Minggu, 23 Oktober 2022

REUNI MERPATI NUSANTARA AIRLINES 2022

 

KEBERSAMAAN YANG GUYUB, RUKUN, SEJAHTERA DAN BAHAGIA


Kebersamaan di acara puncak


Mengetahui akan diadakan Reuni Akbar dari  teman jaman terbang dulu, dia salah satu tehnisi pesawat VC-8. Juga mantan tetangga, karena sekarang sudah pindah ke daerah.  Bahkan kita punya cerita tersendiri saat terbang ke BIK dan nyaris mendarat di danau bosnik BIK.  Tangan Allah  bermain melalui Pak Kopil yang tetiba melihat landasan diderasnya hujan yang gelap gulita.  2 hari kita RTB ke UPG karena AMQ tidak dapat ditembus,  cuaca benar-benar sedang tidak bersahabat. Namun hari itu Pak Kapten holding di udara AMQ,  sayangnya  landasan tetap close karena hujan deras.  Beliau memutuskan langsung menuju BIK. Hal ini ternyata  menjadi masalah baru, apalagi sepanjang penerbangan cuaca tidak bersahabat. Siang hari terlihat seperti malam sepanjang perjalanan dan kita bergoyang-goyang di perut pesawat., sesekali terlihat kilatan petir. Sementara teman saya ini seperti orang bingung  mondar-mandir di kabin dan pantry, ternyata menurut perhitungannya bahan bakar ngga cukup untuk sampai ke tujuan. Apalagi dalam kondisi cuaca seperti ini daaan….katanya kita diminta divert ke sorong karena BIK close. Teman saya ini makin gelisah sambil memegang kepalanya dan mendengus kesal sesekali. 

Kegiatan Senam Bersama

Alhamdulillah…digelapnya cuaca yang hujan deras, Pak Kopil melihat landasan. Mendaratlah kita walau tidak ada petugas yang menyambut kedatangan kita, karena sudah bersiap di danau bosnik. Sementara 2 pesawat garuda on the way divert ke SOQ. Teman saya ini mungkin kesalnya sudah diubun-ubun dan menarik Pak Kapten turun, untuk melihat tangki bahan bakar yang sudah kosong. Hai…..Mas Bambang, tentu ngga lupa dengan kejadian tersebut ya. Saya juga sudah preparation cabin for emergency, penumpang sudah bersila dikursinya sambil komat-kamit menbaca doa. Alhamdulillah Allah masih menolong kita. Berbagai cara penumpang mengucapkan terima kasihnya. Ada yang memeluk, menjabat tangan dan mengucapkan terima kasih dengan tulus. Walau aku sudah basah kuyup, karena membantu penumpang turun di derasnya hujan malam itu. 

Wajah-wajah bugar selepas senam

Mas Bambang Sumarsono, teman-teman saya biasanya menyebut Mas Bambang kecil, karena banyaknya tehnisi bernama Bambang dan memang orang kecil tapi gesit. Oh…maaf kenapa  cerita jadi berbelok ya, tapi itulah salah satu gunanya reuni bernostalgia dengan mengulang cerita lama antara tahun 1982 atau 1983. Mari kembali ke laptop.


 

Saya mendaftar setelah menimbang-nimbang beberapa minggu dan saat melihat daftar peserta, tergelitik juga ingin ikut apalagi diadakan di yogya. Seperti kata Ketua Panitia, Pak Sudar pada paparannya diacara puncak. Bahwa memilih yogya bukan tanpa sebab, tapi lokasinya  ada di tengah-tengah sehingga mudah dijangkau dengan transportasi darat dan udara. Juga merupakan kota wisata, kota pendidikan, kota budaya dan kota perjuangan dengan wisata kulinernya yang tentu kita semua  sudah mengetahuinya. Daftarlah saya, sudah terbayang bertemu teman-teman pasti heboh. Sementara ngobrol di WAG aja sudah ramai, rasanya jadi ngga sabar menunggu  hari pertemuan…..hehehe

Ayooo...semangat....mana suaranyaaa...

Reuni artinya adalah kembalinya mereka yang pernah berkumpul, bekerjasama dan hidup bersama senasib sepenanggungan dan kemudian berpisah. Begitu menurut penjelasan Ketua Panitia, sementara menuru psikolog Kasandra Putranto dari Kasandra Associate, Jakarta, momen reuni menjadi penting, terutama di usia matang.

Semangaaaaat.......sehat.

Di fase ini, menurut Kasandra, seseorang biasanya telah mencapai peak performance. Mereka berada di puncak karier dan kondisi keluarga pun sudah mapan. Ada kalanya kita lelah dengan segala kesibukan menjalankan rutinitas sehari-hari. Tentunya ada waktunya kita butuh break sejenak dan mengisinya dengan sesuatu yang menyenangkan, salah satu  menghadiri reuni. “Kita bisa bebas bercanda lepas dengan para sahabat lama. Meski hanya beberapa jam, ini betul-betul sebuah refreshing yang luar biasa,” ujar Kasandra.  Apalagi sampai 2 hari berkumpulnya….makin seru kan.

Kita akan city tour: Keraton & Pantai Goa Cemara

Karena itu, luangkan waktu untuk datang ke acara reuni sesekali, karena reuni itu memang perlu. Ini 3 alasan utama perlunya reuni :

1. Mempererat  persahabatan

Reuni tak sekadar membangkitkan nostalgia. Hasil studi Wildschut, psikolog sosial dari University of Southampton, Inggris, menunjukkan bahwa pengalaman nostalgia dapat memperkuat jalinan ikatan dengan orang lain (social bonding) dan percaya diri seseorang.

