Kamis, 28 Januari 2016

ANDAI KU BISA SELALU MENYAMBANGI SAHABAT-SAHABATKU…





Teman dan sahabat saya memang tidak terbilang, banyak yang biasa bertatap muka tapi banyak juga yang berinteraksi di dumay, alias dunia maya.  Dengan kemajuan tehnologi seperti sekarang  semua teman terasa  dekat dan kapan waktupun dapat berinteraksi.  Kalau sendirian ga berasa sepi, asal wi-fi on atau  paket hp masih ada aja. Pokoknya  berasa dunia ada digenggaman deh hehehhe……

Ada teman yang ngobrol melalui BB, path, ada juga yang ngeline atau ngewaslap….eeee….salah…wa. Kalau  lewat  twitter  sangat  jarang, mungkin pada malas karena space untuk tulisan terbatas.  Apalagi melalui SMS…udah ga jaman dan ngurangi pulsa pula……wkwkwkw.. ..

Ada ucapan salam setiap pagi, siang, sore bahkan malam dari sahabat melalui group BB atau WA. Ngobrol ngalor ngidul, becanda, betukar foto kegiatan atau informasi yang bermanfaat serta postingan lelucon yang bikin ngakak. Semua lengkap di benda kecil dalam genggaman yang bernama hp. Bukan hanya itu, ada juga promosi barang atau makanan serta siraman rohani yang menambah keimanan kita. 


 Coba Tanya deh siapa yang ke dapur ga bawa hp?  Intinya kemanapun hp ga bakalan di tinggal, tapi inget ya kalau sedang ngurusin anak dan suami, lupakan sejenak hp nya. Pergi hp ketinggalan….serasa ada yang ilang deh, betul ga?..........itulah hebatnya hp sekarang.

Belum lagi melalui facebook, kita dapat berinteraksi dengan siapa saja teman kita di seluruh dunia. Saya malah banyak belajar dari komunitas di facebook dan bertemu teman-teman yang sudah seperti saudara sendiri walau ada yang belum pernah bertemu. Dulu suami saya sangat melarang sama bermain facebook, karena dia mendapat masukan yang salah dari teman-temannya. Saya berargumen, jangan ambil sisi negatifnya dunk. Dengan facebook saya bisa memantau akun anak-anak & saya mendapat banyak pengetahuan yang luar biasa…hehehhe….akhirnya  suami malah ikut berfacebook ria.

Kalau pikiran saya sedang  ngelantur,  saya bisa terbang seketika menyambangi Mba Devy di nganjuk. Pengen ikut bikin bumbu pecel Mba Vy yang luar biasa echo & ikut memetik buah-buahnya di kebun dekat rumahnya. Kadang pengen bantuin Rif’ati Djunet, ibu guru yang nyambi bikin kue dan jualan jus kalau dia lagi kerepotan.

Kadang janjian dalam dumay sama Mba Candra Nila Murti di Solo, ketemu di depan toko deket tikungan katanya. Mbuuuh…tikungan mana, siapa tau bisa ikut selfie sama dia…..hehehhe.  Atau pengen hahaha…hihihih…sama Inon, Presda Sari, Ely Nooraeni, Millah Kamilah guragan kue tea,  Ibu Kepsek Anna Farida yang udah janji mau nyubit Non kalau ketemu. Apalagi bisa sampe ketemu Mba Indari Mastuti….wah…wah..wah…luar biasa pokoknya. Kadang saya ke malang tapi juga ga bisa ketemu Mba Noor  Ruly Abiz Wigati, spesialis parenting. Pengen juga  nyambangin  Dara Lana Tan, kalau dia sedang repot ngurus  barang-barang donasi. Kan kalau saya bisa terbang, bisa cari sendiri teman-teman yang ingin saya kunjungi. Dan masih banyak teman dumay saya yang selalu ku rindu untuk dapat bertemu, andai masih ada waktu dan kesempatan.

