dari kirike kanan: Bu Luhut, bu Jokowi dan Bu JK. Dibelakang sekrt & ajudan |
Setiap
negara tentu mempunyai standar prosedur dalam menjaga keselamatan Kepala Negara dan
keluarganya, begitu pun dengan negara kita. Sekelumit pengalaman saya sebagai
panitia yang mengundang Ibu Negara untuk
meresmikan suatu acara yang kantor
adakan.
Kita ketahui bersama Presiden dan
Ibu Negara RI merupakan symbol negara.
Dalam melaksanakan aktivitasnya, semua pemimpin negara memiliki standar
prosedur pengamanan. Hal itu sangat diperlukan untuk keamanan
dan kenyamanan kepala negara tersebut dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Begitu juga dengan Presiden & Ibu Negara
kita, mendapatkan pengawalan ketat kemana pun mereka melangkah.
Perlu diingat hal itu dilakukan “demi
keamanan dan kenyamanan,” tanpa bermaksud Membatasi Kegiatan Presiden. Pengamanan
tersebut dilakukan oleh Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden), yang jumlahnya mencapai sekitar 3.000 personil.
Institusi tersebut merupakan alat pengamanan Presidden dan keluarganya, juga tamu
negara yang berkunjung ke Indonesia.
![]() |
begaya dengan Paspampres Ibu Negara & usia mereka antara 19-22 th |
Paspampres merupakan bawahan presiden dan
tentu diatur oleh Presiden. Paspamres juga tidak punya kewenangan membatasi
kegiatan presiden, tugasnya mengamankan.
Karena sesuai prosedur yang telah ditetapkan, pengamanan seorang kepala negara
merupakan operasi militer yang tidak
bisa berulang, sehingga para pasukan pengaman presiden (Paspampres)
harus ekstra waspada, teliti dan
memiliki pertanggung jawaban yang besar dengan meminimalisasi kesalahan dalam persiapannya.
Begitu pula dalam mengamankan Ibu Negara, tidak berbeda dengan pengamanan presiden. Mungkin
tidak semua masyarakat umum mengetahui,
menurut saya yang awam begitu ketatnya penjagaan bagi Ibu Negara. Ada berlapis-lapis penjagaan dan bermacam tahapan
pemeriksaan yang dilakukan petugas pengawal presiden atau Paspampres, saat Ibu
Negara akan mengunjungi suatu acara. Hal
ini dilakukan untuk mencegah segala kemungkinan yang paling buruk dan semua sesuai dengan SOP (Standar Operation
Procedure).
Untuk mengundang Ibu Negara dalam
suatu acara yang diselenggarakan masyarakat,
harus melalui tahapan yang telah ditetapkan. Pertama mengajukan permohonan
melalui surat yang dialamatkan ke Sekretariat Negara RI, setelah itu menunggu
balasan disetujui atau di tolak.
Apabila ditolak kita akan
mendapatkan surat penolakan dan jika diterima akan mendapat surat untuk instruksi selanjutnya, langkah apa yang harus
dilakukan. Kita akan diberikan nama
serta nomor telepon petugas yang dapat dihubungi untuk info selanjutnya. Informasi pertama, kita harus mengirimkan susunan acara, yang mencantumkan tempat dan
waktu pelaksanaan, susunan panitia dan perkiraan jumlah audience yang akan hadir.
Setelah menunggu beberapa hari, Petugas
protokoler presiden dari Sekretaris Negara dan pengamanan presiden (Paspamres),
akan mengundang panitia untuk rapat pembahasan kegiatan tersebut. Di rapat
tersebut mereka menggali informasi dan gambaran pelasanaan kegiatannya. Setelah
itu kita hanya menerima instruksi apa yang harus dilakukan dan menerima susunan
acara yang disetujui dilaksanakan dan yang tidak.
Hasil rapat tersebut akan dikonsultasikan dengan sekretaris pribadi Ibu
Negara dan kita menunggu informasi selanjutnya. Pada momen ini, tidak jarang
Ibu Negara mengoreksi lagi susunan acara kita.
Alhamdulillah beberapa acara yang tidak disetujui protokoler &
paspampres dari hasil rapat, ternyata Ibu Negara berkenan melakukan acara yang
telah dihapus stafnya.
Setelah itu panitia selalu
berkoordinasi dengan pimpinan paspampres yang ditunjuk, dalam melakukan
persiapan. Sehari sebelum acara digelar, puluhan petugas paspampres akan
menyisir tempat acara, agar steril menggunakan alat detector. Sementara protokoler
istana ikut mengatur gladi bersih
bersama panitia dan menentukan lay out
ruang acara. Untuk menjaga lokasi tetap steril
sampai acara berlangsung, ada petugas
paspamres yang bermalam di tempat acara.