Terbukti, melalui reuni kita bisa membangun kembali jalinan pertemanan yang mungkin sempat terputus. Sahabat masa sekolah pun biasanya sudah lebih mengenal diri kita luar-dalam. “Di depan mereka, kita bebas menjadi diri sendiri tanpa harus jaim. Mau curhat apa pun lebih leluasa,” kata Kasandra.

Maklum saja, masalah-masalah yang dihadapi di usia matang basanya sudah mencapai tingkat dewa, kan, he he. Entah itu urusan ABG, kejenuhan dalam perkawinan, hingga memasuki masa puber kedua. Juga pamer cucu, karena cerita tentang cucu itu tidak ada habisnya. Kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah saat bercertia tentang cucu.

Perjalanan ke Keraton & Pantai Goa Cemara

 2. Memberikan dukungan emosional

Kasandra menambahkan, menjalin hubungan kembali dengan sahabat lama juga akan memberi dukungan emosional kepada kita di saat memasuki fase empty nest, yaitu usia pensiun dan satu per satu anak-anak menikah serta membangun keluarga sendiri.

“Di fase inilah biasanya kita merasa kesepian dan tidak berharga lagi. Sahabat lama akan menerima kita apa adanya, tanpa memandang status sosial.”


Keraton

 3. Mengajarkan tetap memakai logika

Reuni juga mengajak kita untuk melatih akal sehat alias logika. Ini terutama terjadi ketika di suasana nostalgia, tak jarang emosi masa lalu kembali ikut bermain.  Akan terjalin silaturahmi yang lebih erat. Tidak kapok datang lagi dalam reuni berikutnya. Merasa bangga memiliki teman lama yang masih ramah bersahabat dan merasa dihargai sebagai teman atau sahabat.  

Itu menurut ahli, namun sederhananya reuni itu mempererat tali silaturahmi. Dengan bersilaturahmi kita dapat panjang umur, sehat, bahagia  dan tambah imum. Karena kita dapat bersenda gurau, tertawa lepas dan bertukar cerita lama yang indah bila diceritakan kembali sambil mengenang kejadian tersebut, dikala kita masih usia muda. Perlu digarisbawahi bahwa reuni dengan teman sekantor, tidak sama dengan reuni bersama teman sekolah atau kuliah yang semuanya seusia.

 

  Capt. diantara Awak Kabin

Pada dasarnya acara kemarin memang semua melepas atribut jabatan dan lainnya, tapi tentunya kita tetap harus menghormati yang lebih tua, dengan menjaga adab kesopanan dan etika yang berlaku, walau sudah sama-sama pensiun.  Apalagi tujuan reuni ini adalah untuk “Melestarikan Kekeluarga Merpati Nusantara Airlines,” yang mengusung tema: “Guyup rukun, Sejahtera dan Bahagia.”

Paling tidak kita senang melihat teman-teman masih dalam kondisi sehat, dapat hadir dan berbahagia dalam kebersamaan walau dalam waktu yang terbatas. Untungnya dengan bantuan tehnologi kita masih bisa bertegur sapa setiap waktu via WAG.

      

Bergembira di keraton

      Perjalanan menuju yogya begitu santai dan lancar, kali ini Capt Sutanta bertindak sebagai pilot darat. Kopilotnya Irene alias nyonya Capt, Paxnya Bu Niniek dan saya. Start jam 5 pagi dari rumah Bu Niniek dan mendarat di asrama haji, more less jam 14.00. DIsambut Pak Subagyo, Mas Jarot dan Ketua Panitia Reuni, Pak Sudar yang sedang mengawasi pembagian kaos kepada peserta yang datang. Satu persatu rombongan peserta datang dan keseruan sudah mulai terasa. Bahagia bertemu teman-teman sejawat yang biasa ngobrol di wag, saat ini benar-benar berhadapan.

 

  Dapat oleh-oleh kalender
Masya Allah…..rasa bahagia itu tidak dapat disembunyikan, bahagia bisa bertegur sapa langsung dengan teman-teman. Teriakan senang, jabat erat  dan pelukan hangat sebagai pelepas rasa rindu mewarnai pertemuan hari itu. Mungkin juga gerak kita selama dua tahun terbatas karena wabah covid, kini semua dapat bertemu walau tetap menjaga prokes. Sambil menikmati minuman hangat dan snack yang disediakan Mba Suci dan panitia lainnya, menambah panjang cerita disetiap kelompok duduk. Ada juga yang ribut mengurus kunci kamar dan pembagian kaos. Pak Sudar begitu serius mengawasi pembagian kaos, sambil menyampa peserta yang keluar masuk ruang pembagian kaos.

            Maaf kepada panitia, utamanya sekretaris  banyak yang kecewa dengan buku kenangan. Cukup banyak peserta yang telah menyerahkan foto dan data yang diminta via wag, tapi sayang tidak di file dengan baik. Akhirnya tidak tercantum dibuku kenangan tersebut, tapi kebanyakan yang menyerahkan diawal-awal pertama diminta. Awal diminta peserta antusias membuat tribon tersebut, tapi diminta untuk mencantumkan nama difoto masing-masing. Itu pun sudah dilakukan, tapi mungkin harusnya dikirim japri ke sekretaris atau bagaimana peserta tidak mengetahui. Namun salut kepada Pak Sudar selaku ketua panitia yang meminta maaf dengan kesalahan tersebut. Saya tidak mengetahui berapa orang yang akhirnya mengembalikan buku kenangan tersebut, kecewa karena buku kenangan tersebut tidak menyimpan kenangan  seperti yang dijanjikan.