Melalui status mereka saya berinteraksi  & dapat merasa apa yang sedang dikerjakan bahkan yang sedang dialaminya…lebay ya?....tapi iya kok, bener deh. Semua  pertemanan itu dapat menambah ilmu dan pengetahuan saya, dari status yang dibuat atau artikel yang dikirim. Apalagi Mba Indari Mastuti, ga pernah ada bosannya ngasih masukan & ajakan untuk terus menulis dan berbisnis yang yahuuut……….
Sementara ini dengan teman-teman group wa saya bisa jalan, makan bersama, berwisata dll. Dengan yang tinggal tidak jauh dari tempat tinggal saya bisa sesekali dating kalau ada acara 7 pasti hebooooh di rumah Mba Indari, markas Sekolah Perempuan. Yaaaa….Allah, semoga semua teman, sahabat & saudara-saudara saya selalu dalam lindunganmu, disehatkan badannya, dilimpahkan rejekinya, dipanjangkan umurnya untuk beribadah kepadaMu serta tali silaturahmi kita tetap terjaga dengan baik. Aaamiiin YRA.

Rabu, 27 Januari 2016

BERGAYA DENGAN KARTU KREDIT, AWAS HUTANG MENCEKIK








                                                            Contoh Kartu Kredit


 Dua puluh tahun yang lalu untuk menyajukan pembuatan kartu kredit tidaklah mudah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain slip gaji  asli dengan limit gaji pertahun  minimal sekian dan  ada teman yang memberikan rekomendasi. Yang menawarkan pun bank yang bersangkutan, melalui  nasabah yang telah memiliki kartu kredit.
Memang pada saat itu memiliki kartu kredit menjadi prestise tersendiri, gaya & keren pokoknya. Pada kalangan pemegang kartu kredit saat itu menyebutnya uang  plastic & masih eklusif karena tidak sembarang orang yang memilikinya. Sementara aku kurang lebih hamper 25 tahun sebagai pemegang kartu kredit. Gaya kan?!.....hehehehe…. Padahal bos di kantor selalu menawarkan untuk memberikan rekomendasi pembuatan kartu kredit aku. Namun selalu aku tolak, karena masih mikir kegunaan & untung ruginya. Maklum aku bukan bos kan, yang uang iuran tahunan & tagihannya aja kudu bayar sendiri. Ga seperti boslah, tinggal gesek, tagihan  kantor yang bayar. Siapa yang mau nolak kalau gretong ya…wkwkwkwk.
Bermula pada suatu kejadian darurat yang aku alami, tengah malam perlu uang. Secara dulu belum ada ATM kaya sekarang yang bisa kita sambangin kalau butuh uang kapanpu. Akhirnya aku Tanya-tanya sama bos tentang kartu kredit itu. Panjang lebar dijelaskan & aku juga tanya mendetail tentang kartu tersebut, pendek cerita setelah menunggu dua minggu, kartu kredit udah ditangan.
Aku mulai mempelajari penggunaan kartu tersebut, tapi intinya kita harus bijak menggunakan kartu tersebut. Dan yang  paling penting diingat “Kartu kredit itu bukan uang kita, kalau dipakai kita harus bayar sesuai tagihhan.”  Untuk aku kartu kredit itu sangat menolong dikala darurat, cerita di suatu malam bapak aku sakit & dilarikan ke rumah sakit. Karena yang terdekat rumah sakit swasta, pihak rumah sakit minta uang jaminan sekian juta. Sementara kami ga pegang uang sebanyak itu & mau cari kemana malam-malam begini?. Dulu, kalau  perlu uang yan tunggu bank buka, ATM belum ada.  Padahal bapak harus ditanganin segera, akhirnya aku coba ke loket & menanyakan apakah bisa bayar dengan kartu kredit?..... Alhamdulillah….boleh!.....
Bapak segera ditangani, sementara aku ngurus penggesekan kartu. Pada saat itu kalau gesek kartu ga semudah sekarang, tapi si kasir harus mencari  dibuku besar apakah no kartu aku valid dan bisa dipakai. Bahkan ada yang harus telepon ke bank yang mengeluarkan kartu tersebut. Pokoknya ribet, makanya dulu banyak orang yang sebel kalau ngantri di kasir kalau di depan kita ada yang membayar dengan kartu kredit. Karena prosesnya lamaaaaa…..hehehhe
Ketika kartu kredit booming  & menjadi gaya hidup?  Para agen penawar kartu kredit bertebaran dimana-mana. Ga perlu slip gaji dan tetek bengek, tinggal tandatangan aja, tanpa perlu waktu lama kartu kredit sudah bisa digenggaman. Pagu limit memang tidak besar, berkisar 2 juta s/d 5 juta. Namun seiring berjalannya waktu dan kewajiban kita membayar tagihan berjalan lancar tanpa tunggakan, pagu limit akan dinaikkan. Tapi dulu uang 2 juta itu udah gede bingiiit loh.
Pokoknya masa itu gaya deh kalau punya kartu kredit, berasa kaya pengusaha muda & ekslusiflah….hahahha…

