TOPKAPI PALACE,
ISTIKLAL STREET, BOSPHORUSCRUISE &
TAKSIM SQUARE
![]() |
Di dalam Istana Topkapi |
Merhaba………halloo…bahasa
indonesianya.
Pada bulan februari 2018, aku
menulis di blog dengan judul “Kapan ya Bisa Ngebolang ke Turky?
Tulisan itu setelah menyambangin
Dubai dan alhamdulillah doa tersebut
terkabul, aku baru kembali
dari Turky dan mengexplor tempat-tempat eksotis perdaban
dunia di sana. Cekidot linknya:
shttps://ningsihali.blogspot.com/2018/02/kapan-ya-bisa-ngebolang-ke-turki.html://
Bukan untuk persiapan ke turky aku belajar bahasanya. Ikutan aja saat ditawarin dikomunitas nulis, belajar via online dari Mba Nina Kirana yang memang menetap di Turki. Sayang kemarin ngga bisa ketemuan. Tapi ternyata aku bukan murid yang baik, karena sering bolos dan hasilnya nol..hihihi….
Ngitung aja hanya ingat: bir, iki dan uech aja, lainnya lupaaa. Daaan yang paling apal ya “Merhaba & Gun ay dan” apalagi belajarnya udah 2 tahun yang lalu (alesan ngeles)....hahahaha.
![]() |
Taman di dalam Istana Topkapi |
Kali ini trip
ke negara Om Erdogan bersama Ebo-ebo
syantik en rempong. Lemari-lemari
kecil, eeet …..salah koper besar aneka
warna berderet siap masuk bagasi. Apa yang terjadi kalau hampir
30 Ebo- ebo pulkumpul? Hebuoh dan
makanan yang dibawa udah beredar, mulai
dari telor pindang, permen dll. Itu masih di bandara Soetta loh!.
![]() |
Siap berangkat |
Setelah itu ada yang ribut lapaaaar, termasuk akuh, hahaha…..maklum udah
jam 8 malam.
Seketika terciumlah bau mie
goreng GM, Sate ayam khas Senayan dan banyak lagi sebelum
masuk boarding gate. Bahkan ada
tart ulang tahunnya Ebo Ella, yang bertambah usianya dihari tersebut. Jadi
nanti dipesawat tinggal tidur, maklum udah larut malam take offnya (boardingnya agak telat, otomatis take off ikut telat).
![]() |
Bosannya jadi pax |
Kebayang ngga sih
jadi penumpang dalam perjalanan
selama 12 jam di perut pesawat?
Benar-benar melelahkan dan boring
abiiiz. Aku lebih milih tugas terbang dari pada jadi penumpang, untuk penerbangan
jarak jauh begini hehehe. Judulnya
bosen!!... Tidur udah, nonton udah, baca
udah dan main game juga udah, tapi
membuang rasa bosan itu ternyata ngga gampang. Rasanya
pengen deh gantiin tuh teman sejawat,
disuruh di pantry manasin makanan, atau prepare trolly atau debarase aja juga mau deh (alesan aja, maklum tetiba disergap rasa kangen terbang) hehehe……
Jam enam kurang lima menit pagi local time, main gears
pesawat udah touch down. Rada kasar sih landingnya, mungkin karena angin
yang cukup kencang. Dan kita disapa
angin dingin yang mengigit kulit,
saat keluar dari pesawat. Jadi rapatkan jaket dan cepat naik ke bus,
untuk menuju terminal maklum ga pakai garbarata.
![]() |
Sampe kita di Istambul |
Dua belas jam perjalanan yang
melelahkan, sirna begitu melihat dunia belahan lain. Kita akan menunggu bagasi di jalur 25, begitu pemberitahuan dari si cantik Evelyn. Lumayan jauh & Ebo-ebo
sudah antri di toilet sambil menunggu
bagasi keluar. Sambil memanfaatkan
waktu, camera hp mulai beraksi . Pendek
kata ga keabisan gaya bagi ebo-ebo untuk memanfaatkan moment!. “Di sini Mba, yang ada tulisannya Turky,”
pinta ebo cantik sambil menyodorkan hpnya.
“Sekarang di sini, background tulisan Istambul.” Begitu pula dengan
ebo-ebo yang lain, seneng aja liat ebo-ebo begaya….seru lah!.