Ngeriung makan bersama di pantai

            Sayang sore itu yogya diguyur hujan deras, sehingga peserta yang akan keluar penginapan membatalkan kepergiannya dan melanjutkan bercengkrama dengan teman-teman. Saya pun kembali ke kamar setelah menghabiskan snack yang diberikan Mba Suci dan batal makan malam, karena sudah kenyang makan kue. Matur suwun Mba Suci, kue yang dibungkus daun itu enak luar biasa. Saya dan Bu Niniek memutuskan untuk beristirahat dan besok bertemu kembali dalam senam bersama.

Menikmati makan siang di pantai

Pak Ridwan diantara teman-teman

            Dari pantauan saya melihat dua mantan Dirut MZ telah hadir dipenginapan. Pak Suratman yang selalu mengabadikan setiap moment dengan camera hpnya, terus saja berkeliling menshoot dan sesekali memphoto. Pak Suratman yang didampingi ibu dr. Ruly, sementara Pak Ridwan hadir tanpa didampingi Bu Ridwan, tiba bersamaan rombongan Mas Udin dan Mba Mary. Senangnya bertemu Mba Anna Tri, Mba Niniek S dan yang masih gesit dan lincah Mba Mary. Saya pun baru pertama kali bertemu Mba Asthy CO 8 yang datang dari magetan, padahal kita sudah sering mengobrol dan bertegur sapa di wag. Bertemu rombongan CO 7 dibawah komando Mba Emiria, ada Mba Jeki, Mba Manik, Mba Yeti Amir,  Mba Indeawani, juga yunior-yunior  terkasih, Leslie, Ari, Elly & Ani Nur. Juga bertemu dua adik berambut perak yang seperti anak kembar,  Ririn dan Woro. Etny, Eva, Puji, Tuti dan bapak pramugari dari malang asli papua dan lainnya. Jumpa Bang Binsar, Mas Hardo, Mas Yunus yang sudah melebar dan Bang Wilmar (alm).

Para senior yg menguras dompet di ps. bringharjo

       Akhirnya bertemu Mas Hendro yang sudah heboh di wag, Mas Masykur, Mas Agus Purnomo. Ternyata peserta dari surabaya tiba dengan menggunakan bus, berkapasitas 50 seats atau lebih. Rasanya terbayang kembali dipelupuk mata, saat terbang bersama teman-teman di masa lalu. Indahnya mengenang masa-masa itu, sampai mengantar saya ke alam mimpi.  Cukup banyak peserta yang tidak bermalam di asrama haji saja sudah heboh, tidak kebayang  kalau semua berkumpul di satu tempat.

            Di hari kedua, cuaca begitu cerah dan suara musik pun sudah terdengar dari bawah, seakan membangunkan  peserta. Saya menyibak kordeng jendera dan melihat keadaan dibawah, sudah ada beberapa peserta disana. Saya dan Bu Niniek bersiap-siap turun untuk mengikuti senam bersama. Untuk menjaga kebugaran dan kejernihan pikiran kita berolahraga bersama. Dilanjut dengan sarapan bersama, lalu bersiap untuk berangkat city tour ke Keraton dan Pantai Goa Cemara. Saya bergabung dengan peserta lain yang sudah berfoto bersama dengan kaos birunya. Terlihat semua sama dan kereen. Tiga bus telah siap mengangkut kita menuju keraton.

 Ada penyanyi juga di bus

Kita harus menyambung mobil wisata ke keraton yang ada, setelah turun dari mobil. Satu persatu mobil berangkat membawa peserta menuju keraton. Saya salut dengan teman-teman yang begitu peduli dengan teman lainnya. Mas Herman yang tinggi besar dan agak sulit untuk melangkah, apalagi naik ke mobil, tapi teman-teman dengan sigap membantu menaikan dan menurunkannya.  Suatu pertunjukan kepedulian yang luar biasa dalam kebersamaan kepada teman, tanpa perlu diminta. Kereeen Bro. 

B'gaya di dalam keraton

Memasuki pintu keraton kita dihadang fotografer dadakan, tapi hasilnya cukup bagus dan kreatif. Pengunjung saat pulang bisa membawa oleh-oleh kalender 2023 dengan foto kita sebagai modelnya. Saya mencari foto diri yang berbingkai kalender ternyata tidak menemukannya. Namun kalau masih rejeki memang tidak kemana, keesokan harinya selesai senam pagi kalender 2023 yang terpampang foto diri ternyata ada. Abang Binsar yang baik hati  menghadiahkannya, mauliate Abang. Peserta sibuk masing-masing dengan berfoto ria dan sesekali mendengarkan penjelasan pemandu tamu.  Keraton yang sudah berusia puluhan, bahkan ratusan tahun tersebut masih berdiri kokoh dengan segala kisah sejarah negeri ini. Sayangnya kita tidak mendapat arahan dari panitia, ya wis pokoknya masuk keraton berfoto ria, lihat-lihat sekeliling keraton dan keluar  karena melihat yang lain kembali. 

Keisengan setelah tukar kado, Mas Hardo mendapat celana perempuan,


lalu diminta untuk langsung dipakai...hehehe

Tidak beda jauh saat di Pantai Goa Cemara, tentu panitia bisa mengestimasi waktu tiba di sana. Waktunya salat dhuzur, memberi info tempat salat dan kamar kecil. Juga lokasi acara, makan siang dan pembagian kado.  Maaf setelah tiba di lokasi, peserta hanya mengetahui ada satu musolah dekat parkiran. Sayangnya kamar kecilnya terkunci, walau akhirnya bisa kita buka. Setelahnya kita tidak mendapat info dimana lokasi acara akan berlangsung, padahal informasi bisa diberikan diatas bus saat berangkat dan menjelang sampai ditujuan. Tukar kado pun, tidak semua peserta mengikuti. Saya mengetahui setelah diberikan 2 buah kado untuk berdua dengan Bu Niniek, begitu masuk ke tempat acara ikut tertawa melihat Mas Hardo dipaksa menggunakan kado yang didapat, berupa celana panjang perempuan….wkwkwkwkw.  Memang semua berjalan aja, tapi tentu akan lebih berkesan andai ada panitia yang memandunya. Saya juga tidak melihat ada TOA atau pengeras suara, tentu akan lebih terkoordinasi kalau ada. Karena pengeras suara akan membantu panitia dalam mengkoordinasi peserta. Iya ga sih?.........boleh tanya kan… hehehe.