KALAP SAAT BELANJA
Memang setiap orang punya kebutuhan berbeda & berbeda pula dalam cara pandang terhadap sebuah kartu kredit. Untuk aku, kartu kredit digunakan secermat mungkin, karena itu bukan uang tabungan kita. Sekali gesek utang boooo!....kudu dibayar. Kalau aku pakai buat belanja, berarti aku udah punya dana untuk membayarnya dengan lunas. Hanya nunda pembayaran selama sebulan aja, lumayan.
Jadi jangan coba-coba belanja mengguunakan kartu kredit, apabila kita tidak memiliki dana untuk membayarnya. Memang bank memberikan kita keringanan untuk membayar limit terendah dari tagihan atau dicicil per bulan. Namun semua perlu diperhitungakan kalau ga mau kecekik hutang.
Kebiasaan yang terjadi pada pemegang kartu kredit  pada tingkat ekonomi menengah kebawah, merasa bahwa kartu kredit itu adalah dana segar yang disediakan untuk shopping. Iya ga?........ Jadi gesek sana, gesek sini sampai kalap  deh kalau shopping. Maklum ga berasa ngeluaran uang kan &  ga jarang sampai   melebihin dana yang tersedia. 
Pada saat tagihan datang…..baru deh pada nyengir.  Gilanya lagi, mereka bukan hanya punya satu kartu kredit  loh…! bisa dua atau tiga dari bank yang berbeda.   Kalau yang otaknya kriminal biasanya menggunakan kartu kredit hanya satu tahun pertama saja, karena gratis iuran tahunannya. Akhirnya mereka hanya membayar minimum tagihan saja atau dicicil sampai selesai. 

HUTANG YANG MENCEKIK
Shopping…shopping & shopping….lupa diri kalau untuk membayar dengan cara gesek sana, gesek sini ada konswensi yang harus dibayar. Tagihan bertumpuk sementara belanjaan yang lalu aja belum lunas dibayar, karena hanya membayar minimum tagihan. Bunga terus berjalan yang jumlahnya makin hari makin besar. Kalau sebulan kena bunga 2,7 % coba hitung kalau makin bertumpuk?. Karena bunga dihitung  bukan dari sisa tagihan, tapi dari tagihan awal. Kalau mereka sudah terbelit begini sampai tercekik hutang,  biasa sulit di telepon, bahkan di datangi ke kantor pun berkelit tidak ada di tempat.
Itulah saatnya mereka mulai menuai hutang yang makin lama menggunung dan akhirnya mencekik leher. Anda tau siapa yang akan kena getahnya?  Keluarga…! Kalau mereka mencantumkan alamat rumah dengan nomor telepon, namun ada lagi yang kena getahnya. Keluarga yang mereka tuliskan data nama, alamat & nomor telepon yang dicantumkan diaplikasi permohonan saat awal buat. Mereka juga tidak minta ijin mencantumkan    nama, alamat & nomor keluarga lainnya. Bahkan yang lebih gila lagi ada yang mencantumkan nama, alamat & nomor telepon tetangga.
Ini bencana yang tidak main-main bagi keluarga maupun keluarga lain yang nama, alamat & nomor teleponnya tercantum pada aplikasi permohonan. Mereka bisa berkelit  & sembunyi, apalagi sekarang telepon yang mereka berikan no hp, yang bisa mereka buang & ganti no lain. Sementara keluarga?  Hellooo…..yang diminta no telepon rumah….abislah di terror bahkan di santronin sama depkolektor di rumah. Di maki, di bentak & diancam, jadi makanan sehari-hari keluarga yang kena getahnya dan ga ngerti apa-apa. Pernah ga ya mereka  berpikir sebelumnya, kalau masalah ini bisa merepotkan dirinya, keluarga & orang lain. Mereka yang menikmati uangnya, tapi keluarga atau orang lain yang kena getahnya.  
 Nyebalin  tauuu!!!!!.....