Gais….di mari troly itu ga gratis
loh!. Jadi harus memasukan koin 1 lira ke mesin, maka lampu diujung rel troly
akan menyala. Itu lah saatnya Anda bisa mengambil troly dan lampu akan mati
setelah troly keluar. Melihat bagasi yang dibawa, tentu aja ada yang butuh
troly. Namun sayangnya kita ngga diinfo harus menyediakan koin untuk bisa
menggunakan troly. Masalahnya ngga ada
yang punya koin. Boro-boro pegang koin,
bekal di dompet rata-rata pecahan 100
lira atau dollar. Cieilaaah….banyak yak sangunya? Hahaha…..
Terdengar deh suara gremengan
kesal, karena ga terinfo ketentuan menggunakan troly. Padahal bagasinya besar
dan berat pastinya. Tau kan kalau di luar negeri, ga ada porter yang bisa dimintain tolong
seperti di tanah air. Hehehehe…..
Santai gais….banyak tenaga sukarelawan siap bantu!.
![]() |
Nunggu bagasi di terminal |
Akhirnya urusan bagasi beres dan
siap nunggu bus jemputan. Naaah…..kita diminta mengikuti Evelyn, mengekorlah semua dibelakang sambil
terseok-seok membawa bagasi. Tetiba Pak Andre
bilang “kita harus balik lagi menuju pintu keluar. Pintu keluarnya
disebelah sana,” sambil menunjuk pintu
keluar yang lokasinya ngga jauh dari tempat pengambilan bagasi.
“What, Jadi tadi mau kemana?
Yaa..wis balik badan dengan kuciwa, dan tau dunk suara tawon koor mulai kedengeran..hihihi…
Alhamdulilah akhirnya kita sudah
duduk maniz di bus yang menjemput dan berkenalan dengan Qinan, tour guide
setempat yang lumayan fasih berbahasa
Indonesia. Katanya belajar Bahasa Indonesia selama tiga bulan di yogya,
lumayan bagus sih walau kadang susunan
katanya kebalik-balik. Terciptalah kata “Ebo-ebo” yang diucapkannya kala menyapa kita, yang sebenarnya
ibu-ibu….hehehe. Ada pula kata-kata gaul
yang dikuasainya, kita ketawa
mendengarnya. “Cap cus ebo-ebo” yang diucapkan dengan dialek yang lucu.
![]() |
Yg sudah bersama lemarinya...ups...bagasinya..hihi |
Meluncur dari bandara menuju obyek wisata pertama yang akan
kita kunjungi adalah “Topkapi Palace” yang lokasinya tidak terlalu jauh dari
bandara istambul. Tempat ini merupakan istana tertua di dunia,
yang didirikan di atas reruntuhan kuno para kaisar
Bizantinum. Istana yang masih berdiri
kokoh ini, memiliki pemandangan yang sangat indah. Dari istana ini terlihat
keindahan Tanjung Golden Horn, Selat Bosphorus, dan Laut Marmara dengan
kapal-kapalnya.
Istana Topkapi
![]() |
Halaman depan Topkapi Palace, dg dinding 5 km |
Istana Topkapi dibangun sekitar tahun 1465M atas perintah
Sultan Mehmet II. Pada tahun 1953 Sultan Mehmet II, yang merupakan Sultan
Kekaisaran Ustmaniyah/ Ottoman berhasil menjatuhkan Kekaisaran Bizantinum.
Dalam Bahasa Turky disebut Topkapi Sarayi artinya Cannongate Palace atau Istana dengan pintu
gerbang berhias meriam. Karena di depan gerbang istana di tampilkan
meriam-meriam yang digunakan untuk merebut kota Istanbul yang dulu dikenal
sebagai Konstatinopel.
![]() |
Istana Topkapi |
Istana dengan luas
700.000 M2 ini, dikelilingi tembok sepanjang 5 km. ini dulunya merupakan pusat administrasi Kekaisaran
Ustmaniyah. Istana yang sangat besar dan mewah tersebut merupakan kediaman Sultan beserta keluarga dan para pelayan setianya. Istana Topkapi mempunyai banyak bangunan kuno dengan berbagai hiasan unik di
dalamnya.
Kenapa Istana Topkapi banyak
dikunjungi?
Karena di istana ini yang kini
dijadikan museum, banyak menyimpan
peninggalan langka dan bersejarah dari para Nabi, terutama Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Muslim, tempat ini tentu menjadi salah
satu yang memiliki makna
besar dan wajib dikunjungi kalau berkunjung
ke Turky.