Ayooo….pulang biar bisa istirahat untuk acaranya puncak nanti malam, di bus kita dapat suguhan lemper yang masih agak hangat dan rasanya luar biasa eundeees. Mari pulang…….

Serunya Acara Puncak

Acara puncak diawali dengan makan malam. Menu yang terhidang bervariatif dan menggugah selera….perlahan ruang acara mulai penuh, karena peserta yang tidak bermalam di asrama haji, semua hadir. Disamping mantan direksi, mantan pejabat dan pegawai, juga  hadir  mantan awak kabin course pertama sampai ke delapan belas. Course  empat -  enam yang dikomandoi oleh Mba Herning. Course tujuh dipimpin Mba Emiria, course delapan hadir 4 orang : Mba Asthy, Mba Yuli Ertata, Mba Irma, Mba Wiwiek. Sementara  Co 10 ada Mba Suci, Co 11 saya sendiri, Co 12, Leslie yang enerjik, Elly, Ani Nur, Ani Sis dan Ari.Co 13 dikembar berambut perak, Ririn dan Woro, Co 14, 15- Co 18. Sorry Nita course 18 atau 19 ya?.

Panitia, Ketua Panitia dan Pemotongan tumpeng ulang tahun

Para tehnisi seperti Mas Hardo, Mas Bambang Sumarsono, Mas Yunus, Bang Binsar dan staff kantor. Ada Mba Anna Tri, Mba Asih, Mba Sulastri, Mas Udin dan lainnya masing-masing mengelilingi round table yang telah disediakan. Acara dibuka dengan tarian nirboyo yang menghangatkan suasana dengan teriakan dan gerakan yang atraktif. Dilanjut dengan sambutan dan penjelasan ketua panita dengan bahasa jawanya, yang terus terang kulo mboten ngertos artinya…hihihi… maaf Pak Sudar. Alhamdulillah......akhirnya menggunakan bahasa indonesia.

Jajaran Mantan Direksi yang hadir & lainnya

Dilanjut dengan kejutan bagi yang berulang tahun di bulan september, bahkan ada peserta yang bertepatan ulang tahunnya ditanggal 24 september, yaitu Mas Agus Feriyatno mendapat kejutan untuk memotong tumpeng. Potongan tumpeng diberikan kepada Ibu Niniek. Suasana makin ramai karena peserta sudah banyak yang hadir, ruangan pun semakin meriah. Mantan direksi hampir semua hadir dan bergembira bersama, ada Pak Soeratman, Pak Ridwan, Pak Wahyu, Pak Hotasi, Pak Masykur, Pak Yusuf, Pak Jaka dan Pak Kadirun. Semua nampak bersilaturahmi, saling bertegur sapa dan ruang menjadi meriah dengan kegembiraan peserta yang hadir.

Para artis Merpati

 
Penonton tak tahan untuk ikut menyanyi

Suasana pecah saat penyanyi andalan Merpati tampil, siapa lagi kalau bukan Pak Wahyu. Suasana pun bertambah hangat  dengan goyangan badan mengikuti alunan musik. Ternyata Merpati memiliki begitu banyak penyanyi hebat yang terpendam bakatnya. Ada artis dari Ambon, Medan, Manado,  Jakarta, Surabaya yang semuanya luar biasa. Lantai  ruangan pun tidak pernah kosong oleh peserta yang  bergoyang mengikuti irama musik. Ternyata bahagia itu sederhana ya, namun tak ada pesta yang tak usai. Rangkaian acara reuni akbar MZ pun ditutup, tak ada gading yang tak retak karena kesempurnaan hanya milik Allah. Namun setiap yang hadir tentunya menyimpan kesan  mendalam pada reuni ini.


           

Memanaskan badan dengan bergoyang

Larut dalam kebersamaan

Pagi 25 september 2022, asrama haji pelan tapi pasti mulai ditinggalkan dan berangsur kembali sunyi. Selamat jalan bapak, ibu dan teman-teman semua selamat sampai di rumah dan berkumpul kembali dalam kehangat pelukan keluarga. Semoga kita dapat dipertemukan kembali diacara lain dalam keadaan sehat.

Kemeriahan diacara puncak yg terekam

            Sayangnya beberapa hari setelah pertemuan, kita kehilangan seorang teman yang begitu perhatian. Memberikan postingan setiap pagi di wag yang selalu menyejukan. Selamat jalan Bang Wilmar Manurung, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. 

Pertemuan yang membahagiakan

Juga ikut prihatin dengan dirawatnya Pak Sudar yang kelelahan karena ingin mewujudkan acara yang baik, sempuran dan dapat membahagiakan semua peserta. Sehat selalu ya Pak Sudar, juga Bapak dan Ibu  yang lain. In shaa Allah  di  waktu yang lain dapat berjumpa kembali dalam kebahagiaan kebersamaan.

 

Sampai jumpa

 

 NOTE

Tulisan ini hanya untuk menyimpan kenangan dalam kebersamaan yang rukun, guyup dan penuh kebahagiaan. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dan silakan memberi komentar sebagai kenangan penulis. Terima kasih.