BIJAK MENGGUNAKAN KARTU KREDIT.
Sebaiknya kendalikan kartu kredit Anda, bukan Anda yang dikendalikan kartu kredit. Krtu kredit itu dibuat untuk memudahkan orang dalam bepergian & bertransaksi. Artinya orang yang bepergi atau hendak belanja ga perlu bawa uang banyak-banyak yang memenuhi dompet atau tasnya, disamping ga aman juga ribetkan ngitungnya. Jadi terbantu dengan   kartu kredit tersebut. Cukup satu kartu semua pembayaran beres…gitu kira-kira slogan bank untuk kartu kredit.
Jangan sekali-kali menggunakan kartu kredit untuk belanja dengan jumlah besar, kalau Anda ga punya dana untuk membayarnya. Jadi gunakan kartu kredit untuk membeli sesuatu, jika Anda memang memiliki dananya. Kalaupun tetap mau beli tapi ga ada dananya, perhitungkan Anda dapat mencicilnya dalam beberapa bulan. Setelah lunas baru Anda pergunakan kembali kartu tersebut.
Pengalaman aku menggunakan kartu kredit selama hampir 25 tahun tidak pernah ada masalah, bahkan aku mendapatkan berbagai macam hadiah dan fasilitas yang luar biasa. Salah satunya  “kepercayaan bank” yang mengeluarkan kartu kreditku. Awal limit yang diberikan hanya 2 jt, saat ini tembus puluhan juta, bahkan mendapat kartu lain yang dapat aku gunakan untuk mengambil tunai kapanpun  tanpa  bayar iuran tahunan & tinggal pilih mau dibayar berapa kali dengan bunga ringan. Itu penghargaan & kepercayaan yang aku dapat dari bank, karena ketaatan & kedisiplinanku dalam menggunakan kartu kredit.
Jadi lunasinlah  tagihan kartu kredit berapapun nilainya, maka aturlah penggunaan kartu sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Percayalah, dengan membayar lunas setiap tagihan, Anda tidak akan kena bunga apapun. Namun Anda diuntungkan dengan pembayaran yang ditunda sampai bulan berikut setelah beanja baru Anda bayar.  
·         Jangan jadikan kartu kredit sebagai gaya hidup tanpa ada tanggungjawab.
·         Kalau Anda  termasuk orang yang tidak dapat mengatur keuangan dengan cermat, hindari memiliki karteu kredit.
·         Hiduplah sesuai dengan kemapuan Anda, jangan besar pasak dari tiang.
·         Hutang tidak dilarang tapi berhutanglah untuk hal-hal yang priemer, bukan barang konsumtif
·         Sebaiknya Anda memiliki   ATM aja, yang bisa digosok dimana aja tanpa ada resiko. Karena kalau dana ada Anda, ATM bisa digunakan sementara kalau tidak ada dana ya Anda tidak perlu membeli.
·         Tempatkan diri Anda di posisi orang yang di terror atasa utang Anda, apakah Anda bersedia diperlakukan seperti itu.
Ok guys….semoga bermanfaat.


Jumat, 02 Januari 2015

AIRASIA QZ8501 ATAU AIRASIA PK-AXC ?




Menutup Tahun 2014 kita dikejutkan dengan hilangnya pesawat Airasia dengan rute Surabaya-Singapura. Semua tercengah, panic, sedih dan bingung karena tidak ada kejelasan, apalagi kontak ke pilot pesawat. Normalnya, jika terjadi sesuatu ELT pesawat akan memancarkan sinyal pemberitahuan ketika terjadi impact  untuk memberitahu posisi keberadaan pesawat. Sayangnya pesawat Airasia QZ8501 tetap membisu. Entah ELT yang tidak berfungsi atau alat penerima sinyal yang  dimiliki di darat tidak bekerja. Wallahualam. 

