Kamis, 25 Oktober 2018

LOMBA MEWARNAI MCKIDS




Hiii….Smart Ladies

Hari ini aku mengantar cucu lomba mewarnai yang diadakan oleh Mc Kids di   McD Graha Raya,  ngga sampai 10 menit untuk menuju ke sana dari rumah. Aku ikut karena  bundanya kewalahan kalau ngawal tiga anak balita di sebuah lomba. 
 
Cucu aku sedang mewarnai
Jam 08.45 aku dan krucils sudah sampai di McD dan suasana sudah ramai, dan  sudah tidak dapat tempat di ruangan lomba yang terletak di dalam McD. Aku  & krucils akhirnya duduk dekat  meja yang terletak di depan ruang lomba. Biasakan kalau ada kegiatan anak-anak, yang heboh para Emaknya kan.  Menurut jadwal, lomba akan dimulai jam Sembilan. Tapi jarum pendek jam dinding di ruangan sudah  menunjuk ke angka 9 dan belum ada tanda-tanda lomba akan dimulai.

Cucu aku juga mulai resah dan akhirnya menghabiskan bekal yang dibawanya,  2 susu kotak dan  sebungkus wafer. Baru 50 anak yang datang dari 80 anak yang mendaftar, kata  Miss yang masih wara-wiri sambil memegang catatan daftar nama peserta. Banyak anak yang mulai menangis dan peserta yang baru datang sudah tidak  kebagian tempat kosong. Karena satu anak ada yang didampingi ibu bapaknya, bahkan ada  IRTnya yang juga ikut serta….hehehe…seru abis! 

Suasan di dalam raungan lomba
Setiap peserta dikenaikan biaya Rp. 55.000,- dan mendapatkan nasi+ayam dan 1 teh kotak.  Biaya juga termasuk property lomba, yaitu  media yang akan diwarnai dan piala. Peserta berusia 2-5 tahun, bahkan masih banyak yang dalam gendongan  ibu atau bapaknya.

Akhirnya lomba dimulai jam 9.45’, aku mengiapkan krayon cucu-cucu dan  memberi pesan mana yang harus diwarnai. Aku membantu anak yang duduk di depanku untuk mengeluarkan krayonnya, karena ibunya sibuk sambil menggendong  bayi. “Ayo..Mas, diwarnai,” ucapku pada anak tersebut.

Laah….ibunya senyum dengan aku dan menunjukan apa yang sedang dia pegang. Eeeaa….lagi mewarnai yang harusnya dikerjakan anaknya.  Sementara sang anak diberikan HP dan asyik sendiri.  Aku agak kaget juga sih dan keisenganku timbul dan mencoba melihat-lihat sekeliling. 
Emaknya yg ikut lomba, gambar no 2 anaknya asyik main hp, ibunya yg lomba
Waduuh…kenapa Emak-emaknya yang heboh mewarnai, anaknya duduk disebelahnya. Ada yang asyik dengan es krimnya,  camilan yang dibawa atau matanya serius menatap layar HP. Seorang ibu serius mengerjakan media lomba milik anaknya, tapi mulutnya juga ngga berenti bicara dengan teman disebelahnya. Sejenak aku memperhatikannya dan dia mengangkat wajahnya dari meja, wooow…..wajahnya dipoles make up lengkap dengan bulu mata anti badainya….hihihi

Aku  menyiapkan camera hp dan siap membidiknya, tapi…ada suara cucu  memanggil.

“Eyaaang…..yang ini  dikasih warna apa? Eyaaaang!”  

Sigap aku balik badan dunk dan gagal ngambil foto si bulu mata anti badai..(Maaf nenek suka iseng kalau liat ada yang aneh..hehe). Melihat keseluruhan lomba ini membuat aku bertanya-tanya di dalam hati. Apa sebenarnya misi lomba ini? 

3 cucuku dengan gayanya
Apakah hanya untuk mendongkrak penjualan?

Kalau dilihat dari persiapan lomba cukup bagus, hanya tidak memikirkan jumlah peserta dengan kapasitas tempat yang tersedia.  Menurut aku jadi kelihat banget kalau lomba ini, sepertinya memang hanya untuk mendongkrak penjualan di hari itu. Menurut  pengamatan aku, ada hal yang menuju ke arah sana, seperti:

1.      Peserta yang sudah mendaftar, andai mengundurkan diri dengan alasan apapun, uang pendaftaran  dinyatakan hangus.
2.     Lomba ini seperti hanya main-main dan tidak ada tujuannya, sehingga  Miss atau panitia menyapa ibu-ibu yang sedang sibuk mewarnai dan hanya bertanya “sudah selesai belum, ibu-ibu?”
3.     Tidak ada ketentuan waktu yang ditetapkan, jadi sesukanya  untuk selesai. 

Padahal kita ketahui, bahwa mewarnai itu sangat banyak manfaatnya bagi tubuh kembang anak, antara lain: 

1.       Pengenalan warna

Mewarnai gambar dengan menggunakan  pensil warna ataupun crayon, agar anak  belajar mengenai macam-macam warna, termasuk   nama atau jenis warna seperti merah, kuning, biru dan sebagainya.