 

 

 

Selasa, 12 Juli 2022

DUNIA KU KINI

 

Apakah Myelofibrosis itu?

 

 

Rawat  terakir 7 Juli 2022

Setahun lalu, tepatnya   bulan  puasa /juni 2021.  Aku merasa ga nyaman dengan perut bagian kiri, klo kaki kiri diangkat ulu hati serasa ada yang nonjok. Sehabis idul fitri aku ke dokter & dinyatakan maagnya kambuh, tapi sumpah aku ga merasa lambungku yang sakit. Apalagi kalau perut atas bagian kiri dipegang,  teraba ada yang membesar didalam. Tapi dokternya bertahan mengatakan kalau lambungnya bermasalah, & diberikanlah obat lambung.

Tentu aja sama sekali ga mengurangi rasa sakitnya, bahkan makin terasa sakit. Melihat mamanya  kesakitan, si Ade anak bungsunya membawanya ke rumah sakit untuk di USG. Kebetulan di kerja di RS tersebut sebagai HRD merangkap lawyer. Hasilnya bahwa limpahku membengkak dan indikasi penyakit jika limpah membengkak adalah penyakit darah, tapi kebanyakan sakit thalassemia. Hanya menurut dokter USG dan internis, penyakit thalassemia hanya  diderita anak-anak, bukan orang dewasa. Jadi harus didalami lebih lanjut.

Dengan berbekal hasil USG, aku kembali ke dokter yang mengatakan hanya penyakit maag. Dia kaget dan memberikan surat rujukan ke dokter internis. Hasil  pemeriksaan darah dari labolatorium yang dibacakan dokter internis, HB ku hanya 6. Dokter tersebut memberikan rujukan ke rumah sakit yang lebih besar untuk penanganan lebih lanjut, karena HB dibawah 8 sudah harus ditransfusi. Aku memilih ditangani di rumah sakit sakit tempat Ade bekerja, Alhamdulillah langsung ditangani dengan baik dan harus rawat inap setelah hasil pengecekan darah, jantung dan lainnya keluar.

                Saat itu pertama kali aku ditransfusi dua kantong isi 300 ml, tapi waktu itu covid lagi hebat-hebatnya persediaan darah kosong. Alhamdulillah anak dan keponakan siap mendonorkan darahnya. 2 hari aku sudah boleh pulang dengan HB telah 11 dan tiga hari lagi harus kontrol pasca rawat. Namun setiap bulan harus rutin control dan diawali dengan cek darah.  Bulan pertama control cukup mengejutkan dokter, karena HB sudah melorot dari 11 tinggal 9. Tapi masih diatas delapan dan akan dilihat lagi bulan berikutnya.

Pada bulan berikutnya HB sudah melorot jadi 7 dan harus rawat inap kembali, untuk transfusi kembali. tapi juga dikirim ke dokter ahli darah untuk pemeriksaan lebih lanjut.  Si kakak dan  ade memelukku dan membisikan, “ Mama harus semangat ya, pasti sembuh.” Alhamdulillah….aku tidak merasa sakit ini sebuah beban dan tanpa terselip rasa sedih sama sekali. Kesedihan ku hanya karena Juragan/ suami tidak dapat mendampingi. Anak-anak ga mau mengambil resiko, karena papanya  komorbid, jadi dijauhkan dari rumah sakit.  Suamiku baru operasi bental (penggantian 1 katup jantung} setahun lalu, takut kena covid.

                Aku menerima transfusi ke 2 dengan 3 kantong darah kembali,  HB naik menjadi 12. Kontrol pasca transfusi  Dokter ahli darah mecurigai epnyakit yang lebih serius, bukan animea akut karena HB cepat sekali drop. Dengan pelan dan hati-hati dia menyampaikan ke Ade, mau memeriksa sumsum tulang belakangku agar cepat ada kepastian penyakit apa. Dokter ahli darah itu  baik, bahkan baik banget menurutku. Tanpa menunggu lama dia meminta untuk pengecekan sumsum tulang belakang  dilakukan di RS Fatmawati.  Aku langsung  bertanya, “apakah  di RS Fatmawati kita bisa langsung, tanpa menunggu antrian?”   Maklum RS Fatmawati adalah rumah sakit umum yang mempunyai aturan sendiri.

“Ga Ibu,  nanti  Ibu ditangani di  Gria Eksekutif Fatmawati dan saya sendiri yang akan melakukannya. Hanya kalau disana  ibu tidak perlu keluar uang untuk biaya pengecekan sumsum tulang tersebut, sebesar Rp. 6 juta, karena dicover BPJS. Kalau di sini ibu harus bayar, karena ini rumah sakit swasta dan tidak mengcover biaya tersebut,” jelasnya panjang lebar.

Yaa…Allah…baiknya dokter ini. Aku dan Ade menyetujuani dan  dia langsung membuatkan memo. “Ini memo berikan ke perawat di sana ya bu dan yang ini berikan ke tempat pendaftaran. Kita akan ketemu di sana 2 hari lagi.”  Aku mengangguk mengiyakan.

Tugas si Kakak yang mengurus aku di RS Fatmawati dan ga perlu waktu lama, 2 jam semua urursan di sana sudah selesai. Mendapat jadwal dua hari lagi untuk pengambilan sumsum tulang belakang, karena menyesuaikan dengan dokter di labolatorium yang akan memeriksan sumsum tersebut. Hari yang ditentukan jam 9 pagi  aku sudah dipersiapkan untuk pelaksaan pengambilan sumsum tulang, dokter darah siap membius lokal dadaku dan dokter Lab siap dengan peralatannya.  Proses pengambilan  jadi santai karena  dua dokter tersebut  mengajak ngobrol aku. Pengambilan pertama ditolak  dokter Lab, karena kurang bagus. Lalu dilakukan pengambilan ke dua dan dinyatakan ok.  Spontan aku mengatakan “alhamdulilah,”  ternyata kita mengucapkannya berbarengan.   Aku diminta untuk tidak bangun dulu selama  ½ jam.  Saat pengambilan memang tidak berasa, tapi setelahnya dada terasa ditindih  2 kiloan  besi, berat.