           Inilah pesawat Airasia yang hilang PK-AXC dengan nomor penerbangan QZ8501 

Berita simpang siur bersliweran di media elektronik yang secara marathon   memberitakan hilangnya Pesawat Airasia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura. Basarnas secepatnya bergerak mencari keberadaan pesawat tersebut, sementara para wartawan juga tidak mau kalah, wara wiri mencari informasi sekecil apapun dan mendatangkan nara sumber mulai dari praktisi,  pemerhati penerbangan, awak pesawat sampai yang rasanya ga relevan menurut saya. Tidak sedikit masyarakat  mantan awak pesawat dan tehnisi merasa gerah dengan penjelasan yang kadang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya. Namun itu hak media untuk memberikan informasi kepada masyarakat, tapi sebaiknya  lebih selektif dalam mencari nara sumber.

Hebatnya lagi pemerintah saat ini cepat bergerak dengan turun langsung mencari pesawat tersebut. Semua angkatan dari TNI, Basarnas, pejabat pemerintah, bahu membahu untuk mencari keberadaan pesawat Aisrasia 8501 dibawah komando presiden dan wapres. Selama ini hampir tidak pernah pemerintah, apalagi sampai presiden ikut turun dalam suatu kecelakaan pesawat di tanah air. Angkat topi saya untuk pemerintahan sekarang. Sementara perusahaan Airasia sendiri tidak terdengar gaungnya dalam mengurus kejadian ini, karena seperti langsung di take over pemerintah. Beruntungannya Airasia!.


                               Contoh: Letak  Kode Registrasi Pesawat Garuda PK-GPJ

Sebagai perusahaan penerbangan berjadwal  airasia dan perusahaan penerbangan lainnya tentu memiliki jadwal yang rutin dan teratur. Setiap  perusahaan penerbangan di Indonesia mempunyai call sign sesuai yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Contohnya: Untuk Merpati dipanggil dengan Garuda : MZ730, GA604, Airasia: QZ8501 dan sebagainya.  GA604 mempunyai arti, GA merupakan call sign untuk semua pesawat garuda. Sementara nomer 604 merupakan nomor penerbangan untuk rute Jakarta-Makasar. Begitu juga untuk semua perusahaan penerbangan lainnya, call sign berfungsi sebagai nama panggil dalam berkomunikasi dengan ATC/Menara pengontrol dan dikenal oleh penumpang sebagai nomor penerbangan yang biasa tertulis di tiket.

Untuk mengantarkan penumpang ke tempat tujuan yang telah disiapkan call signnya, yang utama tentu harus ada pesawatnya bukan?.
                                Contoh: letak Kode Registrasi di sayap pesawat bagian bawah

 Setiap perusahaan penerbangan biasanya memiliki beberapa type/jenis pesawat dan untuk setiap tujuan akan ditentukan type/jenis  pesawat yang digunakan. Hal ini disebabkan beberapa ketentuan, mungkin landasan udara di bandara kota tujuan hanya bisa didarati oleh jenis pesawat tertentu, atau penumpang tidak terlalu banyak, jadi cukup menggunakan pesawat  berbadan sedang dan lain sebagainya. 

                                                  Contoh lain Kode Registrasi Pesawat

Untuk  mengenali type/jenis pesawat, maka setiap pesawat memiliki identitas yang dikenal  dengan “Kode Registrasi.”   Kode Registrasi  terdiri  dari dua bagian, pertama kode awalan yang umumnya berupa 2 huruf atau angka, ada juga dengan 1-3 huruf/angka. Kode Registrasi tersebut diatur dan dikeluarkan oleh  ICAO (Internasional Civil Aviation Organization) yang merupakan sebuah organisasi penerbangan sipil dan berdudukan di Kanada.  Kita dapat mengetahui asal Negara sebuah pesawat dengan melihat kode  registrasinya dan kode itu  dikenal secara internasional sebagai Tanda Kebangsaan. Untuk Indonesia menggunakan kode PK singkatan dari Pays Kolonie (bahasa Belanda yang berarti negeri jajahan atau wilayah kolonial).  Sementara N merupakan kode registrasi Amerika, Australia “VH” Brunai Darussalam “V8” Jerman “D” sementara  “TC” untuk Turkey dan masih banyak lagi tentunya. Kode yang  telah diatur  ini, dipastikan tidak akan ada duplikasi  antar Negara.