Sebelum masuk ke dalam istana ini, di halaman depan gerbang itu terdapat sebuah bangunan
seperti rumah kecil yang bernama Fountain of Sultan Ahmed III dan di sana
berkeliaran anjing liar yang jinak. Saat itu ada tiga anjing tiduran di depan
rumah kecil tersebut, seperti dia penjaganya.
Bangunan istana yang dikeliling
tembok tinggi masih terlihat kokoh
itu, mulai kita masuk ke sebuah pintu gerbang yang bernama
Bab i-Humayun. Setelah masuk agak ke
dalam tampak taman asri yang luas dengan hamparan rumput yang menghijau, juga jajaran kursi-kursi
taman.
Taman tersebut menjadi
sasaran para ebo-ebo dan aku untuk berswafoto. Viewnya memang indah
dan menajubkan. Puas menikmati taman tersebut, kita masuk ke pintu gerbang berikutnya yang merupakan gerbang utama istana, bernama
Bab as-Salam. Kita harus melalui x-ray.
Harga tiketnya katanya 25 Lira, more less Rp. 75.000 an (1 Lira: Rp.
3000).
Disebelah kiri ada bangunan yang
cukup padat pengunjung dan aku mencoba
masuk.
Ternyata bangunan tersebut adalah Musium tempat menyimpan
barang-barang para Nabi dan sahabatnya yang dikenal dengan nama “Sacred Relics atau Holy Relics.”
Ruang Musium tersebut, dulunya merupakan ruang pribadi sultan. Aku mulai terdiam melihat & membaca papan keterangan kecil disamping barang-barang tersebut.
Bayangkan bisa melihat pedang, tapak
kaki Nabiallah, juga tongkat Nabi Musa. Mata mulai berembun, betapa aku
beruntung dapat melihat langsung benda-benda tersebut. Sumpah, ngga percaya!
Tapi kini aku berdiri didepan barang-barang tersebut, Masya Allah.
Aku fokus mengamati satu-persatu
dan mengabadikannya. Di ruangan ini
untuk pertama kalinya aku melihat
tongkat Nabi Musa, yang digunakan untuk membelah laut.
Pedang Nabi Daud, pedang Umar bin Khattab,
pedang Ali bin Abi Thalib, pedang Utsman bin Affan dan pedang Hussain yang
merupakan cucu Rasulullah beserta benda lainnya. Terima kasih tak terhingga buat
Bu Devi tercinta, telah membawa aku sampai ke tempat ini.
![]() |
Pedang Rasulullah |
Aku pindah ke ruang sebelah
terdapat Jejak Telapak Kaki, sehelai rambut dan jenggot, selembar
surat, Nabi Muhammad SAW dan tempat minum serta lainnya yang pernah
digunakan Nabi Ibrahim, sorban Nabi Yusuf yang di simpan dalam etalase kaca. Juga sebuah Hajar Aswad yang
pengikatnya sudah rusak. Di ruang ini aku di tegur petugas, karena dilarang
memotret. Aku minta maaf karena ngga
memperhatikan kalau ada larangan
untuk mengambil foto.
![]() |
Tongkat Nabi Musa |
Aku bergeser lagi ke ruang lainnya yang merupakan ruang terakhir di Musium ini. Di ruang ini terpampang etalase dinding baju Fatimah putri Rasullullah dan baju
Hussain cucu Rasullullah, serta Al
Quran. Diantara ruang kedua dan ketiga, di situlah orang/ Qori yang dari tadi
suara merdunya terdengan melantunkan ayat-ayat suci Al Quran secara live.
Pertanyaannya, kenapa barang-barang langka tersebut
bisa ada di Istana Topkapi?
Di era tersebut, para sultan
Ottoman yang merupakan Khalifah
Islam abad ke-16 memiliki tugas untuk
memelihara dan memperbaiki Ka'bah di Mekkah.
Banyak benda-benda berharga yang
harus diganti dari waktu ke waktu, dan benda yang lama dibawa ke Istana Topkapi. Benda-benda langka tersebut menjadi koleksi peninggalan suci dan bisa aku
nikmati tadi. Rasanya saat
di dalam museum tadi, aku dapat membayangkan seperti apa sosok Nabi
Akhir Jaman tersebut. Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad,
waala ali Muhammad.