Dalam menyusun tempat duduk Ibu Negara, harus disiapkan 7 kursi dibelakangnya untuk petugas
pengawalnya (Ajudan, Sekretaris pribadi dan petugas pengawal dari tiap angkatan
TNI yang semuanya perempuan.
Ibu Negara meresmikan acara dgn memukul tifa |
Massih ada beberapa ketentuan
yang harus dilakukan, yaitu petugas
fotografer kita hanya diijinkan untuk mengambil gambar dari
jarak 5-10 meter. Semua petugas dalam kegiatan tersebut, yang
boleh mendekat dan meliput adalah fotografer istana. Anda perlu gambar yang terbaik,?
Silakan menghubungi Humas Istana, mereka
dengan senang hati akan
memberikan yang Anda butuhkan.
Pintu masuk ke lokasi acara,
hanya 1 pintu yang dijaga cukup ketat dan
para tamu yang masuk harus melalui pintu yang telah dipasang alat xtray. Untuk
mengurangi kesan angker pada petugas, maka aparat yang bertugas menggunakan
custom yang disesuaikan dengan acara. Misalnya acara olahraga, mereka akan menggunakan
kaos dan training seperti saat itu. Semua panitia wajib menggunakan ID atau tanda
pengenal, yang mencantumkan nama dan tugasnya. ID tersebut harus diserahkan
kepada pimpinan yang bertugas sehari sebelum acara dan akan kita terima kembali
pada saat acara belum dimulai.
Satu persatu tamu yang masuk beserta
barang bawaannya, diperiksa dengan teliti. Hidangan yang akan disediakan
buat Ibu Negara, tak luput dari pemeriksaan. Ada Petugas laboraturium lengkap
dengan satu tas besar peralatnya memeriksa makanan dan minuman yang akan disajikan
kepada Ibu Negara, sebelum dihidangkan. Tapi jangan takut, makanan yang
disediakan untuk petugas paspampres dll tidak melalui pemeriksaan. Berikan
sesuai jumlah yang diminta pimpinan yang bertugas dan, serahkan juga kepada
beliau.
Hanya 30 menit waktu yang dibutuhkan untuk meresmikan
acara, tapi repotnya luar biasa bagi
pengundang. Hal itu merupakan aturan baku yang ditetapkan negara, untuk
melindungi Ibu Negara dari hal-hal yang tidak diinginkan, sesuai SOP. Namun
kebahagiaan yang dirasakan panitia sangat luar biasa.
Saya ngga bisa membayangkan
apabila terjadi pada presiden-presiden sebelumnya, seperti apa repotnya. Karena pada era Presiden Jokowi, jumlah
petugas pengawal & protokoler dipangkas lebih dari setengahnya. Juga petugas
protokoler kepresiden, diminta lebih fleksibel agar Presiden Jokowi lebih
leluasa 'blusukan 'serta menerima rakyat yang akan menemuinya atau menyampaikan
aspirasinya.
Kalau boleh milih, saya lebih
suka diundang pada kegiatan Ibu Negara aja. Karena enak dan ngga ribet. Dapat uang saku dari kantor, datang
dengan membawa undangan dan melapor ke petugas protokoler untuk mendapatkan ID,
bebas deh melakukan tugasnya, pulang dapat goody bag bagus dan diakhir acara
diajak foto sama Bu Jokowi. Biasanya saya mendapat undangan untuk mengikuti
kegiatan ibu negara beserta organisasi para istri menteri di istana cipanas. Enak lagi kalau datangnya karena
diajak Bos, ngga pake ribet ditanya-tanya karena si bos yang
ngomong ke petugas….hahaha. Saya mah tinggal ngekor bos ajah!
![]() |
Alhamdulillah bisa foto bareng presiden |
Pesan saya, kalau nanti ketemu
Presiden atau Bu Jokowi, jangan kaget ya kalau ajudannya bilang “jangan peluk
dan pegang.” Di saat kita foto bersama
beliau dan jangan lupa dijawab ya, “Saya hanya mau foto kok Mba, ga mau pegang,
apalagi emluk!”…… hehehe…Biasanya nada suara sang petugas rada ketus soalnya,
jadi jawab aja begitu dg senyum…
Menurut pengalaman saya, memang
baru sekarang begitu mudah meminta kehadiran ibu negara dalam suatu acara yang
kita selenggarakan. Pada era sebelumnya, boro-boro mau ngundang untuk
meresmikan acara kita. Minta waktu bertemu aja sampai dua periode, belum pernah
mendapat jawaban surat yang kita layangkan. Padahal dari organisasi, beliau
merupakan penasehatnya (maaf bukan kampayenya), ini cerita pengalaman sendiri.