“Luka ini  tidak boleh kena air selama tiga hari ya bu,”  pesan dokter darahnya dan  hasilnya bisa diambil  seminggu kemudian. Setelah ada hasilnya, pengobatanku kembali ke rumah sakit awal. Hasilnya keluar dan saat control ke dokter darah, dibacakanlah hasilnya. Ade menggenggam tanganku erat-erat dan alhamdlillah aku datar aja mendengarkan. Penjelasannya:

“Hasil dari pemeriksaan sumsum tulangya, ibu dinyatakan mengindap penyakit  Myelofibrosis, yaitu jenis kanker sumsum tulang yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan jaringan parut di sumsum tulang sehingga membuat produksi sel-sel darah terganggu. Gampangnya begini, bahwa sumsum tulang belakangnya sudah malas memproduksi darah jadi harus disupply dari luar melalui transfuse darah. Ujungnya penyakit ini dapat menjadi LEUKIMIA alias KANKER DARAH,” jelasnya panjang lebar sambil tersenyum kearahku.

“Ibu harus tetap semangat untuk  sembuh ya!.  Melihat data awal, interval trasnsfusi ibu setiap dua bulan sekali.”

“Iya dokter, terima kasih banyak. Apakah ada obat yang harus saya konsumsi?”

“Ada bu, hanya vitamin saja.”

“Apakah ada makanan yang bisa membantu untuk dikonsumsi, dokter?” 

“Sayangnya tidak ada, karena pabrik darahnya sudah tutup dan ga mau berproduksi lagi. Satu-satunya harus disupply dari luar melalui transfusi. Ibu harus tetap semangat, in shaa Allah bisa sembuh dengan banyak berdoa kepada pemilik hidup.”  “Siaaap dokter, terima kasih.”

Sejak hasil pemeriksaan tersebut, aku merasa biasa aja karena tidak ada yang berubah. Hanya memang cepat sekali merasa lelah. Keluarga besar juga tidak ada yang diberitahu, sementara keponakan yang mendonorkan darah hanya tau aku kurang darah. Apalagi sejak transfuse ke-3 sudah ga perlu lagi mencari donor, karena darah tersedia di rumah sakit. Ternyata BPJS hanya mengcover 2 kantong saja, selebihnya kita harus bayar.  Memang  setiap rawat  ada kelebihan biaya yang harus kita bayar tapi anak-anak  ga ada yang mau  cerita ke mamanya.  Mari kita membuka wawasan tentang penyakit  MYELOFIBROSIS yang telah aku himpun dari berbagai sumber.

Penyakit apakah Myelofibrosis itu?

Myelofibrosis adalah jenis penyakit kanker sumsum tulang yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan jaringan parut di sumsum tulang sehingga membuat produksi sel-sel darah terganggu. Penyakit ini merupakan penyakit langka, kebanyakan langsung kanker darah.

Penderita yang mengalami myelofibrosis sering kali tidak merasakan gejala pada awal kemunculan penyakit. Namun, seiring memburuknya gangguan pada produksi sel darah di sumsum tulang, penderita akan merasakan gejala anemia, seperti pucat dan kelelahan, serta mudah berdarah.

Penyebabnya

Belum diketahui secara pasti penyebab dari myelofibrosis primer Terjadinya Myelofibrosis ini ketika sel-sel induk di sumsum tulang mengalami mutasi atau perubahan DNA (gen). Sel-sel induk ini seharusnya memiliki kemampuan untuk membelah diri menjadi beberapa sel khusus yang membentuk darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan sel keping darah (trombosit). Setelah itu, sel-sel induk darah yang bermutasi akan bereplikasi dan membelah sehingga akan makin banyak sel yang berubah. Hal tersebut  menyebabkan efek serius pada produksi sel darah, sehingga berakibat  pertumbuhan jaringan parut di sumsum tulang. Meski sering dikaitkan dengan mutasi atau perubahan gen, myelofibrosis tidak diturunkan dari orang tua atau bukan penyakit keturunan.  

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan  terjadinya mutasi gen tersebut, yaitu:

1.      Bertambahnya usia

Myelofibrosis dapat menyerang siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada orang usia di atas 50 tahun.

2.      Menderita kelainan sel darah

Orang dengan kelainan sel darah, seperti essential thrombocythemia atau polisitemia vera, bisa menderita myelofibrosis.

3.       Terpapar bahan kimia tertentu

Risiko terjadinya myelofibrosis akan meningkat jika sering terpapar bahan kimia industri, seperti toluene dan benzene.

4.      Terpapar radiasi

Orang yang terpapar radiasi pada tingkat yang sangat tinggi lebih berisiko menderita myelofibrosis.

Gejala Myelofibrosis

Gejala penyakit ini   sering kali tidak terlihat di awal sehingga banyak penderitanya yang tidak menyadari kemunculan penyakit ini. Namun, ada beberapa gejala yang muncul ketika penyakit ini berkembang dan mulai mengganggu produksi sel darah. Gejala tersebut meliputi:

1.      Gejala anemia, seperti cepat lelah, kulit pucat, hingga sesak napas

2.      Sakit di bagian sekitar tulang rusuk, karena limpa membesar

3.      Demam

4.      Sering berkeringat

5.      Tidak nafsu makan

6.      Berat badan menurun

7.      Kulit mudah memar

8.      Mimisan

9.      Gusi berdarah

Seringkali  penderita tidak menyadari bahwa keluhan yang dialaminya merupakan gejala dari myelofibrosis. Oleh sebab itu, periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama bila tidak kunjung membaik.