2.       Indera penglihatan

Mewarnai gambar,  merupakan salah satu bentuk stimulasi merangsang indera penglihatan anak  yang masih berkembang. Sehingga dapat diketahui jika seandainya terdapat gangguan   penglihatan pada anak seperti buta warna.

3.       Motorik halus

Mewarnai juga bermanfaat untuk melatih kemampuan motorik halus. Beri pengarahan pada anak agar tidak mewarnai gambar hingga melewati garis batas pewarnaan.

4.       Memecahkan masalah

Apabila terdapat salah satu bentuk objek gambar yang tidak dikenal, biasanya anak akan bertanya mengenai nama objek yang bersangkutan. Bertanya untuk mendapatkan jawaban merupakan salah satu metode memecahkan masalah.

Setahu aku  pegawai yang bertugas untuk kegiatan anak-anak di McD, adalah psikolog yang tentunya  lebih paham.

Miss  Sekolah McKids
Setelah selesai mewarnai, anak-anak diminta tetap ada di tempat karena akan langsung diadakan pengumuman pemenang. Sambil menunggu, para Emak menukar kupon makan dan menyuapi anaknya makan siang.  Masa menunggu ini ngga bisa dibilang cepat, sehingga anak-anak mulai rewel dan menangis. 

Sifat anak-anak kan yang cepat bosan, apalagi disuruh menunggu  dengan duduk diam, tanpa  ada kegiatan lain. Pemenang  lomba ini terdiri dari Juara 1-3, juara harapan 1-4 dan peserta favorite 3 orang. Pemenang   mendapatkan trophy & hadiah lainnya, sementara semua peserta mendapatkan trophy atau piala yang mencantumkan nama peserta. Kalau menurut aku ngga menarik blas hadianya.
Saat pengumuman pemenang, suasanya semakin heboh. Para orangtua yang anaknya telah mendapatkan piala tidak bergerak untuk keluar ruangan, hal ini membuat yang lain sulit mendekat saat nama anaknya dipanggil.

Naah….saat cucu aku diberikan pialanya, dengan lantang si Dede tanya, “Kadonya  Dede mana Miss?”

Hahaha…aku jadi tertawa dan memberikan penjelas kepada Dede, sambil bergerak keluar. Saran aku buat panitia, sebaiknya:

-        Lomba mewarnai  untuk anak balita, sebaiknya dengan media kerta bukan kayu.
-       Piala/trophy bagi peserta yang ngga menang, sebaiknya berupa goody bag yang bermanfaat bagi anak-anak. Bisa berupa souvenir McD atau lainnya yang anak-anak suka.
-     Acara ini adalah lomba untuk anak-anak, biarkan anak-anak mengerjakan sendiri walau hanya coretan-coretan.  Hal itu  jauh  lebih baik dari pada orangtua yang mengerjakan lomba tersebut.

Dan tau apa yang dilakukan cucu-cucuku dalam perjalanan pulang di dalam mobil?  Piala tersebut dijadikan pedang dan digunakan untuk main bersama kakaknya. Bahkan piala tersebut bisa dia bukan bagiannya satu-persatu.

Kemooon McD…selama ini sudah bagus membuat sekolah bagi anak-anak walau seminggu hanya sekali.  Aku cukup  salut, dengan kegiatan anak-anak disana jadi McD dapat merangkul anak-anak yang belum waktunya sekolah tapi dapat  bersekolah di sana dan bersosialisasi. 

Emak Jaman Now
Dalam keramaian yang melibatkan ibu dan anak, membuat aku bergairah melihat tingkah polah anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Dan penyakitku suka kambuh kalau berdekatan dengan Emak-emak muda, yaitu "penyakit nguping obrolan mereka."

Emak jaman now atau mungkin  boleh dibilang Emak milenial?....Heheehe...
Saat aku sedang menyuapi cucu, sambil menunggu pengumuman. Seorang perempuan muda, kurleb 16 tahun duduk di depanku dan disusul seorang anak laki-laki sebaya cucuku, sambil makan es krim. Si anak minta makan dan si ibu menjawab, "iya disuapin Mba"

Si anak berteriak tidak mau makan dengan pengasuhnya. "Aku mau sama Bunda aja makannya," sambil mulai menangis, karena ibunya tetap tidak mau. Mau tahu apa yang ibunya ucapkan?.

"Sama Mba aja, aduuh...nyuapin di sini bikin kotor tangan mama. Sama Mba juga sama aja."
Si anak mulai menangis keras dan akhirnya si ibu mengalah, tapi dengan omelan panjang.
Yaiyalah, semua anak akan memilih ibunya. Apalagi sang ibu ada didekatnya, lagi tangan kotor juga bisa dicuci. Di McD ada wastafel Bu...

Menurut Anda bagaimana ibu yang seperti itu? 