                                                Contoh Kode Registrasi  Amerika yaitu "N"

Kode awalan (PK) akan diikuti oleh  kode selanjutnya yang   umumnya terdiri dari 3 atau lebih huruf atau angka.   Kode terakhir ini digunakan untuk masing-masing jenis pesawat, yang ditetapkan oleh   lembaga yang mengurusi penerbangan sipil di tiap   negara. Di Indonesia kode terakhir ini diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di bawah Kementrian Perhubungan. Contohnya PK-GLT untuk pesawat milik Garuda dan PK-AXC pesawat milik Airasia.  Huruf akhiran yang paling depan (G atau A) biasanya merupakan huruf depan nama perusahaan penerbangan tersebut.  Contohnya: 

PK : Kode registrasi untuk pesawat terbang Indonesia
G : Kependekan dari Garuda
L : pada umumnya kode  type/jenis pesawat
T : nomor atau abjad yang merupakan nomor urut pesawat yang dimiliki  

Kode registrasi dapat Anda temui di bagian  luar belakang dekat ekor atau di  atas dan bawah sayap pesawat terbang. Umumnya di tulis dengan ukuran yang besar dan menggunakan huruf capital.  Contoh kode registrasi : PK-GRG, PK-MBC, PK-AXC dan lainnya.


                      Contoh E-tiket yang mencantumkan nomor penerbangan Garuda GA0551

Kenapa saya menulis judul tulisan ini dengan “Airasia QZ8501 atau   Airasia PK-AXC ?” 

Menilik dari kejadian hilangnya pesawat Airasia QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura, saya tergelitik untuk sama-sama mengoreksi  sebutan mana yang sebaiknya dikatakan atau diberitakan untuk kejadian pada pesawat airasia tersebut.  Sesuai dengan yang telah dijabarkan dan foto yang ditampilkan diatas.

Sebagai perusahaan penerbangan berjadwal di Indonesia, Airasia yang call signnya adalah QZ dan diikuti dengan  beberapa angka. Itulah yang disebut dengan  nomor penerbangan : Airasia QZ8501 menerbangkan rute Surabaya-Singapure atau QZ8063 untuk rute Jakarta-Medan. Setiap hari  penerbangkan rute  tersebut dengan   call sign yang sama, pada jam yang sama sesuai jadwalnya akan beroperasi mengantarkan para penumpang ke tujuannya. Namun yang berbeda adalah pesawatnya. Mungkin type/jenis pesawatnya sama tapi  beda kode registrasinya. Contoh: Airasia QZ8501 menggunakan pesawat dengan kode registrasi PK-AXC (pesawat yang hilang pada tanggal 28 Desember 2014).

Sementara pesawat dengan nomor penerbangan/ call sign Airasia QZ8501 PK-AXC yang hilang sedang dilakukan evakuasi. Call sign  tersebut tetap digunakan setiap hari sesuai jadwal  untuk menjalani rute Surabaya-singapura, tapi dengan pesawat yang lain yang berkode registrasi PK-ABD, misalnya. Karena setiap  awak pesawat/ petugas harus  mengetahui kode registrasi pesawat yang akan mereka gunakan, sementara penumpang  tidak pernah diberitahu, selain jenis pesawatnya oleh   awak kabin pada saat memberi pengumuman.
                                           Contoh : Kode registrasi pesawat milik Negara Rusia.

JADI YANG HILANG BUKAN AIRASIA QZ8501, TAPI PESAWAT AIRASIA PK-AXC YANG MELAYANI RUTE SURABAYA-SINGAPURA PADA TANGGAL 28 DESEMBER 2014.

Aneh rasanya melihat seorang tehnisi senior mengoreksi penyebutan tersebut, tapi tidak di respon presenternya. Namun yang lebih mengherankan lagi semua praktisi, pemerhati dan  awak pesawat juga ikut menyebutkan yang sama, bahkan lebih gilanya lagi dari pihak Airasia sendiri tidak pernah meralatnya.

Bagaimana dengan Anda menyebutnya : AIRASIA QZ8501 ATAU   AIRASIA PK-AXC ?  Rute Surabaya-Singapura.