![]() |
Tapak kaki Nabi Muhammad |
Aku memang tidak memasuki setiap
bangunan dilingkungan istana tersebut, mungkin tidak termasuk dalam paket tour ini.
Soalnya hanya mendengar cerita dari Qinan, tapi ngga kita kunjungi. Seperti Istana Harem atau
keputren, yang menurut cerita Qinan adalah tempat tinggal para selir. Lokasi
istana ini jaraknya hanya beberapa meter dari Musium Benda-benda para Nabi, atau ruang Sacred Relics.
Sebuah bangunan yang lumayan ramai dengan
antrian pengunjung yang panjang, ternyata bangunan itu adalah istana Harem atau Keputren kalau di Jawa. Menurut info untuk
masuk ke Istana Harem, kita harus membeli karcis lagi.
Menurut Qinan di tengah-tengah istana harem
terdapat sebuah taman yang teduh dengan pepohonan yang rindang. Istana
ini letaknya berseberangan dengan bangunan dapur, tapi kenapa dekat dengan
dapur ya?. Mungkin biar ada alasan kalau mau ketemu selir, bilangnya mau minum
dan mengambil ke dapur. Hahaha…..
![]() | |
Tapak kaki & surat Rasulullah, Pedang Ali, sorban Nabi Yusuf, Hajar | Aswad & Al quran Fatimah |
![]() |
Istana Harem |
Istana Topkapi ini dikelilingi dengan pemandangan yang indah, apalagi
kalau berjalan sekitar 10 meter dari balkon paviliun terdapat sebuah
bangunan istana kecil dengan interior full keramik. Dari tempat ini pemandangan selat Bosphorus yang membelah
benua Asia dan Eropa dengan kapal-kapal yang hilir mudik, Galata Bridge, Galata
Tower dengan bangunan di sekitarnya, dan masjid Sulaymaniye terlihat cukup
jelas.
Pak Andre dan Qinan sudah ngasih
aba-aba untuk kumpul dan menuju ke bus, untuk lanjut ke obyek berikutnya.
Yeeeh….kita jelong-jelong ke Istiklal
Street.
Istiklal Street atau Istiklal Caddesi
Perjalanan dari Istana Topkapi ke
Istiklal Street hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga puluh menit. Kita
turun dari bus dan mulai menyusuri jalan istiklal, yang memang dikhususkan
untuk pejalan kaki. Sepanjang jalan ini, dikiri dan kanan jalan berjajar
pertokoan berupa butik, toko buku, kafe, bar, restoran, pub, kedai kopi,
patisseries. Menurut cerita samping
itu juga terdapat bioskop
bersejarah, gereja St Antoine dan Santa Maria. Juga gedung konsulat dan galeri seni inovatif. Trem kota yang berlalu lalang, menambah
semaraknya suasana di daerah tersebut.
Time for shopping ebo-ebo!!!....Melihat
pasmina yang dipanjang berjajar dengan
aneka motif, bikin ebo-ebo mana tahaaan. Pilih-pilih…cocok dengan corak dan
harga, barangpun berpindah tangan. Mba Hana ngeborong baju model batman,ups….salah
deh. Baju hangat dari rajutan, yang langsung digunakan. Kereen pokoknya Mba
Hana. “Bu Poppy ngeborong apa, sepatu kah?” Tadi ngeliat Bu Poppy menyelinap ke
toko sepatu…hehehe.
“Mpok Menik beli apa lagi tuh! Hayoo....sisain yang lain belanjanya ya, hehehe…..
![]() |
B'gaya dulu sebelum mborong |
Katanya kalau mau melihat kehidupan sehari-hari masyarakat di Istanbul, datanglah ke istiklal street. Tapi hati-hati tas ya kalau di sana, dompet bisa berpindah tangan. Pak Andre nyaris jadi korban, pelakunya ngga
seperti copet di indonesia. Keren gitu tampilannya, sampai kita ngga ngenalin kalau
itu copet. Menurut cerita rakyat Om Erdogan, mengklaim kalau di İstiklal Caddesi atau Istiklal Street setiap
harinya ada sekitar 3 juta orang yang berlalu-lalang di sana. Istiklal Street ini kalau di indonesia, tempat nongkrong tapi untuk semua umur.