#ODOP13


19 komentar:

  1. Balita umumnya suka sekali mewarnai dan kesempatan mengikuti sebuah lomba akan sangat bermaanfaat juga bagi mereka utk mengenalkan jiwa kompetittf. Sehingga mereka akan berusaha mengerjakan sesuatu yg lebih baik dari orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali tp ini para ibu yg mengerjakan ya..hehhe

      Hapus
  2. Emak jaman jow....mungkin si emak berpikir kan uda ada si mba, ngapain aku harus capek2 nyuapin anak. Kan si mba digaji utk itu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih tapi dengernya, kok anaknya sendiri diserahi ke p3ngasuhnya..hehe

      Hapus
  3. Seruuu Bun ceritanya keren, aku juga setuju sama usul Bunda. Makasih ya cerita seru dan informasinya. Semoga Bunda sehat selalu dan semakin sukses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah...makasih Mba Susanti..aamiin yra. Sukses juga buat Mba ya

      Hapus
  4. Ya ampuun tambah parah lomba mewarnai begini sejak dulu kala hingga kini.
    Yang lomba siapa yang mewarnai siapa
    Ngejar hadiah apa manfaat kegiatan buat anak ya..hiks!
    saya juga suka sebel begini ini Mbak Srie...Belum lagi yang menang nanti yang digambarin Ibuknya lagi...hhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pasti lah Mba Dian & menurut info para emak yg minta semua anak dpt piala, biar bisa difoto & dishare ke.medsos. aduuh...dimana ya pikiran para emak tsb.

      Hapus
  5. saya juga sering ketemu ibu ibu yang mewarnai , anaknya di suruh nonton....
    entah apa motivasi si inu saya nggak tahu..
    menurut saya mengikut sertakan anak dalam perlombaan bukan masalah menang atau kalah, namun untuk melatih keterampilan anak

    BalasHapus
  6. Inilah kenapa anakku nggak mau lomba rame2, Mbak. Kata Najwa emak2nya yg heboh. Wkwkwkwkw

    BalasHapus
  7. Hadeh, ibuk2 zaman now emamg banyak yg gitu bun. Anaknya yang lomba, dia yg sibuk. Waktu mendampingi aira lomba mewarnai pun begitu. Padahal panitia udah wanti2 agar ortu tidak mencampuri perkerjaan anaknya, eh... Masih juga kasih2 petunjuk dari jauh. Kayaknya mrk berambisi anaknya juara tp dg jalan pintas ya bun.

    BalasHapus
  8. Ini graha raya binataro Bun? Yg sektor 9 bukan sih?

    Aah seru banget ada aktivitas kaya gini buat anak-anak. Ini sih anakku.juga seneng ikut beginian.

    BalasHapus
  9. kapan hari Saya pernah juga menemani anak saya ikut lomba mewarnai di millenia bookstore cirendeu. Alhamdulillah lomba berjalan tertib. hanya anak-anak yang terdaftar lomba yang boleh ada di arena lomba mewarnai. Ibu-ibu dipersilakan menunggu di space ruangan lain dan disediakan acara juga yaitu sharing tentang gizi dan nutrisi bagi ibu-ibu. Jadi, sambil nunggu sambil ngelmu. ibu-ibu ga boleh bantuin anaknya mewarnai. kalo lihat cerita bunda ningsih, saya jadi gemes sama panitianya. padahal acaranya bagus, lho..

    BalasHapus
  10. Lhah kok si Ibuk yg mewarnai toh? Walah...untuk apa atuh daftar. Hehe...
    Iya...sering ya kita melihat Ibuk yg seperti itu. Pasrahin semua ke si Mbak. Gemez aja lihatnya...
    Nice insight Bun...Ayo jalan² lagi sama cucu...

    BalasHapus
  11. Wah berarti acaranya hanya fokus pada penjualan mereka ya mba. Salah satu bentuk pengenalan produm mereka juga. Tapi soal uang pendaftaran memang biasanya suka nggak dikembalikan lagi sih mba

    BalasHapus
  12. Yaelah itu mamak-mamak antibadai pegimana ceritanya jadi ikutan ngewarnain yak? Hahahah, ini mah cuma biar rame aja ya Bun restonya

    BalasHapus
  13. Buuun, aku sampai bingung mau berkata-kata apa. Mungkin mungkin, ibunya kangen ikutan lomba. Mungkin mungkin, ibunya takut kalau nyuapin ayamnya bakal dia makan juga. Ceritanya lagi diet gitu hehehe ...

    BalasHapus
  14. Duh emak zaman now ya, ih tapi kalau aku ya enggak lah. Lomba yg ngerjain orang tua enggak mendidik ya. Makan yg nyupin mbak besok kalau tua mungkin anaknya juga mending bayar orang buat ngurus orangtuanya ya. Sedih dah ya kok begitu 😎

    BalasHapus
  15. Harusnya kalau lomba mewarnai ya anaknya yang mewarnai bukan Ibunya. Melatih untuk berkompetisi.

    BalasHapus