Penderita myelofibrosis perlu melakukan kontrol rutin ke dokter untuk memantau perkembangan penyakit. Kontrol rutin juga bertujuan untuk mengantisipasi dan mendeteksi terjadinya komplikasi lebih dini.

Pemeriksaan awal yang dilakukan  bertujuan untuk mencari tanda-tanda myelofibrosis, seperti kulit pucat akibat anemia atau pembengkakan pada organ limpa. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang berikut ini:

1.     Tes darah

Dokter akan melakukan tes hitung darah lengkap untuk mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Dugaan myelofibrosis akan makin kuat bila jumlah sel darah terlalu banyak atau terlalu sedikit, serta ditemukan sel darah yang bentuknya tidak normal dan HB rendah.

2.     Pemindaian

Pemindaian dengan USG perut bertujuan untuk mendeteksi pembesaran organ limpa. Pembesaran limpa bisa menjadi tanda dari myelofibrosis.

3.     Aspirasi dan biopsi sumsum tulang

Biopsi dan aspirasi sumsum tulang dilakukan dengan mengambil sampel darah dan jaringan sumsum tulang pasien menggunakan jarum halu Sampel jaringan tersebut kemudian akan diperiksa di laboratorium untuk melihat gangguan yang terjadi.

4.     Tes genetik

Tes genetik dilakukan dengan mengambil sampel darah atau sumsum tulang pasien untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari perubahan gen di dalam sel darah yang berhubungan dengan myelofibrosis.

Pengobatan  Myelofibrosis

Langkah yang akan dilakukan untuk pengobatan penyakit ini, tergantung dari  hasil pemeriksaannya dan disesuaikan dengan kondisi berat-ringannya penyakit.  Berikut ini adalah metode pengobatan yang dilakukan:

1.     Transfusi darah

Transfusi darah yang dilakukan secara berkala dapat meningkatkan jumlah sel darah merah dan meredakan gejala anemia.

2.     Obat-obatan

3.     Kemoterapi

Kemoterapi adalah pemberian obat untuk membunuh sel kanker. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau melalui suntik.

4.     Radioterapi

Radioterapi adalah penggunaan radiasi sinar khusus untuk membunuh sel. Radioterapi bertujuan untuk membantu mengurangi ukuran organ limpa.

5.     Transplantasi sumsum tulang

Transplantasi sumsum tulang dilakukan jika myelofibrosis sudah sangat parah. Pada prosedur ini, dokter akan mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan sumsum tulang yang sehat.

Komplikasi Myelofibrosis  dapat menyebabkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi tersebut adalah:

1.     Tekanan darah meningkat di pembuluh darah hati (hipertensi portal)

2.      Sakit punggung kronis karena limpa yang membesar

3.       Pertumbuhan tumor di bagian tubuh tertentu

4.     Perdarahan pada saluran cerna

5.     Perubahan myelofibrosis menjadi leukemia akut

Penyakit Myelofibrosis tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, tetapi risikonya bisa dikurangi dengan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan begitu, myelofibrosis dapat terdeteksi lebih dini dan dapat segera ditangani.

Bagaimana  Kondisi Aku?

Rawat bln Mei 2022

 

            Alhamdulillah……penyakit ini sangat awal diketahui, sehingga dokter juga bergerak cepat untuk biopsi sumsum tulang dan ditangani dengan baik. Aku memang ga merasakan apa-apa selain cepat lelah dan berharap tidak banyak yang mengetahui, agar tidak perlu banyak menjelaskan. Di keluarga besar tidak semua diberitahu dan tentangga juga hanya 2 orang yang tau, setiap harus dikandangin (istilah aku kalau masuk rawat), hanya anak dan suami yang tau. Tapi anak-anak memang lebih ketat mengawasi mamanya, namun aktivitas semua berjalan normal. Hanya sekarang ga boleh nyupir mobil jarak jauh, semisal ke Jakarta, jadi bolehnya seputaran tangerang doang…hehehe..

Proses Transfusi

Awalnya  parno kalau mau naik busway, takut ga dapat duduk. Sementara aku ga kuat berdiri lama, tapi dengan berjalannya waktu dan aku mulai mengenali penyakit ini dan gejala apa yang terjadi dibadanku. Setelah hampir setahun aku mulai lagi berani kelayapan dengan busway, bahkan pergi keluar kota dengan keluarga atau tetangga dan teman-teman. Hanya sekarang semua harus diperhitungkan, jika sudah mendekati waktu untuk dikandangin memang aku cepat lelah. Ibarat lampu minyak yang akan kehabisan minyaknya dan mulai meredup. Jadi perlu dicas lagi dengan melakukan transfuse.

Aku sudah 6 kali menjalani transfusi dan sejauh ini baik-baik aja, hanya  yang terakhir agak horror karena ijin dokternya habis, sementara IDI lagi bermasalah dan pengurusan ijinnya tertunda sampai aku benar-benar nyaris padam. Jalan  ke masjid untuk tarawih dengan jarak 300 m dari rumah aja, ga kuat. Ngos-ngosan dan lemas, juga ga kuat berdiri lama. Jadi praktis  di rumah, masak untuk persaipan lebaran aja,  setengah jam aku tinggal tiduran dulu dan meneruskan jika sudah  agak segar kembali. Tapi  akhir mei kemarin aku sudah benar-benar ga kuat dan setelah konsultasi dokternya, dibawalah ke IGD karena sudah lemah banget. Dokter di IGD sampai geleng-geleng kepala, apalagi begitu keluar hasil cek darah. HB hanya 5. Oksigen langsung terpasang dan 4 kantong darah siap untuk dimasukan. Alhamdulillah…..pulang dengan HB 12 dan hari ini siap untuk control lagi.

