad & biaya sendiri pula. Alhamdulillah sekarang mantan atlet cukup diperhatikan pemerintah.
      Iya Perwosi rutin memberi apresiasi, karena Perwosi organisasi wanita yg merupakan badan fungsional.KONI.Pusat.

      Hapus
  3. Hebat² para atlet wanita ini. Beberapa malah, melanjutkan pendidikan dan sukses di bidangnya...
    Semoga semakin banyak lagi atlet wanita berprestasi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yra. Menurut data yg pernah saya kumpulankan, ga s3dikit mantan atlet wanita yg melanjutkan pendidikannya & menjafi wanita karier, seperti Ivana Lie, Verawati Fajrin dll.

      Hapus
  4. Menginspirasi untuk bisa mengikuti jejak para mantan atlet. Semangat berkarya dan berprestasi perlu diteladani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat betul Mba..semoga terbangun masyarakat yg tetap mau menjadi atlet

      Hapus
  5. Ternyata sudah sejak zaman dahulu atlet kita gencar mencetak prestasi ya. Padahal mah, dulu itu kan fasilitas untuk atlet nggak selengkap sekarang. Beneran keren deh atlet2 wanita kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Damar, bahkan dimasa mentri olahraga yg lalu para atlet bertanding keluar itu dg biaya sendiri loh. Tp mereka tetap semangat & aalhamdulillah sekarang kesejateraan atlet telah diperhatikan pemerintah

      Hapus
  6. Memang harus selalu diberi penghargaan dan dikenang y mb para mantal atlet lita ini. Mereka mengharumkan bangsa pada zamannya. Jangan sampai terlantar saat sudah tak lagi berjaya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba, tp sekarang pemerintah cukup memperhatikan mereka. Bahkan ada yg mendapat rumah & uang pensiun

      Hapus
  7. Buku 20 Kisah Perempuan Inspiratif masih ada nggak? Tulis buku lagi dong, tapi tentang tokoh-tokoh di atas agar generasi muda tahu kalau bangsa Indonesia punya tokoh olahragawati yang keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Dawiah mau bukunya, nti saya coba k9ntak penerbitnya.
      Hayuuu..boleh tuh nulis buku para olahragawati..

      Hapus
  8. Waw masyAllah ternyata ada juga ya acara pemberian hadiah dan penghargaan untuk mantan atlet pada masanya. Itu kan udah lama ya. Tapi keren masih inget perjuangan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba, kita memberikan melihat kodisi mereka sekarang yg jauh dr.kecukupan. sebenarnya pemerintah memberikan juga, hanya ada.persyaratan bagu atlet yg juara.ditingkat apa gitu.

      Hapus
  9. Wah, bunda Sri hebat. Saya dulu sering dengarnya Diana Tedjakusuma. Bersyukur pemerintah kini memberi perhatian lebih untuk atlet berprestasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. K9k saya yg hebat sih Mba?..hehe
      Oh Bu Diana? Saya kenal baik dg beliau.

      Hapus
  10. Bu Sri luar biasa, aktif banget ya, kayaknya seru banget ya bun, bisa reunian sama teman lama dan juga mantan atlit yang pernah jaya dimasanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang sudah resign Mba, tp klo ada event biasanya diundang gitu. Iya seruu klo lagi ketemuan sama teman2...makasih

      Hapus
  11. Nah setuju banget nih dengan acara dan apresiasi untuk para pahlawan yang pernah mengharumkan nama bangsa. Semoga dengan apresiasi ini gak ada lagi yah yang jual piagam buat menyambung hidup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mba, tp alhamdulillah pemerintah melalui kemenpora cukup memberikan kes3jatera kpd mantan atlet yg hidupnya susah. Seperti Elyas Pical, sekarang menjadi pegawai di kemenpora, hanya sayang pendidikannya tidak mendukung

      Hapus
  12. MasyaAllah sungguh luar biasa ya mantan atlet. Salut sama prestari mereka. Setuju banget denggan adanya apresiasi seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba...alhamdulilah pemerintah sekarang cukup memperhatikan mereka.

      Hapus
  13. Mantap sekali. Kan betul, selalu bertemu orang2 penting. Hehe. Salut yaa sama semua perempuan tangguh. Emansipasi!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Emmy...hehehee...semua karena tugas Mba, alhamdulillaah. Terima kasih

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Mba Emmy ya...hehehe..
      Itu karena tugas Mba, alhamdulillah. Suwun ya

      Hapus
  14. Numpang promo ya Admin^^
    ayo segera bergabung dengan kami di ionqq^^com
    dengan minimal deposit hanya 20.000
    add Whatshapp : +85515373217 ^_~

    BalasHapus