Di istana cipanas bersama Ibu Jokowi |
Awalnya saya kesal kalau mau
bertemu pejabat negara/ menteri dan begitu pula bila hendak jumpa sang istri
menteri. Kita butuh waktu lama dan kesabaran tinggi, apalagi kalau tempat
bertemunya di rumah beliau. Kita seperti kambing congek yang termanggu-manggu,
ngga jelas kapan bisa diterima. Padahal waktu yang disepakatin telah dilakukan,
bahkan sebelum jamnya saya sudah ada di tempat.
Ada yang peduli, sehingga minta maaf karena terlambat
menemui dan ngga jarang yang tanpa dosa dengan hanya mengatakan, “ditulis aja
apa keperluannya, nanti kasih sekretaris saya”….jiaaah….ngga sebanding dengan
nunggu selama 2 jam, hanya mendapat jabawan seperti itu. Ih Sabaaaar….padahal
mau ketemu Allah aja, kapan waktu bisa walau diluar jadwal yang 5 waktu…hehhehe
![]() |
Bersama Menkes Nila Moeloek |
Alhamdulillah…..bos saya kok baik
banget ya. Mau menyapa OB, cleaning
service, security sampai naik lift bareng-bareng ngga pernah masalah. Di kantor, lift untuk pejabat sendiri,
pegawai lain ngga boleh naik kalau sang pejabat sedang menggunakan. Tapi kalau bos say amah, laah….yang ngantri didepan lift lain
dipanggil untuk ikut. “kan, Sayang masa lift segede ini saya sendiri yang
naik” tuh bos saya mah. Kalau ada acara di kantor dengan hidangan makan siang,
semua OB, cleaning service dan security suruh dipanggil untuk ikut makan. Ya bareng gitu, hanya mereka yang suka
sungkan..hahaha..
Dg Bu Kofifah menandatangani buku antologi dan beliau yg beri kata pengantarnya |
Pengalaman berteman dengan orang
punya, kata lain untuk kaya yang tinggalnya di bukit golf pondok indah.
Tetangganya Ciputra dan Dwikatmono, kalau mau ketemu di rumahnya. Satu jam setelah saya
menunggu, barulah tuan rumah keluar. Padahal kita berteman baik, jangan kira
kalau bertemu dengan orang lain. Bisa lebih dan kadang dengan entengnya bilang,
akum alas keluar. Suruh mereka ngomong dari intercom aja….wkwkwkw… Itulah gaya
orang-orang pemilik kekuasaan dan harta, walau memang ngga semua tapi
kebanyakkan!..hihihi..
Akhirnya foto dg Ibu Ratu Yogya |
Satu lagi pengalaman yang ngga
akan saya lupakan, padahal sudah berjalan lebih dari 10 tahun. Ceritanya saat
itu aku tugas ke yogya bersama bos, ada suatu acara di keratin yogya. Kita
diterima dikediaman ibu ratu dan dipersilakan duduk di ruang tamu, setelah
menunggu kurleb 1 jam. Beliau keluar dan kami semua berdiri untuk bersalaman.
Mau tau apa yang terjadi?...Saat tiba giliranku, beliau memandangiku dari
kepala sampai kaki. Whaaat!.......Kita dating
memenuhi undangan acara beliau lho. Saya yang awalnya sudah janjian sama teman,
nanti bergantian berfoto bersama beliau, langsung blas ngga mauuuu.Tersinggung
saya!.....yaa…Allah sombongnya! Masih kebayang loh wajah dan matanya saat
menatap, mungkin dia pikir saya mahluk dari planet mana gitu. Saya memakai
pakai seragam yang sama dengan bos dan teman-teman lainnya. Daaan temanku malah
lebih parah, dia langsung keluar dan balik ke hotel…hahahaha
Dg Sultan HB X |
Namun tahun 2015 kita memenuhi
undangan seluruh kantor pusat ke kantor perwakilan, memenuhi undangan tersebut.
Daaan…mau tau bagaimana ceritanya gaes?........ Ternyata sudah berubah 180
derajat, lebih ramah dan bahkan saat
makan malam saya duduk satu menja dengan beliau dan sang Raja. Berfotopun, beliau yang bilang. “Mari foto dulu”…….dudududu…..Alhamdulillah,
saya ngga mengetahui pasal yang merubahnya, tapi cukup membuat senang yang
hadir.
![]() |
Menghadiri ulang tahun Bu Tito Kanarvian |
Itulah sekelumit pengalaman dengan para pesohor negeri, tapi masih banyak kok yang baik dan malah ngga mau menggunakan ajudan. Ada juga sekretarisnya yang menawarkan mau foto dengan bapak/ibu? dan dia yang mengambilkan fotonya. Seperti Ibu Kofifah, Bu Sri Mulyani, Mba Yeni Wahid dan Pak Jokowi.....hehehe. Semoga bermanfaat gaes..