Aku sih ngga terlalu jauh
menyusuri jalan istiklal tersebut, tapi menurut Qinan jalanan panjang ini
memiliki banyak gang dengan dekorasi yang cantik dan unik, bagus untuk berswafoto.
Atau bisa berfoto dengan background
trem kuno yang menarik. Aku pernah naik trem seperti itu di
solo, waktu jaman Jokowi wali kotanya.
![]() | |||
Wajah yg abis borong |
![]() |
Yg happy di Istiklal Street |
![]() |
Nongki dan ngupi-ngupi |
Taksim Square
Penjual bunga disepanjang taksim square |
Taksim Square merupakan kawasan kehidupan malam, belanja, dan makan
malam yang sibuk di istambul. Seperti
Istiklal Street, Anda dapat
menikmati makan malam di restoran yang terletak di puncak gedung dengan
pemandangan Selat Bosphorus.
Selat Bosphorus
Setelah berkenalan dengan
hidangan negara Om Erdogan,
kalau kata Ebo Ella hanya berupa 3T (terong ungu, timun dan tomat) dan
sedikit nasi + lauk sebagai makanan utama,
cukup lah untuk mengisi
perut. Kini saatnya kita kita jalan ke
eropah, hahaha….. Coba bayangin aja menjelajah benua asia dan eropa hanya dalam
satu waktu perjalanan. Cuma satu setengah jam aja! Kok bisa?
![]() |
Diatas Bosphorus Cruise |
Sejak zaman kejayaan Yunani
sebelum era Byzantium dan Usmani, Selat Bosphorus Tukri telah menjadi pusat rempah-rempah yang
ramai. Selat yang memiliki panjang 30 km, dengan lebar maksimum 3.700 meter
pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisarı dan Rumelihisarı,
merupakan saksi Al-Fatih saat
menaklukkan Konstantinopel. Selat ini juga menjadi urat nadi pelayaran bagi
kapal-kapal yang akan menuju ke laut hitam (copas dari Qinan…hahaha).
Jadi kita mau diajak Qinan, Pak
Andre dan Evelyn ke dermaga
Eminonu untuk naik Bosphorus Cruise, untuk
menyusuri selat ini melihat daratan Turki dibenua Eropa dan dibenua Asia. Kapal yang kita gunakan lumayan besar,
terdiri dari dua lantai. Lantai bawah terdapat jajaran kursi penumpang dan
resto, sementara lantai atas lebih terbuka sehingga kita dapat bebas melemparkan pandangan menikmati
indahnya panorama.
Di sisi kiri dan kanan kapal para penumpang dapat menyaksikan
beragam landmark dan bangunan berarsitektur khas eropa, asia, bahkan
mediterania. Pemandangan mengagumkan seperti ini akan terus bermunculan mulai
dari sisi utara bosphorus maupun di bagian sebelah selatannya. Bosphorus
merupakan selat tersibuk,
![]() |
Diatas Bosphorus Cruise dg pemandangan yg luar biasa |
Kesempatan baik ini, dengan view
yang ruar biyasah keren tentu ngga akan disia-siakan untuk berfoto ria dalam
berbagai gaya. Sementara yang dilantai
bawah, menghangatkan badan dengan berline dance. Perjalanan selama satu setengah jam tak membuat bosan,
karena indah pemandangan
yang dilalui.
Ada dua jembatan yang melintas di
Selat Bosphorus, yang pertama memiliki panjang 1.074 meter dan diselesaikan
pada 1973. Jembatan Fatih Sultan Mehmet
dengan panjang 1.090 meter, merupakan jembatan ke dua yang pembangunannya selesai pada tahun 1988. Jembatan kedua ini
terletak sekitar 5 km disebelah utara
jembatan pertama.
Satu setengah jam sudah berlalu, awak kapal sudah melempar sauh dan kapal
merapat di dermaga. Artinya petualangan
di selat bosphorus berakhir, badan
sudah minta istirahat untuk
menghimpun tenaga buat petualangan besok.
![]() |
Marriott Courtyard hotel Istambul |
Itulah perjalanan terakhir untuk
hari pertama, kini saatnya check in di Hotel Marriot Courtyard Istambul.
Sebelum masuk kamar, kita makan malam dulu dan bertemu kembali dengan menu 3T.
Tunggu lanjutan ngebolang ke “Blue Mosque, Hagia Sophia dan perjalanan
menuju Canakkale” dihari kedua.