Proses transfusi

 

Hal yang aku lakukan di rumah

                Selain rutin control setiap bulan, aku juga mekonsumsi beberapa herbal yang selama ini cukup memberi efek nyaman dibadan. Setiap pagi aku minum infus water air pare dalam kondisi perut kosong. Jadi 5 iris pare digelas, aku seduh dengan air panas dan setelah dingin baru diminum. Juga meminum air nabiz, yaitu air rendaman kurma. 3 atau 5 butir kurma yang waktu subuh aku rendam dengan segelas air, dan diminum pada waktu sore atau malam hari, kurmanya juga aku makan. Selain minum obat dari dokter. Aku minum obat herbal yang terdiri dari madu, temulawak, daun meniran dan daun kelor yang aku beli. Saat ini sudah menghabiskan 3 botol dan memberikan efek napsu makan aku makin baik (tadinya ga mau makan, apalagi kalau mendekati waktu rawat), berat badanku naik  4 kg,  dan  sudah tidak cepat lelah lagi. Kuat berdiri lama dan jalan jauh, juga sudah bisa lari pagi lagi. Alhamdulillah…..semoga bisa terus membaik…Aamiin yra dan Allah mengijabah doa-doa yang dilantunkan keluarga dan teman-teman yang begitu perhatian memberikan supportnya.

Berhubung sudah setahun, aku akan diberikan obat untuk membersihkan zat besi di ginjal  yang tertimbun, akibat transfusi darah. kata dokternya obatnya mahal.....in shaa allah bisa kebeli.

Jadwal control terakhir tanggal 7 juli dan ternyata sudah harus dicas lagi, karena HB hanya 7. Aku kaget juga saat dokter bilang masuk rawat, karena ga prepare baju. Rasanya baru bulan lalu dirawat dan ternyata….sekarang sudah bulan juli…hahaha..

Aku masih nawar, boleh masuk besok pagi kah?  Dokter tertawa dan menjawab boleh, tapi pemerinksaan before rawat hari ini. Besok pagi tinggal masuk dan langsung transfuse 2 kantong. Cek darah, cek antigen, rongent, rekam jantung, booking kamar dan booking darah ke bank darah. Semua selesai malam itu more less jam 9 malam.

SAku juga harus cek keratin dalam darah untuk mengetahui zat besi yang tertimbun di ginjal, karena transfuse berulang. Hal itu harus dibersihkan dengan mengkonsumsi obat yang akan diresepkan dokter dan katanya obatnya mahal. Aku juga ditawarkan untuk melakukan tes  untuk  mengetahui mutasi gen yang terbentuk, seperti JAK2. Kalau hasilnya positif, maka akan diberi obat yang harganya sangat mahal. Untuk 10 tablet seharga 30 jt dan sebulan jadi 90 juta.

“Fungsinya obat itu untuk apa dokter?”

“Untuk memperpanjang waktu transfusi, jadi bisa hanya 3-6 bulan sekali. Tapi bisa juga tidak ada perubahan dan tetap seperti saat ini.”

“Waduh…..saran dokter gimana?”  Ade,  jawil tanganku: “Beli obatnya jual rumah kontrakkan dulu ya Ma?”

Dokternya tertawa mendengar omongan Ade.

“Itu ga harus kok, kalau   ga mau juga tidak masalah. Memang hasilnya juga tidak terlalu berguna.”

Untuk cas kali ini, akan ditransfusi 750 ml darah yang terbagi dalam 3 kantong. 2 kantong besok pagi dan satu kantong lagi. Sayangnya, tiba di rumah Ade di kabari kalau darahnya ada item yang tidak cocok karena sudah berkali-kali transfuse. Saat ini masih di amprah (aku ga ngerti ini diapakan) dan harus discrening, juga akan diberikan obat sebelum transfuse dilakukan. Yaa…wis manuut!

Jam 8 pagi aku sudah masuk kamar dan dipersiapkan untuk transfuse, kantong pertama hanya berisi 195 ml. Satu kantong dengan durasi 4 jam dan berakahir jam 12 siang, tunggu  2 jam dan baru mulai kantong kedua dengan isi 205 ml. Magrib selesai dan dilanjut besok 1 kantong lagi.

Jam 8 pagi kantong terakhirpun mulai dipasang, tapi sayang hanya berisi 210 ml. Jadi total tidak sampai 750 ml, hanya 620 ml.  Masih nunggu 4 jam lagi setelah kantong ke tiga selesai, dapat dilakukan cek darah lagi  untuk mengetahui  HB nya setelah transfuse.  Alhamdulillah…setiap habis transfuse HB melonjak naik, jadi boleh pulang. Kalau kata dokter dan perawat, “Ibu itu cepat naik HBnya, tapi juga cepat turun…hehehe”

Aku begitu bersyukur, keluarga dan teman-teman begitu hebat dalam memberikan support.  Hal itu membuat semangatku melambung tinggi, apalagi lantunan doa yang terus diberikan semoga Allah ijabah. Aamiin yra, Terima kasih ku untuk dukungan moril dan materil, juga doa-doanya. Semoga Allah memberikan kita semua kesehatan membalas kebaikan teman-teman.

Aku tidak pernah tau sampai kapan aku akan melakukan transfusi, apakah selamanya sampaai jiwa terlepas dari raga atau sembuh total. Itu hanya Allah yang punya kuasa, aku hanya ikhlas menjalani dan memohon kemurahanNYA menjawab doa-doa kita.